Dejurnal.com, CIAMIS – PSIS Semarang gagal memaksimalkan sejumlah peluang saat bertandang ke markas PSGC Ciamis dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu kesempatan terbaik tim tamu kandas setelah tembakan Corfe membentur mistar gawang pada babak pertama.
Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Sebanyak 10.921 penonton menyaksikan langsung duel antara Laskar Singacala dan Mahesa Jenar yang diwarnai sejumlah peluang berbahaya, tetapi tak satu pun berujung gol.
Sejak awal laga, PSIS berusaha mengambil kendali permainan melalui kombinasi umpan pendek dan tembakan jarak jauh.
Pada menit ke-7, tim tamu memperoleh sepak pojok yang berhasil diantisipasi penjaga gawang PSGC.
Bustos kemudian menguji kiper tuan rumah pada menit ke-11 lewat tendangan jarak jauh.
Namun, bola masih dapat diamankan. Dua menit berselang, Amirul mencoba peruntungan melalui tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola melambung di atas mistar.
PSGC merespons melalui Akmal Juanda pada menit ke-10. Menerima umpan Ezechiel, Akmal melepaskan tendangan jarak jauh. Sayangnya, bola masih melebar dari sasaran.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Pada menit ke-17, Kevin menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Fitra.
Dua menit kemudian, PSGC harus mengganti Kevin yang mengalami cedera dengan memasukkan Cahaya.
PSIS kembali mendapatkan peluang melalui Krisna pada menit ke-27. Setelah melewati pemain bertahan PSGC, ia melepaskan tembakan yang hanya melebar tipis dari gawang.
Sementara itu, Harahap mencoba membalas pada menit ke-29, tetapi upayanya berhasil diamankan penjaga gawang PSIS.
Peluang paling berbahaya pada babak pertama hadir pada menit ke-38. Kesalahan umpan pemain PSGC dimanfaatkan PSIS untuk melancarkan serangan cepat.
Krisna mengirimkan umpan pendek kepada Corfe yang langsung melepaskan tembakan.
Bola meluncur ke arah gawang, tetapi justru membentur mistar. Kesempatan tersebut gagal membawa PSIS unggul, sekaligus membuat PSGC terhindar dari kebobolan.
Menjelang turun minum, PSIS masih berusaha mencari celah. Sebuah peluang dari bola liar pada menit ke-43 belum menghasilkan gol.
Tim tamu kemudian memasukkan Sabda dan Habil Akbar untuk menggantikan Krisna serta Nuri Fasya.
Hingga wasit menyelesaikan tambahan waktu dua menit, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan.
PSIS Terus Menekan Selepas Jeda
Memasuki babak kedua, PSIS kembali menekan pertahanan tuan rumah. Rifky langsung mengancam lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-45, tetapi bola masih melebar tipis dari gawang PSGC.
Bustos kembali menjadi ancaman bagi pertahanan Laskar Singacala. Pada menit ke-48, tembakannya berhasil diantisipasi penjaga gawang.
Semenit kemudian, sundulan Corfe yang menyambut sepak pojok juga belum mampu menghasilkan gol.
Ketatnya pertandingan membuat sejumlah pelanggaran terjadi. Minhyeok menerima kartu kuning pada menit ke-49 setelah melakukan kontak fisik terhadap Bustos.
Harahap menyusul pada menit ke-56 akibat melakukan tekel terhadap pemain PSIS tersebut.
PSGC melakukan perubahan pada menit ke-60 dengan memasukkan Ganjar untuk menggantikan Bonilla. Ganjar merupakan salah satu pemain senior yang memiliki rekam jejak panjang bersama klub berjuluk Laskar Singacala itu.
PSIS merespons dengan memasukkan Brown dan Cadenazzi pada menit ke-61 untuk menggantikan Corfe dan Hari Nur.
Dua menit berselang, Ghani memperlihatkan aksi individu dengan melewati tiga pemain PSIS. Namun, pergerakannya dihentikan melalui tekel Fitra yang berujung kartu kuning bagi pemain tim tamu tersebut.
PSIS tak mengendurkan tekanan. Bustos melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-68, disusul Rifky semenit kemudian. Kedua upaya itu belum membuahkan hasil.
Pada menit ke-70, Brown mendapatkan kesempatan melalui sundulan setelah menyambut sepak pojok. Namun, pertahanan PSGC masih mampu meredam ancaman tersebut.
Tuan rumah juga berusaha keluar dari tekanan. Pada menit ke-73, Ghani mengejar umpan lambung Ezechiel.
Penjaga gawang PSIS bergerak keluar untuk menghalau bola. Ghani terjatuh dalam perebutan tersebut dan sempat mendapat penanganan tim medis sebelum melanjutkan pertandingan.
Memasuki menit ke-75, PSIS semakin intensif membangun serangan. Namun, barisan pertahanan PSGC tetap disiplin dan mampu menggagalkan sejumlah upaya tim tamu.
PSGC kemudian mencoba memanfaatkan serangan balik. Pada menit ke-77, Ghani menerima umpan terobosan Ezechiel dan berusaha menembus pertahanan lawan. Fabiano Beltrame sigap menghalau bola hingga keluar lapangan.
Pada menit ke-80, PSGC memasukkan Athaya dan Iman Fath untuk menggantikan Cahaya serta Zikri. PSIS kemudian menarik Fabiano Beltrame dan memasukkan Andy Setyo pada menit ke-82.
Peluang Menit Akhir Belum Mengubah Keadaan
Memasuki 10 menit terakhir, pertandingan semakin terbuka. PSGC berusaha mencari peluang melalui serangan balik, sedangkan PSIS terus memburu gol melalui serangan langsung dan umpan-umpan panjang.
Ghani kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-84 setelah melewati pemain belakang PSIS. Namun, tembakannya berhasil diblok pemain lawan.
PSIS membalas pada menit ke-85. Menerima umpan lambung Amirul, Bustos melepaskan tendangan yang masih melebar dari gawang PSGC. Cadenazzi juga memperoleh peluang melalui bola liar semenit kemudian, tetapi tendangannya melambung di atas mistar.
PSGC mencoba membangun serangan melalui kombinasi Ezechiel dan Harahap pada menit ke-87. Namun, umpan datar Harahap tidak berhasil disambut rekan setimnya.
PSIS kembali mengancam melalui situasi bola mati pada menit ke-88. Tendangan bebas Bustos disambut sundulan Komang Tri, tetapi bola meluncur tipis di sisi gawang PSGC.
Pada masa tambahan waktu empat menit, tim tamu masih berusaha mencetak gol. Sundulan Sabda setelah menerima umpan lambung Brown dapat diamankan penjaga gawang PSGC.
Brown kembali mendapatkan kesempatan setelah lolos dari kawalan pemain belakang tuan rumah. Namun, tendangan kerasnya berhasil dihadang Iman Fath.
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim belum mampu mencetak gol. Sejumlah peluang PSIS, termasuk tembakan Corfe yang membentur mistar pada babak pertama, gagal mengubah jalannya pertandingan.
Di hadapan 10.921 penonton di Stadion Galuh, PSGC Ciamis dan PSIS Semarang sama-sama menunjukkan upaya untuk memenangkan pertandingan. Namun, rapatnya pertahanan dan belum efektifnya penyelesaian akhir membuat duel Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut berakhir tanpa gol. (Nay Sunarti)




















