CIAMIS, deJurnal,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mematok standar tinggi bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Ciamis. Meski RSUD Ciamis berstatus rumah sakit kelas C dan RSUD Kawali kelas D, keduanya diminta mampu menghadirkan pelayanan yang setara dengan rumah sakit kelas A dan B.
Menurut bupati, kualitas pelayanan tidak boleh ditentukan oleh kelas rumah sakit ataupun keterbatasan anggaran, melainkan oleh komitmen, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati Herdiat saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis periode 2026–2029 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (10/7/2026).
Di hadapan jajaran dokter yang baru dilantik, bupati mengajak seluruh tenaga kesehatan memiliki visi dan komitmen yang sama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Saya ingin pelayanan yang maksimal. RSUD Ciamis memang rumah sakit kelas C, tetapi pelayanannya harus kelas A. RSUD Kawali kelas D, tetapi pelayanannya harus mampu setara kelas B bahkan kelas A. Mampu atau tidak, semuanya kembali kepada niat kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut bupati, masyarakat tidak menilai pelayanan dari status atau kelas rumah sakit, melainkan dari kecepatan, keramahan, profesionalisme, dan kepastian layanan yang diterima.
Karena itu, ia meminta seluruh dokter menjadikan profesinya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Tugas dokter adalah tugas yang sangat mulia. Jangan pernah membedakan suku, agama, kaya ataupun miskin. Semua masyarakat harus diperlakukan sama dan mendapatkan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar pelantikan pengurus IDI tidak berhenti sebagai seremoni organisasi.
Kepengurusan yang baru, menurutnya, harus mampu menerjemahkan amanah tersebut melalui kerja nyata yang berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Ciamis.
“Saya berharap pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi awal untuk mengimplementasikan tugas dan tanggung jawab sebagai dokter dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Bupati mengakui kemampuan fiskal daerah masih terbatas. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.
Ia justru mengajak seluruh jajaran kesehatan menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi.
“Saya mohon maaf apabila selama ini ada kata-kata saya yang mungkin kurang berkenan. Semua itu semata-mata untuk mendorong dan memotivasi agar kita bekerja lebih baik lagi,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Ciamis di tingkat provinsi, nasional hingga internasional meski dengan kemampuan anggaran yang terbatas.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan mampu menghasilkan kinerja yang membanggakan.
“Kalau berprestasi dengan anggaran besar itu biasa. Tetapi ketika dengan segala keterbatasan kita masih mampu meraih prestasi di tingkat Jawa Barat maupun nasional, itu yang patut kita syukuri dan terus dipertahankan,” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan Ciamis meraih predikat sebagai kabupaten kecil terbersih di Asia yang dicapai melalui budaya gotong royong masyarakat, bukan semata-mata karena dukungan anggaran besar atau teknologi canggih.
Menutup sambutannya, bupati mengajak seluruh dokter dan tenaga kesehatan terus memperkuat kebersamaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kuncinya adalah guyub. Ngawangun Galuh babarengan. Jika kita memiliki visi dan komitmen yang sama, saya yakin pelayanan kesehatan di Kabupaten Ciamis akan terus meningkat dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















