CIAMIS, deJurnal,- Tren slow jogging mulai mendapat tempat di tengah masyarakat, termasuk di Kabupaten Ciamis. Berbeda dengan lari yang identik dengan kecepatan dan persaingan waktu, slow jogging mengajak masyarakat menikmati olahraga dengan ritme santai, nyaman, dan minim risiko cedera.
Seiring meningkatnya tren tersebut, Ciamis dinilai memiliki banyak ruang publik yang mendukung masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat.
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, mengatakan, keberadaan ruang terbuka hijau dan kawasan publik yang tersebar di Ciamis menjadi modal besar untuk mendorong masyarakat semakin aktif berolahraga sekaligus menikmati destinasi daerah.
Menurutnya, aktivitas olahraga kini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cara menikmati suasana kota.
“Ciamis memiliki banyak lokasi yang sangat nyaman untuk berjalan kaki, berlari, maupun melakukan slow jogging. Selain menyehatkan, masyarakat juga bisa menikmati suasana kota dan ruang terbuka yang terus ditata menjadi lebih baik,” ujar Endang Sabtu (18/07/2026)
Ia menyebutkan sejumlah lokasi yang kini menjadi favorit masyarakat untuk berolahraga, di antaranya Taman Lokasana, Alun-Alun Ciamis, kawasan Islamic Center Ciamis, lintasan BMX Ciamis, hingga sejumlah taman kota dan jalur pedestrian yang tersebar di beberapa wilayah.
“Pilihannya cukup banyak. Ada Taman Lokasana yang rindang, Alun-Alun Ciamis yang selalu ramai pada pagi dan sore hari, kawasan Islamic Center yang memiliki area terbuka luas, lintasan BMX, bahkan masih banyak lokasi lain yang nyaman untuk olahraga ringan bersama keluarga maupun komunitas,” katanya.
Endang menilai tren slow jogging sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mengoptimalkan fungsi ruang publik sebagai tempat berinteraksi dan beraktivitas.
Olahraga Santai yang Menyehatkan
Fenomena slow jogging sendiri mulai berkembang di Indonesia setelah lebih dahulu populer di Jepang dan Korea Selatan.
Metode ini diperkenalkan oleh Prof. Hiroaki Tanaka dari Fukuoka University, Jepang, melalui konsep niko pace, yakni berlari dengan kecepatan yang tetap membuat pelakunya mampu tersenyum dan bercakap-cakap selama berolahraga.
Dengan kecepatan sekitar 3 hingga 5 kilometer per jam, slow jogging dilakukan hampir menyerupai jalan cepat. Meski terlihat ringan, aktivitas ini tetap memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh karena mampu meningkatkan daya tahan jantung dan paru, membantu metabolisme, serta memperbaiki kebugaran secara bertahap.
Selain itu, intensitas yang rendah membuat tekanan pada persendian, ligamen, dan tendon jauh lebih kecil dibandingkan lari konvensional, sehingga risiko cedera juga lebih minim.
Karena itulah, olahraga ini dinilai cocok dilakukan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak muda hingga lanjut usia.
Wisata Sehat Sekaligus Nikmati Ciamis
Endang berharap tren slow jogging dapat menjadi budaya baru di masyarakat. Selain meningkatkan kualitas kesehatan, aktivitas tersebut juga dapat memperkenalkan berbagai ruang publik dan destinasi yang dimiliki Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, kawasan-kawasan terbuka yang selama ini dimanfaatkan warga untuk berolahraga juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai ruang rekreasi keluarga dan wisata perkotaan.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Tidak harus mengejar kecepatan atau jarak, yang terpenting adalah bergerak, menjaga kesehatan, dan menikmati suasana Ciamis. Datang ke taman, jogging santai, lalu menikmati kuliner atau berinteraksi dengan komunitas akan memberikan pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, budaya hidup sehat yang tumbuh di ruang publik juga akan memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi masyarakat. Kehadiran komunitas olahraga di berbagai titik diyakini dapat menghidupkan aktivitas pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang makanan dan minuman hingga sektor jasa lainnya.
“Olahraga kini bukan hanya soal kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas wisata. Ciamis memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata olahraga berbasis ruang publik yang nyaman, aman, dan ramah bagi semua kalangan,” pungkas Endang. (Nay Sunarti)














