CIAMIS, deJurnal,- Sebanyak 160 pengayuh becak di Kabupaten Ciamis mengikuti sosialisasi dan pelatihan pengoperasian becak listrik bantuan presiden di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Sabtu (5/9/2026).
Bantuan becak listrik tersebut merupakan bagian dari program bantuan presiden yang ditujukan untuk membantu para pengayuh becak, terutama pengayuh lanjut usia, agar tetap dapat bekerja tanpa harus mengandalkan tenaga untuk mengayuh secara manual.

Dalam penyalurannya, bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
Sementara kendaraan becak listriknya diproduksi oleh PT Pindad sebagai salah satu perusahaan BUMN yang terlibat dalam penyediaan kendaraan tersebut dengan nilai sekitar Rp23 juta per unit
Kegiatan sosialisasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut menjadi bagian dari persiapan penyaluran 160 unit becak listrik kepada 160 penerima di Kabupaten Ciamis.
Sejak pagi, para pengayuh berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemaparan mengenai becak listrik.
Mereka mendapatkan penjelasan terkait tata cara penggunaan, pengoperasian kendaraan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan agar becak listrik dapat digunakan dengan aman.
Kenali Mesin dan Charger Becak Listrik
Usai pemaparan, para pengayuh mendapat kesempatan mengenal langsung bagian-bagian becak listrik. Petugas memperlihatkan mesin sekaligus menjelaskan perangkat pengisian daya atau charger yang digunakan untuk mengisi baterai kendaraan.
Penjelasan tersebut diberikan agar para penerima tidak hanya mengetahui cara menjalankan kendaraan, tetapi juga memahami perangkat pendukung yang menjadi bagian dari becak listrik.
Para pengayuh kemudian mengikuti proses pendaftaran dan administrasi sebagai bagian dari tahapan penerimaan bantuan.
Setelah proses administrasi selesai, mereka melakukan pengecekan terhadap kendaraan masing-masing. Para penerima juga diberikan kesempatan mencoba langsung becak listrik di area yang telah disiapkan.
Pertama Mencoba, Karsono Sempat Kaget
Kesempatan mencoba becak listrik menjadi pengalaman tersendiri bagi para pengayuh. Kendaraan yang memiliki bentuk dan ukuran berbeda dari becak konvensional membuat sebagian penerima perlu beradaptasi sebelum merasa nyaman mengendarainya.
Salah satunya Karsono. Saat pertama kali mencoba mengendarai becak listrik, ia mengaku sempat kaget karena ukuran kendaraan terasa lebih besar dan posisinya lebih tinggi dibandingkan becak yang selama ini dikendarainya.
“Awalnya agak kaget, karena ukurannya lebih besar dan lebih tinggi dari becak yang biasa saya bawa. Jadi memang belum terbiasa,” kata Karsono.
Meski demikian, Karsono optimistis dapat menguasai becak listrik tersebut setelah terbiasa menggunakannya.
“Kalau sudah terbiasa, saya kira bisa mengendarainya. Tadi juga sudah mencoba, tinggal menyesuaikan saja,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan becak listrik akan sangat membantu aktivitas para pengayuh dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Terima kasih atas bantuan becak listrik ini. Mudah-mudahan bisa membantu kami dalam bekerja,” tambahnya.
Sejumlah Pengayuh Konvoi ke Pendopo Ciamis
Setelah seluruh rangkaian sosialisasi, pengecekan dan administrasi selesai, sejumlah pengayuh kemudian membawa becak listrik menuju Pendopo Kabupaten Ciamis.
Mereka bergerak secara beriringan dalam konvoi dengan pengawalan menuju Pendopo. Perjalanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan agenda serah terima becak listrik kepada para penerima.
Becak-becak listrik yang tiba di Pendopo kemudian dipersiapkan untuk agenda serah terima yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (6/9/2026) dan akan dilakukan oleh Bupati Ciamis.
Dibekali Sebelum Digunakan di Jalan
Rangkaian sosialisasi dan praktik tersebut menjadi tahapan penting sebelum para penerima menggunakan becak listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Para pengayuh tidak hanya diperkenalkan dengan kendaraan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk melihat perangkat mesin dan charger, menyelesaikan administrasi, melakukan pengecekan hingga mencoba langsung mengendarai becak listrik.
Pembekalan tersebut bertujuan agar para penerima lebih siap dan mampu beradaptasi dengan karakteristik kendaraan yang berbeda dari becak konvensional.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban fisik saat bekerja dan dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat dalam menunjang penghasilan para pengayuh. (Nay Sunarti)

















