CIAMIS, deJurnal,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menyambut positif gagasan optimalisasi potensi zakat dari aktivitas ekonomi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lembaga pengelola zakat tersebut menilai inisiatif yang disampaikan kalangan mahasiswa dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat penghimpunan zakat untuk kepentingan sosial masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat Asisten Daerah I Pemerintah Kabupaten Ciamis, Senin (9/3/2026).
Pertemuan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tim pelaksana program MBG, serta kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciamis.
Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, menyampaikan apresiasi terhadap gagasan mahasiswa yang melihat adanya peluang penghimpunan zakat dari keuntungan usaha para mitra penyedia dapur dalam program MBG.
Menurut Lili, pemikiran tersebut menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan sosial serta upaya memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi gagasan yang disampaikan mahasiswa PMII. Ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya kritis terhadap kebijakan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menghadirkan solusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya
Lebih lanjut Lili menuturkan apabila para mitra yang terlibat dalam program MBG memperoleh keuntungan usaha dan telah mencapai ketentuan wajib zakat, maka terdapat peluang bagi mereka untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dana tersebut nantinya dapat dihimpun dan disalurkan untuk berbagai program kemaslahatan masyarakat.
“Jika potensi ini dapat dikelola dengan baik, maka zakat yang dihimpun bisa dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Lili menilai gagasan tersebut dapat memberikan perspektif baru di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat terkait penggunaan dana zakat dalam program MBG.
“Selama ini ada kekhawatiran bahwa dana zakat akan digunakan untuk membiayai program MBG. Padahal jika gagasan ini berjalan, justru program MBG dapat menjadi sumber aktivitas ekonomi yang berkontribusi pada penghimpunan zakat untuk kepentingan sosial,” tambahnya.
Dikatakan Lili BAZNAS Kabupaten Ciamis juga menyatakan kesiapan untuk mengelola potensi zakat tersebut apabila para mitra program MBG bersedia menunaikan zakat dari keuntungan usaha mereka.
Dalam audiensi tersebut juga mengemuka usulan agar Pemerintah Kabupaten Ciamis mengeluarkan imbauan kepada yayasan atau mitra yang terlibat dalam program MBG agar menunaikan zakat melalui BAZNAS, terlebih menjelang bulan Ramadan.
Sementara itu, kader PMII Ciamis
Muhammad Sidik menyampaikan gagasan tersebut muncul dari kajian terhadap potensi ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan program MBG di daerah.
Menurutnya, dengan banyaknya mitra dapur yang terlibat dalam program tersebut, terdapat peluang besar untuk mengoptimalkan zakat dari keuntungan usaha yang dihasilkan.
“Kami melihat ada potensi ekonomi yang cukup besar dari aktivitas program MBG. Karena itu kami mendorong agar potensi zakatnya dapat dihimpun secara sistematis melalui BAZNAS agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Sidik.
Sidik berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan berbagai elemen masyarakat termasuk kalangan mahasiswa dapat memperkuat ekosistem zakat di Kabupaten Ciamis sekaligus mendorong pemanfaatannya secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat.




















