• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, September 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Batik Cakra Galuh Tembus Pendopo Ciamis, Bupati Herdiat Pesan Karya Mia Sumiari Dewi

bydejurnalcom
Senin, 24 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
Batik Cakra Galuh Tembus Pendopo Ciamis, Bupati Herdiat Pesan Karya Mia Sumiari Dewi
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Batik Cakra Galuh mulai mendapat perhatian dari lingkungan Pendopo Ciamis. Motif batik karya Mia Sumiari Dewi, Guru Sejarah SMAN 1 Panawangan sekaligus pendiri Prameswari Galuh, itu dipesan langsung oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya.

Pesanan tersebut menjadi momentum bagi Mia untuk sekaligus memperkenalkan Batik Cakra Galuh secara lebih mendalam kepada Bupati Herdiat. Pertemuan keduanya berlangsung pada Senin (24/8/2026).

BacaJuga :

Gotong Royong Warga dan Bantuan Bupati, Ina Riana Segera Punya Rumah Baru di Tanah Relokasi

BKPSDM Ciamis Tegaskan Tugas ASN, 12.809 Pegawai Tercatat

Ciamis Tak Terlena Jadi Juara, Gerakan ASRI Terus Digelorakan

Mia mengatakan, sebelumnya ia sudah memperkenalkan Batik Cakra Galuh dalam kegiatan launching. Namun, saat peluncuran tersebut Bupati Herdiat tidak dapat hadir.

Kesempatan bertemu setelah adanya pesanan batik kemudian dimanfaatkan untuk menjelaskan secara langsung latar belakang, filosofi serta nilai sejarah yang diangkat dalam motif tersebut.

“Memang sebelumnya saya memperkenalkan motif Batik Cakra Galuh ini, tetapi pada saat launching Bapak Bupati tidak hadir. Kebetulan beliau memesan batik kepada saya, sehingga sekaligus saya bisa bertemu dan mengenalkan Batik Cakra Galuh secara lebih detail,” ujar Mia.

Bupati Herdiat Sambut Batik Cakra Galuh

Menurut Mia, respons Bupati Herdiat terhadap Batik Cakra Galuh cukup positif. Pembicaraan tidak hanya berkaitan dengan produk batik, tetapi berkembang pada sejarah Galuh dan pengalaman Bupati Herdiat ketika masih tinggal di Kawali.

Bupati diketahui berasal dari Kawali, kawasan yang memiliki jejak sejarah penting dalam perjalanan Kerajaan Galuh. Mia menyebut, dalam pertemuan tersebut Bupati Herdiat sempat menceritakan kenangan masa kecilnya di Kawali.

“Beliau sangat responsif. Beliau juga sempat bercerita tentang kenangan ketika dulu tinggal di Kawali. Rumah beliau dulu sekitar 50 meter dari  Astana Gede Kawali dan di sana beliau banyak menghabiskan masa kecil untuk bermain,” kata Mia.

Bagi Mia, respons tersebut menunjukkan adanya kedekatan emosional Bupati Herdiat dengan sejarah Galuh.

Menurutnya, kecintaan tersebut juga tercermin dari penggunaan nama yang memiliki kaitan dengan sejarah Kawali dan Galuh pada nama putra-putri Bupati Herdiat.

“Beliau memang dari Kawali dan rasa cintanya terhadap sejarah Galuh sangat terasa. Bahkan nama anak-anak beliau juga ada yang menggunakan nama yang berkaitan dengan sejarah raja-raja Kawali, seperti Niskala,” tuturnya.

Filosofi Batik Cakra Galuh Jadi Bahan Edukasi

Dalam pertemuan itu, Mia juga menjelaskan filosofi Kembang Cakra yang menjadi bagian penting dalam Batik Cakra Galuh.

Ia bahkan memperlihatkan dokumentasi mengenai bentuk asli simbol Kembang Cakra yang terdapat pada situs Astana Gede Kawali. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai sumber inspirasi motif yang digunakan dalam Batik Cakra Galuh.

Mia menilai, penjelasan mengenai bentuk asli Kembang Cakra penting disampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi berdasarkan sumber dan dokumentasi yang ada.

Berdasarkan dokumentasi yang diperlihatkannya, bentuk Kembang Cakra di Astana Gede Kawali berbentuk seperti bunga.

“Memang saya sempat memperlihatkan foto aslinya kepada beliau. Kalau melihat kondisi yang ada di Astana Gede Kawali, Kembang Cakra itu bentuknya memang seperti bunga,” ujar Mia.

Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya Mia untuk mengenalkan Batik Cakra Galuh bukan hanya sebagai produk fashion, tetapi sebagai media untuk menyampaikan sejarah dan nilai budaya Galuh.

Setiap produk Batik Cakra Galuh, kata dia, juga dilengkapi narasi mengenai filosofi motif. Narasi tersebut sengaja disisipkan sebagai bahan edukasi bagi konsumen.

“Jadi setiap produk tidak hanya memberikan barang kepada klien, tetapi juga kami lengkapi dengan narasi. Harapannya mereka tahu apa filosofi dari Kembang Cakra Galuh dan nilai yang ingin kami sampaikan,” katanya.

