• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, September 10, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Sukses dengan Batik Cakra Galuh, Mia Sumiari Dewi Luncurkan Batik Cangkoreh Majeti

bydejurnalcom
Kamis, 10 September 2026
Reading Time: 3 mins read
Sukses dengan Batik Cakra Galuh, Mia Sumiari Dewi Luncurkan Batik Cangkoreh Majeti
ShareTweetSend

BANJAR, deJurnal,- Setelah memperkenalkan Batik Cakra Galuh yang mengangkat sejarah dan filosofi Galuh di Kabupaten Ciamis, Mia Sumiari Dewi kembali melahirkan karya baru.

Guru Sejarah SMAN 1 Panawangan sekaligus pendiri Prameswari Galuh tersebut kini berkolaborasi dalam pengembangan Motif Batik Cangkoreh Majeti, yang mengangkat kearifan lokal Pulo Majeti, Kota Banjar.

Motif Batik Cangkoreh Majeti diperkenalkan dalam kegiatan STISIP Bina Putra Banjar di Banjar Convention Hall, Rabu (9/9/2026).

BacaJuga :

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Karya ini digagas Dr. H. Yat Rospia Brata, M.Si., bersama mahasiswa STISIP Bina Putra Banjar Ari Kurnia dan Rudi Ilham Ginanjar, serta berkolaborasi dengan Mia Sumiari Dewi melalui Prameswari Galuh.

Bagi Mia, lahirnya motif Cangkoreh Majeti menjadi pengalaman baru dalam menggali kekayaan budaya daerah. Jika Batik Cakra Galuh membawa narasi sejarah Galuh dan Kembang Cakra dari Kawali, Batik Cangkoreh Majeti mengambil inspirasi dari alam, sejarah dan kearifan lokal yang hidup di kawasan Pulo Majeti.

“Setiap daerah sebenarnya memiliki kekayaan budaya yang bisa diangkat menjadi motif batik. Tidak hanya untuk menjadi karya seni, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan cerita, sejarah dan filosofi daerah tersebut,” ujar Mia.

Cangkoreh Majeti Angkat Filosofi Alam

Bambu Cangkoreh menjadi unsur utama dalam motif baru tersebut. Karakternya yang tumbuh merambat dan meliuk mengikuti lingkungan dimaknai sebagai gambaran manusia dalam menghadapi perubahan.

Bambu Cangkoreh tidak digambarkan sebagai tanaman yang lemah karena mengikuti arah angin. Sebaliknya, kemampuan untuk meliuk menjadi simbol keluwesan dan kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan kekuatan.

Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan manusia. Seseorang perlu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, tetapi tetap memiliki prinsip dan nilai yang menjadi pijakan.

Selain bambu, motif ini menghadirkan tunas Cangkoreh sebagai simbol regenerasi dan harapan generasi penerus. Sementara bulir air menjadi simbol kejernihan pandangan serta kebermanfaatan yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat.

Bunga Padma atau teratai turut menjadi bagian motif sebagai simbol kemurnian niat dan keanggunan budi. Sementara bingkai segitiga atau tumpal membawa gagasan Tri Tangtu sebagai simbol keseimbangan kehidupan.

Seluruh unsur tersebut dirangkai menjadi motif yang memiliki cerita, bukan sekadar ornamen pada kain.

Dari Ciamis, Kini Menyentuh Banjar

Kehadiran Mia dalam pengembangan Batik Cangkoreh Majeti memperluas kiprah Prameswari Galuh dalam menggali budaya lokal melalui batik.

Sebelumnya, Mia dikenal melalui Batik Cakra Galuh yang mengangkat unsur sejarah dan filosofi Galuh. Karya tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk kepada Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya yang memberikan apresiasi dan memesan Batik Cakra Galuh.

Kini, pengalaman tersebut dibawa ke ruang budaya yang berbeda. Pulo Majeti di Kota Banjar menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan motif baru yang memiliki karakter dan narasi tersendiri.

Menurut Mia, pendekatan tersebut memungkinkan batik berkembang menjadi media dokumentasi budaya.

