• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Februari 19, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deBisnis

Menyoal Himbauan Perioritas Pembelian Penjualan dan Konsumsi Telur Ayam

bydejurnalcom
Kamis, 2 September 2021
Reading Time: 3 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Dalam rangka Pemulihan ekonomi pasca berangsurnya masa Pandemi Covid-19 di kabupaten Garut, sebagaimana yang telah disampaikan Pemerintah bahwa Kabupaten Garut masuk zona level dua, dengan adanya penurunan angka level kasus, yang akhirnya banyak masyarakat memulai aktivitas dengan penuh harap segera kembali kehidupan yang normal.

Terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemda Kabupaten Garut dengan telah menerbitkan Surat Himbauan Perioritas Pembelian Penjualan dan Konsumsi Telur Ayam, dengan berdasarkan Nomor Surat 511.1/2500/Disperindag ESDM, ditanda tangani dan dicap oleh dr. Helmi Budiman selaku Wakil Bupati Garut dan Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Pemulihan Perekonomian Kabupaten Garut.

Menurut keterangan dari Heri Gunawan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag- ESDM) Garut, saat ditemui di lingkup Sekretariat Daerah Pemda Kabupaten Garut.

BacaJuga :

Bupati Herdiat Keluarkan SE Amaliyah Ramadan 1447 H, Ini Aturan Lengkap Ibadah dan Aktivitas di Ciamis

Jajaran Polsek Bayongbong Berhasil Mengamankan Seorang Pria Yang Diduga Melakukan Tindak Pidana Penganiayaan

BBWS Citanduy Tanggap Perbaikan Tanggul Jebol di Pamarican Ciamis, Empat Metode Konstruksi Diterapkan

“Surat Himbauan terbit karena pihaknya mendapatkan permohonan audiensi dari Paguyuban Peternak Ayam Petelur Garut (PPAPG), mengutarakan bahwa peternak telur ayam dari Garut ini kalah bersaing dengan telur dari daerah lain, sehingga pihak PPAPG meminta kebijakan dari dari Pemkab Garut akan kelangsungan usaha mereka. Diantaranya tentang bagaimana bisa masuk ke program (bantuan), serta bisa masuk ke super market, minimarket dan perdagangan lainnya, itu yang menjadi dasar karena saat itu audensi Pa Bupati tidak bisa hadir maka aspirasi diterima oleh Pa Wakil dan Indag bekerjasama dengan Peternakan berkordinasi atas kondisi tersebut,” Tegasnya.

Heri pun mengatakan lebih lanjut bahwa PPAPG saat itu juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan bagaimana caranya telor Garut ini bisa bermartabat di Garut sendiri, malah kalah bersaing dengan harga telur dari pasokan luar Garut, selanjutnya kenapa telur ayam Garut ini tidak bisa bermartabat di Garut, karena memang dengan perdagangan bebas ini.

“Telur itu bisa masuk dari mana-mana, terutama yang banyak kita jumpai adalah telur dari Jawa (Timur), karena harga dari (daerah) itu kalau dilihat dari rate harga itu bisa lebih murah daripada harga Garut. Namun memang ketika kita melihat kualitas, itu jauh kualitasnya (lebih) bagus dari Garut,” jelasnya.

Selain menerbitkan surat himbauan, pihak Disperindag ESDM Garut akan melakukan upaya-upaya lain guna meningkatkan penjualan daya beli masyarakat akan telur dari PPAPG.

“Yah salah satunya mengkoneksikan distributor telur dengan para peternak ayam petelur yang ada di Kabupaten Garut. Jadi distributor telur selama ini memang banyaknya dari luar daerah gitu, nanti misalkan ketersediaan telur Garut dalam satu hari iberapa ton dibutuhkan oleh pengkonsumsi (telur) masyarakat Garut berapa ton, melalui distributor mungkin bisa dihitung. Kalau misalkan sehari itu lima ton atau sepuluh ton, coba peternak Garut bisa menyuplai berapa ton dari sepuluh itu. Ya saya harapkan sepuluh tonnya bisa dari Garut,” imbuhnya.

Heri juga berharap dengan terbitnya Surat Himbauan ini semua stakeholder yang ada di lingkungan Pemkab Garut mengkonsumsi telur yang dihasilkan oleh PPAPG.

“Harapan saya semua stakeholder dapat membantu suksesi surat edaran jika memang dalam redaksi itu ada intruksi itu hanya sebuah himbauan saja, tolong jangan dikait kaitkan ke politik kedekatan saya dengan Pa Wakil, memang sampai saat ini belum ada data kejelasan berapa kemampuan dan ketersediaan, berapa jumlah peternak telur ayam di Kabupaten Garut, yah kan saat itu yang meminta baru peternak telur ayam, makanya surat itu hanya telur ayam, yah kalau kelompok atau komoditi lain ada, yah silahkan saja nanti kita dari Indag siap fasilitasi, kami hanya menjalankan perintah dari unsur pimpinan,” tandasnya.

Hal tersebut langsung mendapat sorotan dan kritik tajam dari salah satu aktivis yang sempat membuat kalang kabut Pemda Kabupaten Garut.

Menurut salah satu aktivis yang dikenal Rawink Rantik, dirinya merasa geram atas sikap dan kebijakan Pemda yang dianggap terlalu gegabah, mengatakan kepada Dejurnal.Com.