Bupati Dorong Batik Ciamis Kembali Berjaya

Dalam pertemuan tersebut, Mia juga menerima pesan dari Bupati Herdiat agar pengembangan batik di Ciamis tidak berhenti pada tahap awal.

Menurut Mia, pesan itu menjadi dorongan bagi para penggerak batik, khususnya di Panawangan, untuk menjaga konsistensi dan semangat dalam mengembangkan produk batik daerah.

“Beliau berpesan, kami sebagai penggerak batik, khususnya di Panawangan, jangan hanya semangat di awal. Semangatnya harus terus dijaga,” kata Mia.

Pesan tersebut dinilai penting karena Ciamis memiliki sejarah panjang dalam perkembangan batik. Mia berharap keberadaan Batik Cakra Galuh dan berbagai inisiatif serupa dapat ikut menghidupkan kembali ekosistem batik di Kabupaten Ciamis.

“Mudah-mudahan sentra batik Ciamis yang dulu pernah berjaya bisa kembali lagi kepada kejayaannya,” ujarnya.

Batik Cakra Galuh Bawa Sejarah Galuh ke Ruang Publik

Pesanan Bupati Ciamis terhadap Batik Cakra Galuh menjadi bagian dari perjalanan karya tersebut untuk semakin dikenal masyarakat luas.

Bagi Mia, masuknya Batik Cakra Galuh ke lingkungan Pendopo Ciamis bukan sekadar soal sebuah produk yang dikenakan atau dipesan pejabat daerah. Lebih dari itu, ada pesan budaya yang ingin terus dibawa melalui setiap motif.

Batik Cakra Galuh dirancang dengan menjadikan sejarah dan nilai-nilai leluhur sebagai bagian dari narasi karya. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam motif agar masyarakat, terutama generasi muda, memiliki cara lain untuk mengenal sejarah Galuh.

Mia berharap langkah kecil tersebut dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Semakin banyak masyarakat mengenal Batik Cakra Galuh, semakin terbuka pula ruang untuk memperkenalkan sejarah Galuh melalui karya kreatif.

“Intinya kami ingin amanat leluhur dan nilai-nilai kebaikan itu bisa disampaikan lebih luas. Batik menjadi salah satu jalannya,” pungkas Mia. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Astana Gede KawaliBatik Cakra Galuhbatik CiamisBatik Jawa Baratbudaya SundaBupati CiamisEkonomi KreatifgaluhHerdiat SunaryaKawaliKembang CakraMia Sumiari DewipanawanganPrameswari GaluhSejarah Galuh
Previous Post

Disdukcapil Ciamis Perkuat Pembinaan Posyandu di Cijeungjing, Fokus Pantau Balita dan Cegah Stunting

Next Post

Kawal Vitamin A Balita, Diskominfo Ciamis Turun ke Posyandu

Related Posts

Bupati Herdiat Apresiasi Gotong Royong Warga dalam Nyangku Panjalu  2026
deNews

Bupati Herdiat Apresiasi Gotong Royong Warga dalam Nyangku Panjalu 2026

Senin, 7 September 2026
Azkalana Raih Juara Harumkan  Ciamis di Panggung Batik Nusantara
deNews

Azkalana Raih Juara Harumkan Ciamis di Panggung Batik Nusantara

Senin, 7 September 2026
160 Pengayuh Becak Ciamis Ikuti Sosialisasi Becak Listrik Bantuan Presiden
deNews

160 Pengayuh Becak Ciamis Ikuti Sosialisasi Becak Listrik Bantuan Presiden

Sabtu, 5 September 2026
Gotong Royong Warga dan Bantuan Bupati, Ina Riana Segera Punya Rumah Baru di Tanah Relokasi
deNews

Gotong Royong Warga dan Bantuan Bupati, Ina Riana Segera Punya Rumah Baru di Tanah Relokasi

Sabtu, 5 September 2026
BKPSDM Ciamis Tegaskan Tugas ASN, 12.809 Pegawai Tercatat
deNews

BKPSDM Ciamis Tegaskan Tugas ASN, 12.809 Pegawai Tercatat

Selasa, 1 September 2026
Ciamis Tak Terlena Jadi Juara, Gerakan ASRI Terus Digelorakan
deNews

Ciamis Tak Terlena Jadi Juara, Gerakan ASRI Terus Digelorakan

Selasa, 1 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

KabarDaerah

Kepala Sekolah di Ciamis Diduga Diteror Oknum Wartawan, PGRI dan Organisasi Pers Diskusi Bersama Mencari Solusi

Rabu, 24 September 2025
Pantai Apra

Cuaca Ekstrim, Disparbud Cianjur Larang Wisatawan Berenang di Pantai Selatan

Selasa, 1 April 2025

MPP Garut Miliki Layanan Keimigrasian, Kepala DPMPTSP : Permudah Warga Membuat Paspor

Rabu, 17 September 2025

Menumbuhkan Semangat Olahraga Melalui Kepengurusan Baru PBVSI Garut

Jumat, 24 Oktober 2025

Kabupaten Garut Rentan Bencana Hidrometeorologi, Bupati Ajak Semua Elemen Siapsiaga

Rabu, 6 Oktober 2021

Tak Ada Saling Tuding Penyebab Banjir Bandang, Bupati Garut Minta Polda Jabar Lakukan Penyelidikan

Selasa, 30 November 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste