Dejurnal.com, JAKARTA SELATAN. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya pemerintah.
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), masyarakat diajak bergotong royong membantu keluarga yang membutuhkan dukungan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak pada masa awal kehidupan.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja di GOR Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, S.I.P., M.H., menyampaikan materi mengenai GENTING sebagai gerakan yang mendorong kepedulian sosial dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting.
Melalui gerakan ini, berbagai unsur dapat mengambil bagian dalam membantu keluarga sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Keterlibatan tersebut dapat berasal dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga individu yang bersedia menjadi orang tua asuh.
Dukungan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi juga membantu keluarga mendapatkan pendampingan yang diperlukan.
Bentuk dukungan GENTING dapat mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, serta fasilitasi akses terhadap pelayanan kesehatan.
Pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi setiap keluarga agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Perhatian khusus diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Periode ini merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian terhadap asupan gizi, kesehatan ibu, serta pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pendampingan Keluarga Tidak Cukup dengan Bantuan Materi
Dalam kegiatan yang sama, Rizky Hamid, S.E., Ak., M.Si., dari Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, memaparkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting.
Pemerintah daerah, perangkat kewilayahan, tenaga kesehatan, kader keluarga berencana, dan masyarakat perlu saling mendukung agar program pencegahan stunting dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Menurut materi yang disampaikan, upaya tersebut perlu disertai edukasi berkelanjutan, pemenuhan gizi, penerapan pola asuh yang baik, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Keluarga juga perlu memperoleh informasi mengenai layanan kesehatan dan program pemerintah yang dapat dimanfaatkan.
Pendampingan menjadi penting karena setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, edukasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Melalui kolaborasi yang terarah, masyarakat juga dapat berperan membantu menyampaikan informasi program kepada lingkungan sekitar.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan akses layanan yang mendukung kesehatan anak.
Sosialisasi Bangga Kencana Perkuat Peran Masyarakat
Kegiatan sosialisasi Bangga Kencana tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga.
Selain pencegahan stunting, peserta mendapatkan materi tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, dan pola konsumsi pangan sehat.
Sesi diskusi dan tanya jawab turut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pemateri.
Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman mengenai program sekaligus mengetahui peran yang dapat dilakukan dalam mendukung keluarga berkualitas.
Pencegahan stunting memerlukan upaya yang konsisten, mulai dari pemenuhan gizi hingga pemantauan kesehatan ibu dan anak.
Karena itu, dukungan masyarakat perlu berjalan seiring dengan pelayanan kesehatan dan pendampingan dari pihak terkait.
Melalui GENTING, semangat gotong royong diharapkan semakin kuat dalam membantu keluarga yang membutuhkan.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperluas dukungan bagi ibu dan anak, sekaligus mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
Pembangunan keluarga berkualitas pada akhirnya membutuhkan kepedulian bersama. Dengan edukasi, pendampingan, dan bantuan yang sesuai kebutuhan, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih terarah demi mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (Nay Sunarti)


