“Jujur saya sangat menyangkan, atas kebijakan Pemda Kabupaten Garut yang menurut saya ini terlalu gegabah dan ini terkesan dipaksakan, atas sebuah sikap dan kebijakan dalam proses pemulihan ekonomi yang dicanangkan pemerintah. Pemda Kab. Garut, yang mengeluarkan himbauan ditandatangani oleh Wakil Bupati Garut yang ditujukan kepada jajaran birokrasi dan masyarakat untuk membeli telur ayam lokal Garut. Apalagi merujuk surat itukan edaran /himbauan namun isi surat instruksi, apa coba ini,” jelasnya sambil memperlihatkan isi surat edaran.

Menurut Rawink Rantik, himbauan ini tak berdasar.

“Saya kan tinggal di Garut, sebagai masyarakat harus tahu dong, bagaimana membedakan telur lokal dengan telur bukan lokal?, terus masyarakat harus tahu berapa anggaran pemkab Garut untuk membiayai peternakan telur di kabupaten Garut, sehingga masyarakat Garut tahu berapa ketersediaan telor?” cetusnya.

Rawink menuturkan bahwa himbauan ini meskipun tidak mengikat, tetapi bagi seorang Pemimpin dalam memutuskan kebijakannya harus tepat.

“Kalau di kabupaten Garut melimpah telur lokal coba yang mana yang harus dibeli, jadi jangan sampai masyarakat menjadi nyinyir terhadap pemerintah daerah, toh telur sama saja kok, lalu kalau telur tersebut bukan lokal terus pengusahanya orang Garut, apa harus gulung tikar? Jangan ngaco lah tuh Wakil Bupati mentang sebagai Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan dan Pemulihan Ekonomi, seenaknya membuat aturan dan semestinya dikaji dengan cermat dan bijaksana, setelah itu baru membuat pemberitahuan dulu dimana saja sentra telur di Garut ke masyarakat, dan cara masyarakat tidak membeli telur asal atau dari bukan lokal tuh bagaimana caranya? Jangan asal himbau aja, atau memang sudah setali uang dengan salah satu pengusaha telur, anehkan buktinya data peternak telur lokal saja belum ada, anehkan,” Pungkasnya.***Yohaness

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Tinjau Instalasi Penyulingan Air Sungai Citarum, Bupati Bandung Tertarik Mengembangkan

Next Post

Kadis Perkimtan Erwin Rinaldi Siap Bantu Masyarakan Dapatkan Air Bersih

Related Posts

BRI Region 9 Rayakan 130 Tahun dengan Aksi Sosial Nyata di Braga
deBisnis

BRI Region 9 Rayakan 130 Tahun dengan Aksi Sosial Nyata di Braga

Kamis, 19 Februari 2026
Distribusi MBG di Ciamis Selama Ramadan dan Libur Idul Fitri Disesuaikan, Prioritaskan Gizi dan Keamanan Pangan
deNews

Distribusi MBG di Ciamis Selama Ramadan dan Libur Idul Fitri Disesuaikan, Prioritaskan Gizi dan Keamanan Pangan

Kamis, 19 Februari 2026
Pabrik Produksi Mie Basah Yang Mengandung Formalin di Garut, Berhasil Terbongkar Ditreskrimsus Polda Jabar
deNews

Pabrik Produksi Mie Basah Yang Mengandung Formalin di Garut, Berhasil Terbongkar Ditreskrimsus Polda Jabar

Kamis, 19 Februari 2026
Bupati Herdiat Keluarkan SE Amaliyah Ramadan 1447 H, Ini Aturan Lengkap Ibadah dan Aktivitas di Ciamis
deNews

Bupati Herdiat Keluarkan SE Amaliyah Ramadan 1447 H, Ini Aturan Lengkap Ibadah dan Aktivitas di Ciamis

Kamis, 19 Februari 2026
Jajaran Polsek Bayongbong Berhasil Mengamankan Seorang Pria Yang Diduga Melakukan Tindak Pidana Penganiayaan
deNews

Jajaran Polsek Bayongbong Berhasil Mengamankan Seorang Pria Yang Diduga Melakukan Tindak Pidana Penganiayaan

Kamis, 19 Februari 2026
deNews

BBWS Citanduy Tanggap Perbaikan Tanggul Jebol di Pamarican Ciamis, Empat Metode Konstruksi Diterapkan

Kamis, 19 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Aplikasi Daluwang, Solusi Tanda Tangan Untuk Dokumen Dimasa Pandemi

Rabu, 7 Oktober 2020

Pisah Sambut Kapolres Subang Dari AKBP Teddy Fanani Ke AKBP Aris Kurniawan

Sabtu, 19 September 2020
Ratusan guru ngaji menerima sembako. (Sopandi/ dejurnal.com).

Ratusan Guru Ngaji di Kecamatan Margahayu Terima Sembako Hari Ini

Senin, 2 Januari 2023
Foto : Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Tinjau Penyaluran MBG di SMAN 1 Ciamis. Senin (14/04/2025)

Nostalgia Saat Herdiat Tinjau Launching MBG SMAN 1

Senin, 14 April 2025

Dugaan Pemotongan Dana UMKM Sektor Perikanan, PPL dan Kabid DKPP Cianjur Lepas Tanggung Jawab?

Selasa, 20 Oktober 2020

Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan lApresiasi Klinik Pratama Miracle, Bantu Kelahiran 3.000 Warga Kurang Mampu

Senin, 8 Januari 2024

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste