Dejurnal.com, CIAMIS. Kesulitan air yang dirasakan warga Dusun Pangrumasan, Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, mendorong masyarakat menggelar Salat Istisqa, Sabtu, (03/10/2026)
Warga dari empat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) berkumpul di Lapang Cinta Nagara sejak pagi. Mereka datang bersama untuk menjalankan salat meminta hujan sekaligus memanjatkan doa agar kondisi sulit air yang tengah dirasakan segera berakhir.
Kepala Dusun Pangrumasan, Rangga Setiawan, S.IP., mengatakan kondisi air yang semakin sulit membuat masyarakat perlu melakukan berbagai ikhtiar.
Menurutnya, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin masyarakat, selain upaya menghadapi kebutuhan air yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang sudah sangat susah air di Pangrumasan. Kita harus segera melakukan taubat. Salat Istisqa salah satu jalannya,” kata Rangga.
Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan salat, tetapi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan. Mudah-mudahan hujan yang turun nanti menjadi rahmat, bukan membawa musibah. Yang penting masyarakat tetap kompak dan saling membantu dalam kondisi seperti sekarang,” ujarnya.
Warga: Kondisi Air Mulai Dirasakan
Salah seorang warga Pangrumasan, Alif, mengatakan persoalan air menjadi salah satu alasan dirinya ikut dalam pelaksanaan Salat Istisqa.
Menurutnya, ketika kondisi air mulai sulit, kebutuhan tersebut baru benar-benar terasa penting dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kalau air mulai susah, semuanya ikut terasa. Untuk kebutuhan sehari-hari saja kita harus lebih menghemat. Karena itu ketika ada ajakan Salat Istisqa, saya merasa ini memang perlu kita ikuti bersama,” kata Alif.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama warga Pangrumasan mendapat keberkahan dan hujan segera turun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Semoga setelah kita bersama-sama berdoa, hujan segera turun. Bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk tanaman, sawah dan kebutuhan warga lainnya. Mudah-mudahan hujannya membawa berkah,” ujarnya.
Menurut Alif, pelaksanaan Salat Istisqa juga menjadi kesempatan bagi warga untuk kembali berkumpul dan saling menguatkan.
“Yang penting sekarang kita jangan hanya mengeluh. Kita berusaha, berdoa dan saling membantu. Kalau hujan segera turun tentu kita semua bersyukur,” katanya.
Khutbah Tekankan Istighfar dan Kepedulian
Salat Istisqa dipimpin Ajengan Didi. Sementara khutbah disampaikan H. Kartiman, S.Ag., M.Pd.I., Ketua DKM 1 Masjid Pangrumasan.
Dalam khutbahnya, jamaah diajak memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah SWT. Kondisi sulit air juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama.
Jamaah diingatkan agar tidak hanya memohon hujan, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu ayat yang disampaikan dalam khutbah adalah Surah Nuh ayat 10-11 tentang anjuran memohon ampun kepada Allah SWT.
“Mohonlah ampun kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”
Di akhir rangkaian, jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.
Bagi warga Pangrumasan, Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama menghadapi sulitnya air.
Mereka berharap langit segera kembali menurunkan hujan dan kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi. (Nay Sunarti)



















