Dejurnal.com, Garut – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) di Aula Al Musadadiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Garut, pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Garut, serta ketua dan pengurus Forum Komunikasi Guru (FKG).
Dalam sambutannya, Tinneke mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, khususnya Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, bimtek ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pengembangan anak usia dini di Kabupaten Garut.
“Kita semua sangat memahami bahwa anak usia dini merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Garut,” ujar Tinneke.
Ia menegaskan, pembangunan anak usia dini tidak cukup hanya berfokus pada pendidikan di dalam kelas. Anak-anak juga membutuhkan pemenuhan gizi, layanan kesehatan yang memadai, pengasuhan berkualitas, perlindungan dari kekerasan, serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang aman untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal.

“Inilah esensi dari PAUDHI, yaitu upaya pengembangan anak usia dini secara menyeluruh dan terpadu melalui kerja sama berbagai sektor dan pemangku kepentingan,” tambahnya.
Tinneke berharap pendekatan holistik integratif dapat memastikan setiap anak di Kabupaten Garut memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, ceria, berkarakter, serta siap memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iyan Sopiyan, melaporkan bahwa kegiatan bimtek tersebut diikuti peserta dari 17 kecamatan di Kabupaten Garut.
“Kehadiran ini merupakan suatu kebanggaan. Alhamdulillah, semuanya hadir dan tidak ada yang absen,” tuturnya.
Iyan juga menekankan pentingnya tata kelola kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia mengimbau para pengelola PAUD yang belum memahami pengelolaan RKAS dan Dapodik secara menyeluruh agar berkoordinasi dengan tim Dapodik Kabupaten Garut.
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap kedua aspek tersebut diperlukan agar program yang direncanakan dapat berjalan secara tepat sasaran.

Selain itu, Iyan memaparkan program revitalisasi lembaga PAUD. Ia menjelaskan bahwa salah satu persyaratan penting dalam pengajuan revitalisasi adalah status kepemilikan tanah yang harus atas nama yayasan atau lembaga.
Data dalam Dapodik juga harus diisi secara benar dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari Alat Permainan Edukatif (APE) dalam dan luar ruangan, rehabilitasi bangunan, sarana dan prasarana, hingga fasilitas toilet.
“Kami telah mengusulkan kepada kementerian, dan yang disetujui untuk Kabupaten Garut mencapai hampir 155 lembaga. Untuk tahun 2027, kami juga sudah mengusulkan. Karena itu, bapak dan ibu perlu mempersiapkan dokumen, seperti surat tanah, melengkapi data Dapodik, serta menentukan kebutuhan yang diajukan agar sesuai dengan kondisi di lapangan,” pungkas Iyan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber serta sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola dan pemangku kepentingan PAUD semakin memahami pentingnya penguatan kelembagaan dan manajemen PAUDHI guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di Kabupaten Garut.***Deri Acong



