Setiap motif dapat merekam kekayaan sebuah daerah sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat melalui cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Batik Bisa Jadi Jalan Kolaborasi Budaya

Mia melihat pengembangan motif berbasis budaya lokal tidak harus berhenti di satu daerah.

Ia justru berharap konsep serupa dapat dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Setiap daerah bisa menggali kekhasan masing-masing, mulai dari tanaman lokal, sejarah, situs budaya, tradisi hingga kearifan masyarakat, kemudian menerjemahkannya menjadi motif batik.

“Bisa jadi nanti kota lain di Indonesia juga berkolaborasi untuk mengangkat budaya etniknya masing-masing dan dijadikan batik,” kata Mia.

Gagasan tersebut membuka ruang bagi batik untuk menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan ekonomi kreatif.

Batik tidak hanya menjadi produk fesyen, tetapi juga membawa identitas daerah. Ketika sebuah motif memiliki cerita yang kuat, kain tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan kearifan lokal kepada generasi berikutnya.

Dari Motif ke Gerakan Pelestarian Budaya

Peluncuran Batik Cangkoreh Majeti menjadi langkah baru dalam perjalanan Mia Sumiari Dewi mengembangkan batik berbasis sejarah dan budaya lokal.

Dari Cakra Galuh di Ciamis hingga Cangkoreh Majeti di Kota Banjar, pendekatan yang dibawa tetap sama menggali kekayaan daerah, merangkumnya dalam sebuah karya dan menyertakan narasi agar masyarakat memahami makna di balik motif.

Motif Cangkoreh Majeti diharapkan dapat menjadi salah satu identitas budaya Kota Banjar sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Lebih jauh, karya ini menjadi pengingat bahwa budaya tidak selalu harus disampaikan melalui ruang formal.

Sejarah dan kearifan lokal juga dapat hadir dalam selembar kain, dikenakan sehari-hari, sekaligus menjadi cerita yang terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Batik BanjarBatik Cakra GaluhBatik Cangkoreh MajetiBudaya Banjarbudaya SundaCangkorehEkonomi KreatifKearifan LokalKota BanjarMia Sumiari DewiMotif BatikPrameswari GaluhPulo MajetiSTISIP Bina Putra Banjar
Previous Post

DPRD Purwakarta Terima Aspirasi Gabungan Serikat Buruh, Serahkan Petisi 12 Poin Terkait RUU Ketenagakerjaan

Next Post

SMK IPP Ciamis Perkuat Kemitraan dengan Pasini Farm Layer, Fokus Tingkatkan Kompetensi Siswa

Related Posts

Disdik Ciamis Gelar FTBI SD, 374 Siswa Adu Kemampuan
deNews

Disdik Ciamis Gelar FTBI SD, 374 Siswa Adu Kemampuan

Kamis, 27 Agustus 2026
Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM
deNews

Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM

Senin, 24 Agustus 2026
Batik Cakra Galuh Tembus Pendopo Ciamis, Bupati Herdiat Pesan Karya Mia Sumiari Dewi
deNews

Batik Cakra Galuh Tembus Pendopo Ciamis, Bupati Herdiat Pesan Karya Mia Sumiari Dewi

Senin, 24 Agustus 2026
Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh
deNews

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Rabu, 19 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

GP3A Beri Masukan Dalam Pembangunan DI lakbok Utara paket 1 dan 2

Jumat, 28 Januari 2022

Diguyur Hujan Sehari Semalam, Puluhan Rumah Warga Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Terendam Banjir

Minggu, 7 Februari 2021

Silaturahmi Akbar Guru Madrasah Lingkup Kemenag Kabupaten Bandung

Rabu, 16 April 2025

Pengambilan Nomor Urut Paslon Bupati Cianjur Dilaksanakan Secara Virtual

Kamis, 24 September 2020

Peduli Masyarakat Kecil Akan Kepastian Hukum Tanah, Kantor ATR/ BPN Kabupaten Bandung Terus Tingkatkan Pelayanan Program PTSL

Selasa, 7 Oktober 2025

Tahun Depan Kuota Pemberangkatan Haji Garut Kembali Normal

Selasa, 27 September 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste