Dejurnal.com, Garut — Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam membangun prestasi olahraga, khususnya sepak bola, terus menunjukkan arah yang serius dan terstruktur. Hal ini terlihat dari langkah konkret pembinaan Persatuan Sepak Bola Indonesia Garut (Persigar) yang kini tengah dipersiapkan menuju level kompetisi nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP saat ditemui dejurnal.com di sela-sela acara Milad Yayasan di Gedung Karsa Husada Kampus 3 STIKES Karsa Husada Garut, Jalan Proklamasi, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (23/1/2026).
Dalam keterangannya, Rudy mengungkapkan bahwa Persigar tengah bersiap menghadapi Liga 4 nasional, sekaligus membangun sistem pembinaan jangka panjang melalui pengembangan tim usia dini.
“Persigar ini akan menuju pertandingan nasional, Liga 4. Kita juga sedang mempersiapkan tim kelompok umur, yaitu U-15 dan U-17. Jadi ini bukan hanya tim senior, tapi sistem pembinaan kita bangun dari bawah,” jelasnya.
Menurutnya, proses pembangunan klub tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga menyangkut sistem pembinaan, manajemen, dan pembiayaan yang berkelanjutan. Untuk seluruh rangkaian persiapan tersebut, Rudy menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran yang telah dihitung mencapai sekitar Rp700 juta, dan jumlah itu masih akan bertambah hingga akhir tahun 2026 seiring dengan berjalannya program pembinaan dan kompetisi.
“Biaya yang diperlukan saat ini sudah sekitar Rp700 juta, dan itu nanti masih akan bertambah sampai akhir tahun. Karena ini bukan kegiatan satu-dua bulan, tapi program jangka panjang,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut memberikan bantuan anggaran sebesar Rp200 juta kepada Persigar. Bantuan tersebut diberikan karena secara struktural Persigar masih berada dalam kepemilikan Pemerintah Daerah.
“Alhamdulillah, Pemda memberikan bantuan ke Persigar karena Persigar masih milik Pemda. Anggaran yang diberikan sebesar Rp200 juta, termasuk untuk rehab lapangan Jayaraga,” ujarnya.
Selain dukungan finansial, Rudy juga menjelaskan bahwa Persigar saat ini tengah melakukan penataan kelembagaan agar sesuai dengan regulasi kompetisi nasional. Dalam Liga 4, setiap klub diwajibkan memiliki status badan hukum. Oleh karena itu, Persigar saat ini sedang dalam proses perubahan status organisasi menjadi bentuk perkumpulan yang sah secara hukum.
“Di Liga 4 itu wajib berbadan hukum. Sekarang Persigar sedang berproses menjadi perkumpulan. Itu sudah sesuai regulasi. Nanti di tahun 2027, struktur dan legalitasnya akan semakin diperkuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Liga 4 nasional dijadwalkan mulai bergulir pada Mei 2026, sehingga seluruh aspek administratif, kelembagaan, dan teknis harus sudah siap sebelum kompetisi dimulai.
Tidak hanya dari sisi struktur organisasi, profesionalisme pengelolaan klub juga mulai diterapkan secara sistematis. Rudy menegaskan bahwa manajemen Persigar kini telah menetapkan sistem kontrak kerja bagi pelatih dan pemain, termasuk skema pembayaran yang terjadwal secara resmi.
“Sekarang sudah ada penetapan kontrak. Pelatih ada kontraknya, pemain juga ada kontraknya. Mulai bulan depan sudah mulai berjalan sistem pembayaran kontraknya,” katanya.
Langkah ini menjadi penanda transformasi Persigar dari klub semi-tradisional menuju klub yang dikelola secara profesional, dengan sistem manajemen modern, tata kelola keuangan yang jelas, serta pembinaan atlet yang berjenjang.
Rudy menekankan bahwa pembangunan Persigar tidak boleh bersifat instan, tetapi harus dibangun dengan visi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar ikut liga, tapi membangun sistem. Kalau mau kuat, harus ada pembinaan usia dini, manajemen profesional, legalitas jelas, dan pendanaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, sistem pembinaan usia muda, legalitas kelembagaan, serta profesionalisasi manajemen klub, Persigar Garut kini berada pada fase transformasi besar menuju klub sepak bola daerah yang kompetitif, modern, dan siap bersaing di level nasional.***Willy














