CIAMIS, deJurnal,- Atlet muda Ciamis Archery Schooling Club (CASC) kembali mengharumkan nama Kabupaten Ciamis.
Dalam ajang Pasanggiri Panahan Tradisional Walet Basura Nusantara Jabar Open 2026, Aisha Zahra sukses meraih medali emas pada kategori FFA Umum Putri 18 Meter setelah mengalahkan para pemanah senior dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kejuaraan yang digelar 18 Juli 2026 di Kampus Universitas Sebelas April (UNSAP) Sumedang itu menjadi salah satu ajang bergengsi panahan tradisional yang diselenggarakan oleh Inorga Walet Basura Nusantara di bawah naungan KORMI.
CASC mengirimkan tiga atlet terbaiknya, yakni M. Ilham Maulana Sidik di kategori FFA Umum Putra 18 meter, Aisha Zahra di kategori FFA Umum Putri 18 meter, dan Candra Cahya Komala di kategori FFA Umum Putra 30 meter.
Dari ketiga atlet tersebut, Aisha tampil konsisten sejak babak awal hingga partai penentuan. Ia berhasil mengatasi tekanan saat menghadapi para pemanah yang lebih berpengalaman dan memastikan medali emas untuk Ciamis.
Coach Ciamis Archery Schooling Club, Nasirin, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet muda Ciamis mampu bersaing di level Jawa Barat apabila dibina secara berkelanjutan.
“Prestasi Aisha menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi bagi generasi muda Kabupaten Ciamis. Di tengah derasnya pengaruh penggunaan gawai, Aisha mampu menunjukkan bahwa anak muda tetap bisa berprestasi melalui olahraga, khususnya panahan tradisional,” ujarnya Rabu (20/07/2026)
Menurut Nasirin, kejuaraan di Sumedang juga menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional FESPATI yang akan berlangsung di Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, para atlet CASC juga telah menambah pengalaman bertanding pada Kejuaraan Sundaland di Cimahi.
“Jabar Open ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pemanasan sebelum menghadapi Kejurnas. Hasil yang diraih tentu menjadi modal berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet menghadapi persaingan yang lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap semakin banyak anak-anak dan remaja di Kabupaten Ciamis tertarik menekuni olahraga panahan sebagai aktivitas yang mampu membentuk karakter, melatih konsentrasi, disiplin, kesabaran, serta membuka peluang meraih prestasi hingga tingkat nasional.
Nasirin menambahkan, Ciamis Archery Schooling Club yang berlatih di Taman Lokasana Ciamis terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar panahan, baik untuk tujuan rekreasi maupun pembinaan atlet berprestasi.
“Kami ingin panahan menjadi pilihan olahraga bagi generasi muda Ciamis. Dengan latihan yang terarah dan pembinaan yang berkesinambungan, kami optimistis akan lahir lebih banyak atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















