CIAMIS , deJurnal,- Upaya memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ciamis terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan hingga tingkat desa.
Salah satunya melalui pembinaan Posyandu yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis di Kecamatan Cijeungjing.
Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pembina Posyandu, Disdukcapil tidak hanya hadir dalam aspek pembinaan kelembagaan, tetapi juga ikut mendorong agar pelayanan Posyandu berjalan tertib dan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan data bagi program pembangunan.
Pembinaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Bulan Penimbangan Balita dan Pemberian Vitamin A di sejumlah Posyandu di Kecamatan Cijeungjing. Kegiatan berlangsung secara bertahap sepanjang Agustus 2026.
Sejumlah Posyandu yang menjadi lokasi kegiatan antara lain Posyandu Cempaka 1 Desa Kertaharja pada 12 Agustus, Posyandu Anggadea Desa Cijeungjing pada 13 Agustus, serta Posyandu Anggrek I Desa Dewasari dan Posyandu Karang Asih I Desa Karangkamulyan pada 15 Agustus 2026.
Selanjutnya, pembinaan dilakukan di Posyandu Kenanga Desa Karanganyar pada 18 Agustus. Pada 19 Agustus, kegiatan berlangsung di Posyandu Sugihmukti Desa Handapherang, Posyandu Dahlia Desa Ciharalang, serta Posyandu Cahaya Mekar Desa Kertabumi.
Pantau Pertumbuhan Balita Secara Berkala
Dalam kegiatan tersebut, pelayanan Posyandu mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pencatatan hasil pengukuran, hingga pemantauan pertumbuhan balita.
Pemberian Vitamin A juga dilakukan kepada sasaran sesuai jadwal dan ketentuan program kesehatan.
Data hasil pengukuran menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu. Karena itu, ketelitian kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan menjadi salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan Posyandu.
Selain pelayanan kesehatan dasar, kader juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya memantau pertumbuhan anak, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mengikuti imunisasi serta memastikan anak memperoleh Vitamin A sesuai jadwal.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, Ny. Kania Ernawati Herdiat, menilai Posyandu memiliki posisi penting karena menjadi salah satu pintu pelayanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik. Karena itu, kolaborasi seluruh unsur sangat diperlukan agar setiap anak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai,” ujarnya.
Data Kependudukan Jadi Penopang Program
Keterlibatan Disdukcapil dalam pembinaan Posyandu juga berkaitan dengan pentingnya data kependudukan dalam menentukan sasaran berbagai program pemerintah.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis Yayan M Supyan menyampaikan, data yang akurat dan tertib dibutuhkan agar intervensi pemerintah dapat diberikan kepada kelompok sasaran secara tepat.
“Data yang akurat merupakan salah satu fondasi dalam menentukan sasaran program pemerintah. Karena itu, Disdukcapil siap bersinergi dengan Posyandu, pemerintah desa, kecamatan, Puskesmas dan seluruh unsur terkait agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin tepat sasaran,” katanya.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat ditangani hanya dari satu sisi. Faktor kesehatan dan gizi memang menjadi bagian utama, tetapi keberadaan data kependudukan yang tertib juga diperlukan untuk membantu pemerintah mengenali sasaran dan menyusun intervensi secara lebih terarah.
Pembinaan Posyandu di Kecamatan Cijeungjing sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara Disdukcapil, pemerintah kecamatan, Puskesmas, pemerintah desa, TP PKK, kader Posyandu dan masyarakat.
Posyandu Diperkuat sebagai Garda Terdepan
Keberadaan kader di tingkat Posyandu menjadi salah satu kekuatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Kader berada paling dekat dengan keluarga sehingga dapat membantu menemukan persoalan pertumbuhan sejak dini dan mengarahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Posyandu diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi pelayanan dasar sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mencegah stunting di Kabupaten Ciamis.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader dan keluarga menjadi kunci agar pemantauan balita tidak berhenti pada kegiatan penimbangan, tetapi berlanjut pada tindak lanjut ketika ditemukan masalah pertumbuhan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Kabupaten Ciamis memperkuat pelayanan berbasis masyarakat dan memastikan program pencegahan stunting benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan. (Nay Sunarti)















