Dejurnal.com, Bandung – Nutrifood bersama Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Program Sekolah Sehat HiLo untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Program ini menargetkan 11.000 siswa di 55 sekolah yang tersebar di 11 kota di Indonesia.
Program yang berlangsung selama tiga bulan ini melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga pengelola kantin sekolah. Melalui kolaborasi tersebut, Sekolah Sehat HiLo diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
Inisiatif ini dilatarbelakangi tantangan kesehatan remaja, mulai dari kelebihan berat badan hingga kurangnya aktivitas fisik. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat, prevalensi gizi lebih mencapai 16,2 persen pada remaja usia 13–15 tahun dan 12,1 persen pada kelompok usia 16–18 tahun.
Program Sekolah Sehat HiLo mengusung empat pilar utama, yakni mendorong siswa aktif bergerak, memperkuat peran guru dalam membangun budaya sehat dan hijau, mendukung pilihan makanan lebih sehat di kantin, serta menyediakan media pembelajaran kesehatan di sekolah.
Area Marketing Manager Nutrifood, Nicolas Orlando, mengatakan program ini merupakan pengembangan dari berbagai inisiatif edukasi kesehatan yang sebelumnya dijalankan Nutrifood dan HiLo.
“Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya dalam peluncuran program di Bandung, Kamis (29/10/2026).
Di Kota Bandung, lima sekolah yang terlibat yakni SMA Negeri 1 Bandung, SMA Plus Al-Ghifari, SMP Santa Ursula, SMP Santo Yusup, dan SMPK 4 BPK Penabur Bandung.
Program ini mendapat dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.
Melalui program ini, Nutrifood berharap sekolah dapat menjadi lingkungan yang tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membentuk generasi muda Indonesia yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan.***Sopandi



















