Ciamis, deJurnal,- Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten dan Kota Tasikmalaya turut terlibat dalam operasi pencarian korban dugaan bunuh diri di kawasan Jembatan Cirahong, Sabtu (23/5/2026).
Bersama tim SAR gabungan, mereka menyisir aliran Sungai Citanduy menggunakan dua unit perahu karet hingga akhirnya korban ditemukan sekitar delapan kilometer dari titik awal diduga terjatuh.
Ketua TAGANA Kota Tasikmalaya, Asep Muslih alias Kang Mus, mengatakan personelnya langsung bergabung membantu proses pencarian sejak pagi. Penyisiran dilakukan dari bawah Jembatan Cirahong hingga sejumlah titik di wilayah hilir Sungai Citanduy.
“Karena area pencarian cukup panjang, kami lakukan pembagian sektor bersama TAGANA Ciamis dan unsur SAR lainnya supaya penyisiran lebih maksimal,” ujar Kang Mus di lokasi pencarian.
Sejak pagi, suasana di bawah Jembatan Cirahong dipenuhi aktivitas petugas gabungan. Sejumlah personel tampak menyusuri sungai menggunakan perahu karet, sementara tim lainnya melakukan pemantauan dari bantaran sungai dan titik-titik yang dipenuhi semak serta ranting.
Operasi pencarian melibatkan TAGANA Kabupaten Ciamis, TAGANA Kota Tasikmalaya, Basarnas Tasikmalaya, BPBD Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Kota Tasikmalaya, serta unsur relawan lainnya.
Korban akhirnya ditemukan oleh relawan TAGANA bernama Cepi saat tim melakukan penyisiran di area sungai yang alirannya relatif tenang. Saat itu, korban terlihat tersangkut di antara tumpukan sampah dan ranting di tepian sungai.
Awalnya, Cepi mengira benda tersebut hanyalah sampah yang mengendap di aliran Sungai Citanduy. Namun setelah perahu didekatkan, terlihat bagian kaos berwarna biru yang masih melekat di tubuh korban.
“Awalnya saya kira cuma sampah biasa yang nyangkut. Tapi setelah didekati terlihat kaos warna biru. Dari situ saya yakin itu korban yang sedang dicari,” kata Cepi.
Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan tengkurap dan sebagian tubuhnya tertutup tumpukan sampah sungai. Suasana pencarian yang sebelumnya berlangsung tenang mendadak berubah tegang setelah tim memastikan tubuh tersebut merupakan korban yang dicari sejak kejadian di Jembatan Cirahong.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi secara hati-hati karena posisi jasad berada di area yang cukup sulit dijangkau. Sejumlah petugas turun langsung ke tepian sungai untuk membantu proses pengangkatan korban sebelum dibawa ke darat menggunakan ambulans.
Kang Mus menambahkan, berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui merupakan warga Kota Tasikmalaya. Karena itu, proses penanganan selanjutnya diserahkan kepada BPBD Kota Tasikmalaya.
“Karena korban ber-KTP Kota Tasikmalaya, penanganannya diambil alih BPBD Kota Tasik. Dari pihak Ciamis juga langsung berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota untuk proses selanjutnya,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Tasikmalaya untuk proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan seluruh unsur SAR gabungan kembali dari lokasi operasi. (Nay Sunarti)















