Ciamis, deJurnal,- Budaya bersih di Kabupaten Ciamis tidak lahir dari sekadar program atau penilaian, tetapi tumbuh dari kesadaran warganya.
Semangat itu tampak nyata di lingkungan RW 11 Perum Pesona Imbanagara Raya, Desa. Imbanagara Raya, Kabupaten Ciamis di mana partisipasi warga dalam menjaga kebersihan terus menguat dan berjalan secara swadaya membersihkan komplek. Minggu (01/02/2026)
Gotong royong dan operasi bersih menjadi aktivitas rutin yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Warga secara sukarela membersihkan jalan lingkungan, saluran drainase, serta fasilitas umum perumahan.
Tidak ada paksaan, tidak pula menunggu momentum tertentu yang ada adalah kesadaran kolektif bahwa kebersihan merupakan kebutuhan bersama.
Ketua RW 11 Perum Pesona Imbanagara Raya, Engkus menyampaikan keterlibatan warga lahir dari rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
“Kesadaran warga di RW 11 sudah tumbuh dengan baik. Gotong royong ini bukan karena lomba atau penilaian, tapi karena kami semua merasa bertanggung jawab menjaga lingkungan sendiri, dan menjadi kegiatan rutin bersama di hari libur,” ujarnya.
Menurutnya, ketika kebersihan dijadikan kebutuhan, partisipasi warga akan muncul dengan sendirinya. Bahkan, gotong royong kini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih, tetapi juga sebagai ruang mempererat kebersamaan dan kekompakan antarwarga.
“Lewat gotong royong, warga bisa saling bertemu, berdiskusi, dan memperkuat silaturahmi. Lingkungan jadi bersih, hubungan antara warga juga makin dekat,” tambahnya.
Engkus menilai, predikat Kabupaten Ciamis sebagai salah satu kota kecil terbersih di ASEAN semestinya menjadi pengingat untuk menjaga konsistensi budaya bersih, bukan sekadar tujuan yang dikejar.
“Prestasi itu bonus. Yang paling penting adalah kesadaran dan partisipasi warga. Kalau itu sudah ada, kebersihan akan terjaga tanpa harus disuruh,” jelasnya.
Dikatakan Engkus, partisipasi aktif warga RW 11 Pesona Imbanagara Raya menjadi contoh bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan berawal dari tingkat paling dasar, yakni lingkungan tempat tinggal.
“Kesadaran, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab yang tumbuh di tengah warga menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui semangat gotong royong yang terus dijaga, warga RW 11 tidak hanya merawat kebersihan, tetapi juga merawat jati diri Ciamis sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. (Nay Sunarti)














