Dejurnal.com, Garut — Pelaksanaan kegiatan perkemahan dalam rangka Jambore Ranting Lebat Tingkat 2 Raimuna Kanira Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Ranca Ilat, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, mendapat perhatian dari jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bungbulang.
Kegiatan kepramukaan yang diikuti para peserta dari berbagai unsur tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati Hari Pramuka ke-65, tetapi juga dinilai sebagai sarana penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kapolsek Bungbulang, IPTU Giyono, S.IP., saat ditemui dejurnal.com, Senin(7/9/2026) menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan perkemahan tersebut. Menurutnya, gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, khususnya di wilayah Kecamatan Bungbulang.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Kapolsek Bungbulang IPTU Giyono, S.IP. Pertama, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Pramuka yang ke-65,” ujar IPTU Giyono.
Ia berharap memasuki usia ke-65 tahun, Gerakan Pramuka semakin matang dan mampu terus memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan generasi muda.
Menurutnya, berbagai kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak dan para pemuda untuk mengembangkan potensi diri.
Pramuka, kata dia, tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai moral dan tanggung jawab yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga dengan usia yang sudah semakin dewasa, yaitu 65 tahun, kegiatan-kegiatan kepramukaan ini dapat terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan generasi muda, khususnya yang ada di Kecamatan Bungbulang,” katanya.
Dasa Dharma Pramuka Dinilai Relevan dengan Pembentukan Karakter
IPTU Giyono menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka sangat relevan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengambil berbagai pelajaran dari kegiatan Raimuna maupun perkemahan yang sedang berlangsung. Semangat kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, kepemimpinan, keberanian, dan kepedulian sosial yang dibangun melalui kegiatan Pramuka diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap nilai-nilai yang ada dalam kepramukaan, Dasa Dharma Pramuka dan nilai-nilai lainnya, bisa memberikan semangat serta inspirasi kepada para pemuda untuk menggapai cita-cita,” tuturnya.
Ia juga berharap generasi muda Kecamatan Bungbulang mampu memberikan warna terbaik bagi Indonesia dengan menunjukkan prestasi dan perilaku positif di tengah masyarakat.
“Memberikan warna yang terbaik pada Indonesia ini dan memberikan kontribusi yang positif, khususnya di Kecamatan Bungbulang,” imbuhnya.
Polisi Lakukan Pemantauan dan Pengaturan Lalu Lintas
Selain memberikan apresiasi terhadap kegiatan kepramukaan, Polsek Bungbulang juga melakukan pemantauan terhadap jalannya kegiatan dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
IPTU Giyono menjelaskan, sejak kegiatan mulai berlangsung, pihak kepolisian telah melakukan pemantauan di sejumlah titik yang menjadi akses menuju lokasi perkemahan. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan guna memastikan mobilitas peserta maupun masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib.
“Kami dari beberapa kegiatan, mulai kemarin, sudah melakukan pemantauan. Kami juga mulai dari arah jalan Cisewu melakukan kegiatan, termasuk memberikan pengaturan lalu lintas,” jelasnya.
Menurutnya, pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada seluruh peserta, panitia, pembina, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Kondisi geografis menuju kawasan perkemahan juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan menuju lokasi memiliki tanjakan dan tikungan sehingga peserta yang menggunakan kendaraan harus benar-benar memperhatikan faktor keselamatan.
Polisi Imbau Peserta Utamakan Keselamatan
Salah satu hal yang menjadi perhatian Kapolsek Bungbulang adalah masih ditemukannya peserta yang menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang.
IPTU Giyono mengingatkan agar para peserta tidak mengabaikan aspek keselamatan selama perjalanan menuju maupun meninggalkan lokasi perkemahan.
“Kami juga mengimbau khususnya kepada semua peserta yang ikut kegiatan camping ini, khususnya dalam berlalu lintas, untuk berhati-hati dan menjaga keselamatan,” ujarnya.
Ia mengatakan, penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang memiliki risiko keselamatan yang cukup tinggi. Terlebih, perjalanan menuju lokasi perkemahan melewati jalan dengan kondisi menanjak, menikung, serta memiliki potensi terjadinya pengereman mendadak.
“Kami lihat juga masih ada kendaraan bak terbuka yang dinaiki. Memang kami tidak secara tegas melarang, meskipun secara aturan itu tidak boleh menaiki kendaraan dengan seperti itu,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa imbauan tersebut bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas peserta, melainkan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan para peserta.
Ia meminta apabila kendaraan yang digunakan memiliki ruang penumpang tertutup, para penumpang sebaiknya berada di dalam kendaraan dan tidak berada di bak terbuka.
“Kalau penumpang, jangan ada di bak kendaraan. Masuk di dalam. Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan keadaan emergency, khususnya karena kita banyak tanjakan, tikungan dan lain-lain. Bahkan bisa terjadi rem mendadak,” jelasnya.
Keamanan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Kapolsek Bungbulang menegaskan bahwa terciptanya keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan perkemahan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
Peserta, panitia, pembina, orang tua, serta masyarakat sekitar diharapkan bersama-sama menjaga ketertiban dan memperhatikan keselamatan.
Menurutnya, kegiatan Pramuka seharusnya menjadi momentum untuk membangun kebiasaan positif, termasuk kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun orang lain.
Ia pun menyampaikan pesan kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
“Ini semuanya demi keselamatan kepada adik-adik, anak-anak saya semua di Kecamatan Bungbulang,” katanya.
Selaras dengan Semangat Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
Di akhir keterangannya, IPTU Giyono mengaitkan semangat yang terkandung dalam kegiatan kepramukaan dengan nilai yang saat ini menjadi semangat kerja jajaran Kepolisian Resor Garut.
Menurutnya, nilai-nilai Pramuka seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, ketekunan, serta pengabdian kepada masyarakat memiliki semangat yang sejalan dengan slogan yang disampaikan Kapolres Garut, yakni kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
“Nilai-nilai yang ada di dalam Pramuka tentunya juga sejalan dengan apa yang sekarang menjadi slogan dari Bapak Kapolres Garut, yaitu kerja tiga: kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Itu yang menjadi dasar utama,” pungkasnya.
Pelaksanaan Jambore Ranting Lebat Tingkat 2 Raimuna Kanira Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Ranca Ilat diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial kepramukaan, tetapi mampu memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin memiliki karakter yang tangguh, mandiri, disiplin, peduli terhadap sesama, serta mampu menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi jajaran Polsek Bungbulang, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda agar selalu mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan.
Dengan sinergi antara gerakan Pramuka, kepolisian, pemerintah, pembina, serta masyarakat, kegiatan kepramukaan di Kecamatan Bungbulang diharapkan dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa dan negara.***Willy















