Dejurnal.com, Bandung – Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb menegaskan Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan salah satu gerakan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Keberadaan PMI dinilai memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Bandung.
Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat menghadiri kegiatan bakti sosial sekaligus peluncuran Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kabupaten Bandung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bandung menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-81 kepada PMI. Ia berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi PMI untuk semakin meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, atas nama Bupati dan saya sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bandung, ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-81 untuk PMI,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang cukup luas dengan 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan, serta jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa. Dengan kondisi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat juga cukup kompleks sehingga tidak mungkin seluruhnya diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah.
“Kalau kita ingin menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Bandung, kita tidak boleh menyerahkan hanya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung saja. Artinya, kita harus bekerja sama, harus bersatu, dari pemerintah, masyarakat, PMI, Baznas dan semuanya,” katanya.
Ia menilai persoalan kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan pengalamannya ketika turun langsung ke tengah masyarakat, masih banyak persoalan yang dihadapi warga, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan sosial.
Ali Syakieb juga mengajak para camat, lurah, kepala desa serta seluruh unsur masyarakat untuk memperkuat kerja sama dan komunikasi. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui berbagai program pemerintah sehingga dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan.
“Kita ini harus bekerja sama kalau memang ingin membuat Kabupaten Bandung lebih baik lagi. Harus ada kontribusi dari masyarakat, harus ada kerja sama dari masyarakat,” tuturnya.
Terkait peluncuran Bulan Dana Kemanusiaan PMI, ia menyambut baik program tersebut. Menurutnya, dana yang dihimpun melalui gerakan kemanusiaan tersebut pada akhirnya akan kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Bagus programnya, Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan. Karena apa yang sudah terkumpul nantinya akan dibagikan dan manfaatnya untuk masyarakat juga. Dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat,” katanya.
Ia berharap di usia ke-81, PMI semakin kuat dan mampu meningkatkan kiprahnya dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan dan kebencanaan.
“81 tahun ini bukan umur yang muda lagi. Saya berharap ke depannya PMI bisa lebih besar lagi dan lebih banyak berkontribusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Ali Syakieb juga mengapresiasi kiprah PMI Kabupaten Bandung yang selama ini dinilainya cukup aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Ia mengaku kerap melihat keterlibatan PMI ketika terjadi bencana di wilayah Kabupaten Bandung.
“Saya yakin kontribusi PMI sudah diberikan, khususnya PMI Kabupaten Bandung, sangat luar biasa. Kalau kita melihat masalah bencana di Kabupaten Bandung, saya selalu melihat ada PMI,” katanya.
Kabupaten Bandung sendiri merupakan wilayah yang memiliki potensi berbagai bencana, termasuk longsor. Karena itu, keberadaan organisasi kemanusiaan seperti PMI dinilai sangat penting sebagai bagian dari kekuatan bersama dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat ketika terjadi bencana.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, PMI dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bandung dapat ditangani secara bersama-sama.***Sopandi


















