• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Kabar Kematian

bydejurnalcom
Jumat, 7 Februari 2020
Reading Time: 4 mins read
ShareTweetSend

Dikisahkan,sebagaimana di tulis dalam Kitab Durratun Nashihin bahwa di sudut Kota Madinah, terjadi sebuah percakapan antara Sulaeman bin Abdul Malik, seorang penguasa di zaman Bani Umayah, dengan Abu Hazim. Kedua orang tersebut bercakap-cakap tentang kematian.

“Ya Abu Hazim, apa sebabnya saya ini merasa takut akan datangnya kematian?” Kata Sulaeman bin Abdul Malik.

BacaJuga :

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

Penantian Petani Penderawey Akhirnya Terjawab, Rehabilitasi Irigasi Ciheulang Mulai Direalisasikan

Kepala Kantor ATR/BPN KBB: Pelayanan Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat

“Karena anda merusak akherat dan hanya membangun dunia. Itulah yang menyebabkan anda takut mati. Enggan meninggalkan alam dunia yang sudah begitu indahnya anda bangun, untuk pindah ke tempat yang baru yang masih dalam keadaan rusak,” jawab Abu Hazim.
“Tolong jelaskan, bagaimana keadaan orang yang pergi menghadap Allah itu ya Abu Hazim?”
“Jika orang itu shaleh, perginya menghadap Allah bagaikan musafir yang kembali ke keluarganya. Jika orang itu berdosa, ibarat seorang babu yang kabur dari majikannya dan dipaksa agar pulang kembali menemui tuannya.”

Diterangkan, tatkala malaikat malakal maut Izrail hendak mencabut roh manusia, pertama kali ia mendatanginya lewat mulut si mu’in. Namun tiba-tiba tidak jadi, kenapa? Karena mulut si mu’min selalu digunakan untuk berdzikir kepada Allah. Kemudian Izrail mencari jalan lain lewat tangannya, demikian juga, lewat tangannya tidak ada jalan untuk mencabut roh si mu’min, karena tangan itu suka digunakan untuk bershodaqoh, mengusap kepala anak yatim, menulis ilmu agama, maka Izrail mencari jalan lain lewat kaki, namun sama halnya, lewat kaki tidak ada jalan, karena kaki si mu’min sering digunakan untuk berjalan melaksanakan shalat berjamaah di masjid, digunakan berjalan mendatangi majelis dzikir dan pengajian-pengajian. Lalu Izrail mencari jalan lewat telinganya, begitu juga tidak ada jalan, karena telinga si mu’min suka digunakan untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan dzikir. Kemudian Izrail mencari jalan lewat mata, sama halnya, tidak ada jalan, karena mata si mu’min suka dipergunakan untuk menelaah mushaf-mushaf dan membaca Al-Quran. Maka akhirnya Izrail melaporkan kejadian itu kepada Allah SWT,

”Ya Allah, sungguh tidak sanggup saya mencabut roh si mu’min itu dari jasadnya karena tidak ada jalan.” Allah SWT berfirman : “Tulis lah asmaKu ditelapak tanganmu, lalu perlihatkan lah kepada rohnya orang beriman itu!”

Dengan menyebut asma Allah, ketika si mu’min itu dicabut rohnya dari jasadnya oleh malaikat Izrail,sungguh ia tidak merasakan sakit. “Ruh orang beriman ketika keluar dari jasadnya bagaikan rambut di cabut dari tepung,” demikian kata Nabi SAW.

Dalam riwayat lain dikisahkan, suatu hari Izrail mendekati Nabi Musa AS, lalu Musa AS bertanya,”Apakah engkau datang untuk mengunjungiku atau untuk mencabut nyawaku?”
Izrail menjawab,”Aku datang untuk mengambil nyawamu.”
Musa kembali bertanya,”Bisakah engkau beri kesempatan padaku untuk melakukan perpisahan dengan anak-anakku?” Izrail menjawab,”Tidak ada kesempatan untuk itu.”

Lalu Musa AS bersujud kepada Allah memohon agar Allah memerintahkan Izrail memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan kata-kata dengan anak-anaknya.

Allah SWT berfirman: “Wahai Izrail, berikan kesempatan pada Musa!”
Setelah diberinya kesempatan, lalu Musa AS mendatangi ibunya seraya berkata:” Wahai ibu,sebentar lagi saya akan melakukan safar.” Lalu ibunya bertanya,”Wahai anakku,apakah safar itu?” Musa menjawab,”Perjalanan ke akherat.”
Tiba-tiba ibunya menangis.

Lalu Musa AS mendatangi istrinya untuk menyampaikan salam perpisahan. Anak-anaknya mendekat kepangkuan Musa AS dan menangis. Musa AS sungguh terharu, ia pun menangis. Allah bertanya kepada Musa AS,”Hai Musa, kamu akan datang menemuiku, untuk apa tangisan dan rintihan itu?” Musa menjawab.”Hatiku mencemaskan anak-anakku.” Allah kemudian berfirman,”Wahai Musa, relakan hatimu untuk meninggalkan mereka, biarkan Aku yang menjaga mereka. Biarkan Aku mengurus mereka dengan kecintaanKu.”

