Ciamis, deJurnal,- Yayasan Nurul Huda Sindangmukti menunjukkan langkah proaktif dalam penguatan pendidikan vokasi berbasis pangan dengan menginisiasi dan mengundang langsung Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat untuk meninjau pengembangan SMK perunggasan di Ciamis, Rabu (11/02/2026).
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat komitmen Nurul Huda dalam membangun sinergi strategis antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia industri guna menjadikan SMK sebagai pilar ketahanan pangan daerah.
Ketua Yayasan Nurul Huda, Kuswara Suwarman, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi kelembagaan yang telah dirancang untuk memperkuat posisi SMK berbasis perunggasan sebagai solusi riil kebutuhan daerah.
“Kami mengundang langsung KCD Pendidikan Wilayah XIII agar melihat secara faktual kesiapan dan potensi yang kami miliki. Ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi bagian dari ikhtiar membangun kolaborasi konkret untuk pengembangan pendidikan vokasi berbasis pangan,” ujar Kuswara.
Kuswara mengungkapkan, sektor perunggasan memiliki urgensi tinggi di Kabupaten Ciamis. Saat ini, kebutuhan telur ayam masyarakat baru terpenuhi sekitar 60 persen, sementara 40 persen lainnya masih didatangkan dari luar daerah.
“Kondisi ini menunjukkan adanya celah produksi yang harus diisi. Kami ingin SMK di bawah naungan Nurul Huda menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga pusat pengembangan SDM unggul di bidang perunggasan,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan kompetensi siswa di sektor pangan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Bupati Ciamis dalam mendorong ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dikatakan Kuswara Yayasan Nurul Huda Sindangmukti saat ini mengelola SMK Nurul Huda Sindangmukti dan SMK Industri Perunggasan Panjalu (IPP) Ciamis.
Kedua sekolah tersebut difokuskan pada penguatan kompetensi perunggasan dan teknologi informasi, dengan pendekatan pembelajaran berbasis industri atau Teaching Factory.
“Konsep ini memungkinkan siswa belajar melalui praktik langsung dalam sistem produksi nyata, termasuk pengelolaan kandang ayam, manajemen pakan, hingga pengelolaan hasil produksi,” kata Kuswara.
Lebih lanjut Kuswara menerangkan Yayasan Nurul Huda menargetkan kedua SMK yang dikelola menjadi pusat pendidikan vokasi unggulan di bidang perunggasan di wilayah Priangan Timur.
Lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga didorong menjadi wirausaha muda di sektor pangan.
“Kami ingin Nurul Huda hadir sebagai motor penggerak pendidikan vokasi yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Pendidikan harus terhubung dengan kebutuhan daerah,” terangnya.
Dengan langkah inisiatif mengundang KCD Pendidikan dan membuka ruang sinergi kelembagaan, Kuswara menuturkan Yayasan Nurul Huda berkomitmen membangun pendidikan yang produktif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan Kabupaten Ciamis.
“Kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah berbasis sektor pangan dan perunggasan.,” imbuhnya
Sementara itu, dalam kunjungannya, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat, Dwi Yanti, S.Sos., M.Pd., meninjau langsung sarana dan prasarana sekolah. Ia melihat ruang kelas, fasilitas praktik, hingga kandang ayam yang digunakan sebagai pusat kegiatan Teaching Factory perunggasan.
Dwi Yanti juga berdialog dengan pengurus yayasan, kepala sekolah, serta guru untuk membahas tata kelola sekolah dan pelaksanaan pembelajaran berbasis industri.
“Kami ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia industri,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sangat penting agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia menambahkan, sektor perunggasan memiliki peluang besar untuk dikembangkan, sehingga perlu didukung dengan pembelajaran yang adaptif dan kemitraan yang kuat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi dan penyelarasan program antara kebijakan pendidikan provinsi dengan pengembangan SMK berbasis perunggasan di Ciamis. (Nay Sunarti)

















