Dejurnal.com, CIAMIS. Upaya memperkuat mutu pendidikan dasar tidak berhenti pada ruang kelas. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Galuh (Unigal) Ciamis mulai memperluas jejaring akademiknya ke tingkat internasional melalui kolaborasi dengan Prince of Songkla University (PSU), Thailand.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berskala internasional yang dipimpin Dr. Lilis Kholisoh Nuryani, M.Pd.
Program ini tidak sekadar mempertemukan dua institusi pendidikan dari Indonesia dan Thailand.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diarahkan untuk membuka ruang berbagi pengalaman mengenai bagaimana sekolah membangun budaya mutu, mengembangkan kepemimpinan pendidikan, serta menghadapi tantangan pembelajaran di tengah tuntutan standar global.
Bagi Magister Administrasi Pendidikan Unigal, kerja sama lintas negara ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang memiliki dampak lebih luas.
Sekolah Indonesia dan Thailand Bangun Kemitraan
Salah satu hasil penting dari program tersebut adalah terbangunnya kemitraan antara salah satu sekolah dasar negeri di Indonesia dengan Ban Donrak School di Thailand.
Kemitraan ini menjadi ruang bagi kedua sekolah untuk saling bertukar pengalaman. Tidak hanya menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga pengelolaan sekolah, budaya mutu, kepemimpinan kepala sekolah, hingga inovasi pendidikan.
Kerja sama itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan implementation agreement sebagai landasan pelaksanaan berbagai agenda kolaborasi.
Kesepakatan tersebut membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan kegiatan bersama secara berkelanjutan, termasuk pertukaran pengalaman profesional tenaga pendidik, proyek pendidikan kolaboratif, serta komunikasi antarsekolah.
Dari sisi peserta didik, kemitraan tersebut juga membuka kesempatan untuk mengenal kehidupan sekolah di negara lain. Pengalaman semacam ini menjadi bagian penting dari pembelajaran lintas budaya yang semakin relevan di tengah perkembangan pendidikan global.
Dari Pengabdian Lapangan ke Forum Akademik Internasional
Kolaborasi Magister Administrasi Pendidikan Unigal dan PSU tidak berhenti pada kegiatan pengabdian di lapangan.
Pengalaman serta hasil program tersebut juga dibawa ke ranah akademik melalui forum konferensi internasional. Tim pengabdian mempresentasikan makalah berjudul “Transforming the Culture of Educational Quality in Indonesia and Thai Elementary Schools Toward Global Standards.”
Makalah tersebut selanjutnya diterbitkan dalam prosiding konferensi internasional.
Publikasi itu menjadi bagian lain dari capaian program. Praktik dan pengalaman yang diperoleh melalui pengabdian tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi turut menjadi bahan pembahasan akademik mengenai pengembangan budaya mutu sekolah dasar.
Isu tersebut menjadi semakin penting karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik peserta didik. Tata kelola sekolah, kepemimpinan, kapasitas guru, inovasi pembelajaran, dan budaya organisasi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu.
Bukan Sekadar Kerja Sama Seremonial
Ketua tim pengabdian, Dr. Lilis Kholisoh Nuryani, M.Pd., mengatakan kolaborasi Indonesia-Thailand tersebut diarahkan agar menjadi kerja sama yang dapat terus berkembang.
“Kami ingin sekolah dasar di Indonesia dan Thailand dapat saling belajar dan tumbuh bersama. Kemitraan sekolah dasar negeri di Indonesia dengan Ban Donrak School kami harapkan dapat menjadi model kerja sama yang terus berlanjut,” ujarnya Kamis (01/10/2026)
Menurut dia, hubungan antarsekolah menjadi penting karena praktik pendidikan di setiap negara memiliki karakteristik masing-masing. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi sumber pembelajaran ketika dibuka dalam ruang kolaborasi.
Selain memberikan pengalaman baru bagi guru dan kepala sekolah, kerja sama tersebut juga diharapkan memberi ruang bagi peserta didik untuk mengenal budaya, lingkungan belajar, dan perspektif pendidikan dari negara lain.
Di sisi lain, publikasi hasil pengabdian melalui prosiding internasional menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keilmuan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Galuh dalam membangun jejaring akademik di luar negeri.
Membuka Jalan Kolaborasi yang Lebih Luas
Ke depan, kerja sama dengan Prince of Songkla University diharapkan tidak berhenti pada satu program. Magister Administrasi Pendidikan Unigal dan mitranya di Thailand berencana mengembangkan jejaring kolaborasi dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan pendidik.
Jika jejaring tersebut terus berkembang, ruang pertukaran praktik pendidikan pun akan semakin terbuka.
Pada titik itu, kerja sama internasional bukan lagi sekadar agenda perguruan tinggi, melainkan dapat menyentuh langsung sekolah, guru, kepala sekolah, dan peserta didik.
Bagi dunia pendidikan dasar, pengalaman Indonesia dan Thailand menjadi pijakan untuk melihat bahwa peningkatan mutu dapat dibangun melalui kemitraan, pertukaran pengetahuan, dan kemauan untuk belajar dari praktik pendidikan di luar lingkungan sendiri. (Nay Sunarti)



