Barulah hati Musa AS tenang. Lalu Musa AS bertanya kepada Izrail,”Silahkan dari arah mana engkau akan mencabut nyawaku?” Izrail menjawab,”Dari mulutmu wahai Musa.” Musa berkata,”Apakah engkau rela akan mencabut rohku lewat mulutku yang biasa berdzikir bermunajat kepada Allah?” Izrail menjawab,”Kalau begitu lewat tanganmu saja.” Musa kembali bertanya,”Apakah engkau mau mengambil nyawaku lewat tangan yang pernah dipakai untuk membawa lembaran-lembaran Taurot?” Izrail menjawab,”Kalau begitu aku akan mencabut rohmu lewat kakimu.” Musa bertanya lagi,”Apakah engkau mau mengambil nyawa dari kakiku yang pernah berjalan ke bukit Thur untuk bermunajat kepada Allah?” Namun kemudian Izrail memberikan jeruk yang harum untuk dihirup Musa As, seketika itu Musa AS menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Para malaikat bertanya kepada Musa AS,”Ya ahwanal anbiya kaifa wajadtalmaut?(Wahai Nabi yang paling ringan matinya, bagaimana rasanya kematian itu)?” Musa berkata,”Kasy syatin tuslakhu wahiya hayyatan(Seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup).”

Ma’asyirol mukminin.

Lebih dari ribuan tahun yang lalu, ditengah-tengah syahara, pada hari asyura, Imam Husain AS berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Kematian adalah jembatan penyebrangan dari keburukan dan kesengsaraan ke surga yang luas, kenikmatan abadi. Maka siapakah diantara kalian yang tidak mau berpindah dari penjara ke istana?(Itulah kematian bagi orang yang beriman). Sedangkan bagi orang yang tidak beriman (kafir), kematian adalah perpindahan dari istana ke penjara,dan azab. Kata Imam Husain AS, sesungguhnya ayahku berkata, dari Rasulullah SAW bahwa dunia itu penjara bagi orang mu’min dan surga bagi orang-orang kafir.”

Sebagian ulama mengatakan bahwa kematian adalah misteri. Hanya Allah SWT yang tahu kapan seseorang itu akan mati, apakah ia di ambil sewaktu masih bayi,muda, dewasa, ataukah dalam usia lanjut? Kematian merupakan jembatan perantara dari kehidupan dunia menuju kehidupan akherat.

Kematian pasti datang kepada siapapun. Tak mengenl jenis kelamin,kecantikan rupa, juga kekayaan. Jika Allah sudah menghendaki, orang tak akan bisa berkelit lagi. Kenyataannya, banyak orang takut menghadapi kematian. Penyebabnya bukan karena takut menghadapi Allah, tapi karena kurangnya perbekalan yang hendak dibawa. Lain lagi kalau seseorang sudah merasa mempunyai bekal yang cukup untuk bertemu Allah, ia akan merasa gembira dan menunggu-nunggu kedatangannya.

Walaahu ‘alam bish shawab. ***

(lili Guntur)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Deni Setiabudi S.Pd Calon Kades Incumbent Lanjutkan Enam Tahun Kedepan, Demi Masyarakat Desa Babakan Caringin

Next Post

H. Dadan Konjala Usulkan Benahi Citarum Lama Sebelum Buat Kolam Retensi

Related Posts

Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa
deEdukasi

Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa

Selasa, 6 Oktober 2026
64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam
deNews

64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam

Selasa, 6 Oktober 2026
DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026
Parlementaria

DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026

Selasa, 6 Oktober 2026
Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara
deNews

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

Selasa, 6 Oktober 2026
Penantian Petani Penderawey Akhirnya Terjawab, Rehabilitasi Irigasi Ciheulang Mulai Direalisasikan
deHumaniti

Penantian Petani Penderawey Akhirnya Terjawab, Rehabilitasi Irigasi Ciheulang Mulai Direalisasikan

Selasa, 6 Oktober 2026
Kepala Kantor ATR/BPN KBB: Pelayanan Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat
deNews

Kepala Kantor ATR/BPN KBB: Pelayanan Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

KabarDaerah

Srikandi GPR LSM GBR Garut Selenggarakan Khitanan Massal dan Donor Darah

Jumat, 25 Juli 2025

Tasyakur Hari Santri Nasional 2025, Ormas dan Pesantren Ciamis Satukan Langkah Mengawal Peradaban Dunia

Rabu, 22 Oktober 2025

Petugas Gabungan Purwakarta gelar Operasai Yustisi Disejumlah Pusat Perbelanjaan

Selasa, 29 September 2020

Aksi Demo Ratusan Remaja Putra/i Digedung DPRD Subang Akhirnya Di amankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2020

Bupati Bandung Usulkan Dua Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Ciwidey dan Nagreg

Rabu, 1 Oktober 2025

Ciamis Job Fair 2025 Hadirkan 1.150 Lowongan Kerja, Warga Tatar Galuh Ayo Daftar!

Jumat, 20 Juni 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste