Dejurnal.com, CIAMIS. Suara yel-yel peserta menggema di sepanjang jalan saat Kirab Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) menyusuri sejumlah ruas jalan di Kabupaten Ciamis, Kamis (22/10/2026).
Barisan Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, para santri, dan berbagai badan otonom (Banom) NU bergerak bersama dari halaman Gedung PCNU Ciamis menuju halaman Pendopo Kabupaten Ciamis.
Bendera Merah Putih dan panji-panji organisasi berkibar di tengah barisan. Seruan penyemangat bersahutan, berpadu dengan iringan marching band GP Ansor yang mengiringi perjalanan.
Langkah peserta yang kompak, yel-yel yang terus bergema, serta semangat para santri membuat suasana kirab berlangsung meriah.
Kirab yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 itu menempuh rute sekitar tiga kilometer, melintasi Jalan Raya Ciamis–Banjar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, hingga Jalan Jenderal Sudirman sebelum berakhir di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis.
Sejak berkumpul di titik pemberangkatan, para peserta menempati barisan sesuai unsur masing-masing.
Pengurus NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, dan para santri dari sejumlah pesantren di sekitar Ciamis bersiap mengikuti perjalanan yang membawa pesan penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri.
Sebelum diberangkatkan, peserta mengikuti istighosah yang dipandu jajaran Syuriyah PCNU Ciamis. Rangkaian dilanjutkan dengan upacara pelepasan oleh Kapolres Ciamis bersama Ketua PCNU Ciamis, ditandai dengan pengibaran bendera start.
Tak lama berselang, rombongan mulai bergerak menyusuri jalan-jalan utama kota. Barisan terdepan dikawal kendaraan patroli kepolisian, sementara personel Banser turut menjaga keteraturan peserta di sisi kanan dan kiri rombongan.
Di belakangnya, mobil komando mengiringi perjalanan, disusul marching band GP Ansor yang menambah semarak suasana. Yel-yel dari berbagai barisan terdengar bersahutan, menciptakan irama penyemangat yang menghidupkan perjalanan kirab.
Barisan Muslimat NU dan Fatayat NU berjalan bersama unsur Ansor, Banser, serta para santri. Semangat mereka terlihat dari kekompakan langkah dan seruan yang terus dikumandangkan sepanjang rute. Bagi para peserta, kirab bukan sekadar berjalan bersama, melainkan juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa.
Menyusuri Jalan Kota dengan Semangat Resolusi Jihad
Perjalanan kirab melewati Jalan Raya Ciamis–Banjar, kemudian berlanjut ke Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman. Sepanjang rute sekitar tiga kilometer tersebut, rombongan terus bergerak dalam barisan yang dikawal petugas kepolisian dan Banser.
Iringan marching band, kibaran bendera, serta yel-yel peserta menjadi bagian yang menonjol sepanjang perjalanan. Berbagai unsur NU yang hadir menunjukkan kebersamaan dalam satu kegiatan yang berakar pada penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu.
Kirab Resolusi Jihad juga menjadi pengingat atas peristiwa 22 Oktober 1945, ketika Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menyerukan Resolusi Jihad sebagai bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat perjuangan ulama dan santri tersebut menjadi pesan yang dibawa dalam perjalanan kirab.
Generasi sekarang diajak untuk tidak melupakan sejarah, menghargai pengorbanan para pendahulu, serta menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kirab Resolusi Jihad NU Ciamis tahun ini mempertemukan berbagai unsur keluarga besar NU dalam satu perjalanan yang sarat pesan sejarah.
Dari istighosah dan pelepasan, yel-yel yang menggema di sepanjang jalan, hingga kedatangan di Pendopo, seluruh rangkaian menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Semangat para peserta yang terlihat sepanjang perjalanan menjadi gambaran kebersamaan dalam merawat warisan perjuangan ulama dan santri, sekaligus menjaga nilai persatuan yang tetap relevan bagi kehidupan bangsa hingga saat ini. (Nay Sunarti)

















