CIAMIS, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperluas pelayanan kesehatan hewan ke tingkat kecamatan.
Salah satunya melalui kegiatan Safari Pelayanan Kesehatan Hewan (Yankeswan) dan vaksinasi rabies gratis.
Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Cijeungjing, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Layanan mendapat respons positif dari masyarakat yang membawa hewan peliharaannya untuk diperiksa maupun mendapatkan vaksinasi rabies.
Analis Pengolah Hasil Pertanian Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Budiono, S.Pt., mengatakan Safari Yankeswan merupakan bentuk pelayanan yang sengaja didekatkan kepada masyarakat.
“Sebetulnya pelayanan kesehatan hewan ini sudah ada. Kami hanya mendekatkan pelayanan ke masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Konsepnya kurang lebih seperti pelayanan SIM keliling,” katanya
Pelayanan Kesehatan Hewan Tidak Hanya Vaksin Rabies
Budiono menjelaskan, masyarakat tidak hanya mendapatkan vaksinasi rabies. Petugas juga memberikan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan terhadap hewan yang membutuhkan penanganan.
Hewan yang datang terlebih dahulu diperiksa kondisi fisiknya oleh petugas sebelum mendapatkan vaksinasi. Layanan tersebut terutama menyasar hewan yang berpotensi menjadi penular rabies, seperti anjing, kucing dan jenis hewan lainnya.
“Selain vaksinasi, ada pemeriksaan dan pengobatan. Jadi masyarakat bisa membawa hewan peliharaannya untuk diperiksa terlebih dahulu,” ujarnya.
Di Kecamatan Cijeungjing, tercatat sekitar 35 ekor hewan mengikuti pelayanan. Tim yang diterjunkan terdiri dari satu dokter hewan dan 4 tenaga teknis atau paramedik untuk mendukung pemeriksaan serta tindakan di lapangan.
Menurut Budiono, kegiatan seperti tersebut juga terus disosialisasikan melalui kecamatan hingga desa agar masyarakat mengetahui jadwal pelayanan.
“Respons dari kecamatan dan masyarakat cukup bagus. Informasinya juga diteruskan sampai ke desa-desa,” katanya.
Pencegahan Rabies Diperkuat
Budiono menyebut pencegahan rabies menjadi salah satu perhatian Disnakkan karena mobilitas hewan antardaerah cukup tinggi. Sampai saat ini, pihaknya berharap kondisi Kabupaten Ciamis tetap aman dari kasus rabies.
Sementara berdasarkan laporan yang diterima pada Agustus 2026, terdapat sekitar 10 laporan gigitan hewan, di antaranya melibatkan kucing, monyet dan anjing. Setiap laporan tetap menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Pencegahan tetap harus dilakukan. Apalagi lalu lintas hewan cukup tinggi. Karena itu vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk menjaga Ciamis tetap aman,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan penanganan tidak hanya dilakukan ketika muncul laporan. Pengawasan terhadap hewan juga dilakukan, termasuk ketika terdapat informasi mengenai hewan yang berada di lokasi wisata.
Apabila ditemukan dugaan risiko penularan rabies dari hewan di suatu lokasi, petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Vaksinasi Perlu Dilanjutkan
Budiono mengingatkan masyarakat bahwa vaksinasi rabies bukan hanya dilakukan sekali. Hewan yang telah mendapatkan vaksin tetap membutuhkan vaksinasi lanjutan sesuai jadwal yang dianjurkan petugas atau dokter hewan.
Karena itu, pemilik hewan diharapkan tidak berhenti pada vaksinasi gratis yang diperoleh melalui program pemerintah.
“Setelah vaksinasi, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai vaksin lanjutan. Untuk jadwal berikutnya bisa mengikuti arahan dokter hewan atau petugas,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan pemerintah apabila kembali tersedia, atau berkonsultasi dengan dokter hewan maupun tenaga kesehatan hewan yang berada di wilayah masing-masing.
Safari Yankeswan Berlanjut ke Kecamatan Lain
Safari Yankeswan dan vaksinasi rabies gratis ini tidak berhenti di Cijeungjing. Disnakkan Ciamis telah menjadwalkan pelayanan serupa secara bergilir di sejumlah kecamatan.
Kegiatan tersebut dikemas secara tematik dan dilaksanakan dengan menyesuaikan momentum serta kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
Selain persoalan kesehatan hewan, Disnakkan juga mencermati kondisi peternakan masyarakat, termasuk ketersediaan pakan hijauan yang terdampak musim kemarau.
“Kondisi kemarau juga menjadi perhatian, terutama terkait ketersediaan pakan hijauan. Ini bagian dari persoalan peternakan yang perlu kita perhatikan bersama,” ujar Budiono.
Dengan pelayanan yang datang langsung ke wilayah kecamatan, masyarakat tidak perlu selalu membawa hewan peliharaannya ke pusat layanan.
Selain memudahkan akses, pola pelayanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemilik hewan untuk melakukan vaksinasi dan pemeriksaan secara berkala.
Warga Apresiasi Vaksinasi Gratis
Kegiatan Safari Yankeswan di Cijeungjing mendapat sambutan dari warga. Salah seorang pemilik kucing, Mimin Kertabumi, mengaku terbantu dengan adanya vaksinasi rabies gratis yang disediakan pemerintah.
Mimin membawa dua ekor kucing peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi. Ia mengaku baru pertama kali membawa kedua kucing tersebut untuk vaksin.
“Kucingnya sudah dipelihara sejak 2018, tetapi baru sekarang divaksin. Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan seperti ini,” katanya.
Ia berharap pelayanan serupa dapat kembali digelar secara rutin sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih mudah untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan.
“Kalau bisa setiap bulan atau beberapa bulan sekali ada kegiatan seperti ini. Kami sangat terbantu,” ujarnya.
Selain Mimin, salah satu kucing yang dibawa warga juga mendapatkan pengobatan mata berupa tetes mata berdasarkan resep petugas karena mengalami gangguan pada bagian mata.
Warga berharap informasi mengenai jadwal vaksinasi lanjutan juga dapat disampaikan kepada pemilik hewan sehingga perawatan tidak berhenti setelah mendapatkan vaksinasi gratis.
Kegiatan Safari Yankeswan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kesehatan hewan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi rabies.
Edukasi kepada pemilik hewan dinilai penting karena pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam merawat dan mengawasi hewan peliharaannya. (Nay Sunarti)













