• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in dePraja

Bupati Purwakarta: Bertani Dilembaga Pendidikan kembalikan Kultur Anak Anak Peka terhadap Lingkungan

byBudi Permana
Rabu, 20 Januari 2021
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com,Purwakarta -Dengan program Tatanen di Bale Atikan, Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pendidikan setempat berupaya memproyeksikan sekolah ekologi sebagai gugus dalam meracik kemandirian pangan di wilayah tersebut.

Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada agenda Launching Gelar Munggaran Tatanen di Bale Atikan, di Bale Paseban, Pendopo Pemkab Purwakarta, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya, sekolah ekologi oleh Disdik Purwakarta digulirkan dengan nama Tatanen di Bale Atikan (Bertani di lembaga pendidikan) cukup strategis untuk menciptakan iklim kemandirian pangan. Sekolah ekologi dapat menjadi pabrik tanaman, yang ekosistemnya terawat.

BacaJuga :

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis, Kesepakatan 10 Partai Dinanti

Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

“Hal ini sebagai bagian dari kesadaran ekologi, lingkungan sekolah harus bersih. Kemudian, tanamannya harus hijau. Sekolah ekologi harus memiliki kesadaran bersama dalam tata kelola sekolah,” kata Ambu Anne.

Program Tatanen di Bale Atikan, lanjut Ambu, mempunyai tujuan untuk mengasah, mengembalikan kultur anak-anak Purwakarta agar peka terhadap lingkungan, sekaligus mengedukasi pentingnya tatanan kemandirian pangan.

“Nantinya diharapkan, setiap peserta didik memiliki satu jenis tanaman seperti menanam sayuran, saledri, bawang daun, cabai rawit dan jenis tanaman yang memberikan manfaat untuk kebutuhan hidup. Kemudian mereka merawatnya dengan penuh kedisiplinan, tanggungjawab dan keuletan,” tutur Ambu Anne.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto menambahkan, program Tatanen di Bale Atikan tak hanya sekedar gerakan bertani disekolah atau sekedar menghijaukan sekolah.

“Lebih dari itu, kita melakukan gerakan mendidik anak-anak untuk menyadari lingkungan, kesadaran lingkungan. Kemudian, kita juga belajar menangkap masalah, kemudian mencari teori dan menyelesaikan nya dengan solusi, belajar dari pengalaman praktik yang kemudian menjadi pembelajar. Contoh dalam pelajaran matematika, siswa harus paham cara mengukur luas kebun atau luas tanah secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, program Tatanen di Bale Atikan merupakan gerakan pendidikan yang bertujuan menyadarkan dan mengembangkan potensi diri peserta didik yang memiliki kesadaran diri dan lingkungan. Membangun generasi yang memahami masalah lingkungan di sekitarnya serta mencari solusi pemecahannya.

Lebih jauh, lanjut Kang Ipung dengan program ini peserta didik di Purwakarta diharapkan bisa produktif dan sanggup memiliki produk. “Semua warga sekolah harus faham mulai dari penjaga sekolah hingga kepala sekolahnya, kemudian nanti mampu mensosialisasikan kepada orang tua.  Gerakan ini harus menjadi kesadaran kolektif semua orang yang ada di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, sekolah-sekolah di Kabupaten Purwakarta, mulai dari TK, SD dan SMP diharapkan memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Setiap sekolah harus mengedepankan perilaku baik, memiliki value, berkebudayaan lingkungan. Karena dunia ini adalah ruang kelas untuk belajar dan menjadi pembelajar.

“Semoga dengan kegiatan ini bapak-ibu semuanya dapat memetik ilmu pengetahuan. Pulang dengan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi amal soleh jika ilmu itu disebarluaskan di sekolah, di rumah dan lingkungan. Dan anak-anak kita belajar mempunyai makna dan prodak masing-masing,” demikian Purwanto. ***budi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sikap APDESI Kepada Pemerintahan Baru, Begini Kata H. Dadang Suryana

Next Post

Kapolres Garut Pimpin Giat PPKM Tempat Hiburan

Related Posts

Cegah Mafia Tanah, Kejari Purwakarta Jalin Kerja Sama dengan 29 Kepala Desa
GerbangDesa

Cegah Mafia Tanah, Kejari Purwakarta Jalin Kerja Sama dengan 29 Kepala Desa

Jumat, 9 Oktober 2026
Kapolres Purwakarta  Usai Salat Jumat,  Berbagi Kepedulian untuk Sesama
deHumaniti

Kapolres Purwakarta Usai Salat Jumat, Berbagi Kepedulian untuk Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026
LT-3 Pramuka Kabupaten Bandung 2026, Saeful Bachri Tekankan Lima Pilar Pembentukan Karakter Penggalang
deNews

LT-3 Pramuka Kabupaten Bandung 2026, Saeful Bachri Tekankan Lima Pilar Pembentukan Karakter Penggalang

Jumat, 9 Oktober 2026
PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis,  Kesepakatan 10 Partai Dinanti
deNews

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis, Kesepakatan 10 Partai Dinanti

Jumat, 9 Oktober 2026
Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah  Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh
dehukum

Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh

Jumat, 9 Oktober 2026
UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis
deNews

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

LSM Penjara Garut Nilai Rotasi Mutasi Ada Unsur Balas Dendam Bupati

Selasa, 27 Agustus 2019

Pekerja Migran Asal Bogor Ini Menjerit Dari Timur Tengah Pingin Pulang

Kamis, 16 Februari 2023
Tangkapan Layar Youtube : Video tiga pria di Garut, ajak negara-negara di dunia bergabung dengan Negara Islam Indonesia (NII) dan sempat viral pada bulan Oktober 2021. (Foto : Tangkapan Layar Youtube)

Paham NII Di Garut Berkembang Pesat, Diduga Dipelihara Elit Politik

Jumat, 14 Januari 2022

Komunitas Birbakum Garut Bakal Buka Cafe Birbakum

Minggu, 5 April 2020

Sindangkasih Buktikan Daya Saing Daerah, Sabet Peringkat 3 Terbaik Sinergitas Kecamatan se-Jawa Barat 2025

Jumat, 12 Desember 2025

Puluhan Ribu Paket Bansos Gubernur Jabar Siap Didistribusikan Di Gudang Bulog Garut

Rabu, 13 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste