CIAMIS, deJurnal,– RSUD Ciamis menargetkan layanan tindakan intervensi jantung berupa pemasangan ring jantung (Percutaneous Coronary Intervention/PCI) mulai beroperasi pada kuartal IV atau akhir 2026.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi terobosan penting dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu, mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan agar layanan tersebut dapat beroperasi sesuai target. Persiapan meliputi pemenuhan tenaga medis yang memiliki kompetensi khusus, penyediaan peralatan medis, hingga penguatan sistem pendukung pelayanan sesuai standar keselamatan pasien.
“Kami menargetkan layanan tindakan intervensi, termasuk pemasangan ring jantung, dapat mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini. Saat ini seluruh persiapan terus dimatangkan, baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan, maupun sistem pendukung pelayanan,” ujar dr. Bayu usai menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis periode 2026–2029, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, layanan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pelayanan vaskular dan kardiovaskular di RSUD Ciamis. Selama ini, pasien yang membutuhkan tindakan pemasangan ring jantung umumnya masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Ciamis.
Dengan tersedianya layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota lain.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas. Harapannya, kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat ditekan karena layanan sudah tersedia di RSUD Ciamis,” katanya.
Dr. Bayu menjelaskan, pengembangan layanan spesialistik merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang mendorong penguatan kapasitas rumah sakit daerah.
Menurutnya, rumah sakit daerah dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang semakin lengkap agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan komprehensif tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di daerah lain.
Meski menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan, RSUD Ciamis, kata dia, tetap berkomitmen melakukan inovasi dan pengembangan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan melalui berbagai inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Selain pengembangan sarana dan prasarana, RSUD Ciamis juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan. Menurut dr. Bayu, peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan layanan spesialistik.
Karena itu, pihaknya berharap kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis dapat menjadi mitra strategis rumah sakit dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dokter di Kabupaten Ciamis.
“Transformasi kesehatan menuntut seluruh tenaga medis terus meningkatkan kompetensi. Kami berharap IDI terus memperkuat pembinaan profesi sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan layanan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit sendiri. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh tenaga medis agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.
“Kami berharap semua pihak tetap solid dan saling mendukung. Dengan kolaborasi yang kuat, pelayanan kesehatan di Kabupaten Ciamis akan terus berkembang sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh mencari layanan yang sebenarnya bisa disediakan di daerah sendiri,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















