CIAMIS, deJurnal,– Perumdam Tirta Galuh Ciamis kembali memperluas akses layanan air siap minum bagi masyarakat. Setelah menghadirkan fasilitas air minum gratis di kawasan Alun-Alun Ciamis, kini layanan serupa ditambah di area Masjid Agung Ciamis.
Penambahan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Perumdam Tirta Galuh mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di lokasi yang setiap hari ramai dikunjungi warga dan jemaah.
Titik kran air siap minum ditempatkan di area Masjid Agung Ciamis, tepatnya di sekitar gerbang masuk masjid depan Pendopo Ciamis. Lokasi tersebut dipilih agar mudah dijangkau jemaah, baik sebelum maupun setelah melaksanakan ibadah.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi jemaah yang membutuhkan air minum selama berada di lingkungan masjid. Masyarakat juga dapat membawa tumbler atau wadah minum sendiri untuk mengisi ulang air tanpa harus membeli air kemasan.
Dekat Gerbang Masuk, Mudahkan Jemaah
Penempatan titik air siap minum di dekat gerbang masuk Masjid Agung Ciamis menjadi pertimbangan utama agar fasilitas tidak sulit ditemukan.
Jemaah yang datang untuk melaksanakan salat, mengikuti pengajian, menghadiri kegiatan keagamaan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar masjid dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan lebih praktis.
Selain memberikan kemudahan, penyediaan air siap minum di kawasan masjid juga menunjukkan bahwa pelayanan air bersih tidak hanya diarahkan ke ruang publik dan kawasan rekreasi, tetapi mulai menjangkau fasilitas umum yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Direktur Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Amsi Yudi Purwanto, SE., MT., mengatakan perluasan titik layanan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan karakteristik lokasi.
“Fasilitas ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, termasuk para jemaah yang beraktivitas di Masjid Agung Ciamis. Kami memilih lokasi yang mudah dijangkau supaya keberadaan fasilitas ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dipastikan Menggunakan Air yang Layak dan Aman
Perumdam Tirta Galuh memastikan air yang tersedia pada fasilitas tersebut merupakan air yang telah melalui proses pengolahan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai air siap minum.
Untuk fasilitas air siap minum yang dikembangkan Perumdam Tirta Galuh, pengolahan menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyaringan.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menyaring berbagai kandungan pengotor dan menghasilkan air dengan kualitas yang memenuhi standar pengolahan air minum.
Khusus bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas di Masjid Agung Ciamis, aspek kualitas air menjadi perhatian utama.
Perumdam memastikan air yang disalurkan melalui fasilitas tersebut berasal dari sumber air yang telah melalui proses pengolahan dan pengawasan.
“Air yang kami sediakan sudah melalui proses pengolahan. Jadi masyarakat, termasuk jemaah, tidak perlu khawatir untuk memanfaatkannya sebagai air minum,” kata Amsi.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap fasilitas dan kualitas air akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut penting untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik dan masyarakat mendapatkan air sesuai peruntukannya.
Dorong Kebiasaan Membawa Tumbler
Selain memberikan kemudahan bagi jemaah, keberadaan kran air siap minum juga diharapkan dapat mendorong kebiasaan masyarakat membawa wadah minum sendiri.
Penggunaan tumbler dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi ketergantungan terhadap air minum dalam kemasan sekali pakai.
Masyarakat yang membawa tumbler dapat mengisi ulang air ketika berada di kawasan Masjid Agung Ciamis. Dengan begitu, kebutuhan air minum dapat dipenuhi sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik.
“Kami juga ingin membangun kebiasaan baru di masyarakat. Kalau bepergian, termasuk ketika datang ke masjid, biasakan membawa tumbler. Selain praktis, kebiasaan ini juga membantu mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Perluasan Layanan Air Siap Minum
Penambahan titik air siap minum di Masjid Agung Ciamis menjadi bagian dari pengembangan layanan Perumdam Tirta Galuh yang sebelumnya telah menghadirkan fasilitas serupa di kawasan Alun-Alun Ciamis.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penyediaan fasilitas air siap minum mulai diarahkan ke sejumlah ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Dengan bertambahnya titik layanan, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan akses air minum ketika berada di ruang publik.
Perumdam Tirta Galuh berharap fasilitas tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara bersama-sama. Kebersihan area sekitar kran, penggunaan fasilitas sesuai peruntukan, serta kebiasaan membawa wadah minum sendiri menjadi bagian penting agar layanan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Bagi jemaah Masjid Agung Ciamis, keberadaan kran air siap minum di dekat gerbang masuk masjid kini menjadi fasilitas tambahan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat langsung. Jemaah tidak perlu mencari jauh ketika membutuhkan air minum setelah beraktivitas di lingkungan masjid.
Perumdam Tirta Galuh menilai pelayanan publik pada akhirnya bukan hanya soal membangun fasilitas, tetapi memastikan fasilitas tersebut hadir di tempat yang tepat, mudah dijangkau dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (Nay Sunarti)

















