Dejurnal.com, Garut – Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Garut mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang diagendakan berlangsung pada Agustus 2026. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat yang dinilai memiliki peluang untuk memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut periode 2026–2031.
Salah satu nama yang secara terbuka menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi tersebut adalah Aris Munandar, S.Pd., yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut. Pernyataan kesiapan Aris untuk maju dalam bursa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut menjadi perhatian karena dirinya bukan merupakan figur yang baru muncul menjelang Musda.
Aris diketahui memiliki pengalaman dalam struktur dan aktivitas organisasi Partai Golkar sekaligus pengalaman memimpin lembaga legislatif di tingkat daerah.
Kesiapan tersebut disampaikan Aris ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (18/8/2026).
“Sebagai kader Partai Golkar sekaligus pimpinan lembaga legislatif menjadi modal penting untuk membawa partai menghadapi tantangan politik ke depan,” ungkap Aris.
Memiliki Pengalaman di Internal Partai
Aris Munandar dinilai memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam perjalanan politik dan organisasi Partai Golkar di Kabupaten Garut.
Pengalamannya sebagai bagian dari kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Garut menjadi salah satu modal yang disebut memperkuat langkahnya dalam menghadapi kontestasi internal partai.
Dengan pengalaman tersebut, Aris tidak hanya memahami kerja-kerja politik praktis di lapangan, tetapi juga mengetahui bagaimana dinamika organisasi partai berjalan dari tingkat kabupaten hingga jaringan di bawahnya.
Menurut Aris, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses pencalonan.
“Mungkin banyak pihak menilai bahwa rekam jejak tersebut membuat saya bukan figur yang tiba-tiba muncul menjelang Musda,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa pencalonannya tidak semata-mata didorong oleh posisi yang saat ini diembannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut, tetapi juga berangkat dari perjalanan dan keterlibatannya di dalam organisasi Partai Golkar.
Posisi Ketua DPRD Jadi Modal Konsolidasi
Selain pengalaman organisasi, posisi Aris sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya tawarnya dalam kontestasi internal Partai Golkar. Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Aris memiliki ruang komunikasi yang luas dengan berbagai unsur pemerintahan daerah, anggota DPRD, organisasi politik, serta berbagai elemen masyarakat.
Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal dalam membangun komunikasi dan konsolidasi politik, khususnya menghadapi dinamika politik Kabupaten Garut yang terus berkembang.
Aris menyebut dirinya memiliki pengalaman dalam menjalankan fungsi sebagai penghubung antara eksekutif dan legislatif.
Menurutnya, posisi tersebut juga membuat jaringan komunikasi yang dimilikinya tidak hanya berada di lingkungan pemerintahan dan DPRD, tetapi telah menjangkau berbagai wilayah hingga tingkat desa.
Mengaku Memiliki Jaringan Hingga Tingkat Desa
Aris secara terbuka menyampaikan bahwa salah satu kekuatan yang dimilikinya adalah jaringan politik dan sosial yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Garut.
Jaringan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi apabila dirinya dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
“Saya sebagai Ketua DPRD merupakan jembatan eksekutif-legislatif dan punya jaringan sampai desa,” kata Aris.
Ia juga menegaskan bahwa pengalaman tersebut membuat dirinya memahami karakteristik persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah.
Bagi seorang calon pemimpin partai di tingkat kabupaten, kemampuan membangun komunikasi hingga tingkat akar rumput menjadi faktor penting. Sebab, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh soliditas organisasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan basis massa.
Konsolidasi Internal Menjadi Tantangan
Kontestasi menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut periode 2026–2031 diperkirakan tidak hanya akan berbicara mengenai siapa yang memiliki dukungan paling besar, tetapi juga bagaimana masing-masing kandidat mampu membangun konsolidasi internal.
Musda nantinya menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kabupaten Garut untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi dalam lima tahun mendatang.
Pemimpin yang terpilih akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menjaga soliditas kader, memperkuat struktur organisasi, meningkatkan konsolidasi hingga tingkat bawah, serta mempersiapkan partai menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Dalam konteks tersebut, pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi politik, loyalitas terhadap partai, serta kapasitas membangun hubungan dengan berbagai kelompok menjadi faktor yang berpotensi menentukan. Aris sendiri menyatakan bahwa dirinya siap mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi Partai Golkar.
Bukan Sekadar Perebutan Kursi Ketua
Bursa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut periode 2026–2031 pada akhirnya bukan sekadar persoalan perebutan posisi kepemimpinan. Musda juga menjadi ruang untuk menentukan arah perjalanan Partai Golkar Kabupaten Garut dalam menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan.
Kader dan pemilik suara dalam Musda nantinya akan memiliki peran penting dalam menentukan figur yang dianggap mampu membawa organisasi menjadi lebih solid dan kompetitif.
Di tengah menghangatnya bursa tersebut, munculnya nama Aris Munandar menambah warna dalam dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Garut.
Dengan pengalaman sebagai kader partai, pengalaman dalam kepengurusan organisasi, serta posisinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris kini menyatakan kesiapannya untuk ikut dalam proses tersebut.
Namun demikian, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut periode 2026–2031 tetap akan ditentukan melalui mekanisme organisasi sesuai ketentuan dan proses Musda.
Perkembangan menuju Musda pun diperkirakan akan semakin menarik untuk diikuti, terutama terkait peta dukungan, komunikasi antar-kader, konsolidasi di tingkat kecamatan dan desa, serta munculnya kandidat-kandidat lain yang kemungkinan ikut meramaikan bursa kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Garut.
Dengan demikian, pernyataan kesiapan Aris Munandar menjadi salah satu sinyal bahwa pertarungan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut periode 2026–2031 mulai memasuki fase yang semakin terbuka.***Willy
















