Dejurnal.com, Bandung – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menggelar Lomba Tingkat Regu Penggalang Tiga (LT-3) Tahun 2026 di Lapangan Pondok Pesantren Al-Muklis, Cangkuang, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang berlangsung dari 9 hingga 11 Oktober 2026 ini diikuti oleh perwakilan Pramuka Penggalang dari 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 496 peserta putri dan 31 orang pembimbing pendamping putra, berdasarkan data yang disampaikan panitia.
Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Saiful Bahri, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan LT-3 Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Saiful menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah terpilih mewakili kwartir ranting atau kecamatan masing-masing.
Menurutnya, para peserta LT-3 merupakan Pramuka Penggalang pilihan yang telah menunjukkan prestasi dan ketangguhan di wilayahnya.
“Adik-adik adalah bagian yang terpilih. Adik-adik adalah yang berprestasi, regu penggalang yang tangguh di kecamatannya masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan, keikutsertaan dalam LT-3 bukan sekadar membawa nama regu atau sekolah, melainkan juga menjadi representasi Pramuka Penggalang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung.
Karena itu, Saiful berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
Lima Pilar Pembentukan Karakter
Saiful menjelaskan, kegiatan LT-3 tidak hanya berorientasi pada perlombaan untuk memperebutkan piala dan prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui lima nilai utama.
Lima pilar tersebut meliputi kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, kejujuran, dan kepedulian.
Menurutnya, kedisiplinan peserta akan diuji melalui kemampuan mengatur waktu, menaati jadwal kegiatan, serta menjalankan setiap ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Sementara itu, nilai kepemimpinan ditanamkan melalui kemampuan peserta untuk siap dipimpin sekaligus siap memimpin. Adapun kerja sama menjadi unsur penting karena setiap anggota regu harus mampu saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
Selain itu, Saiful menekankan pentingnya kejujuran dalam mengikuti setiap perlombaan. Para peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai kepramukaan.
Nilai kepedulian juga menjadi perhatian, sehingga peserta tidak hanya memiliki kemampuan dan keterampilan, tetapi juga kepekaan terhadap sesama dan lingkungan.
“Lima pilar ini menjadikan Lomba Tingkat 3 diharapkan mampu melahirkan adik-adik yang mewakili regu-regu tangguh untuk Kabupaten Bandung pada event Lomba Tingkat 4 tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Mengejar Piala
Lebih lanjut, Saiful mengingatkan bahwa esensi kegiatan LT-3 bukan semata-mata mengejar kemenangan, piala, ataupun kejayaan dalam perlombaan.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan peserta untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperluas pengalaman dalam kegiatan kepramukaan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan jiwa kepemimpinan, serta membangun kekompakan dalam regu.
Saiful juga berharap LT-3 menjadi ajang pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan demikian, hasil dari kegiatan LT-3 tidak hanya terlihat dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari nilai-nilai positif yang dibawa pulang oleh setiap peserta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.***Sopandi

















