• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Aipda Wahyu Suseno: Dengan Bertani Salah Satu Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Masyarakat

byBudi Permana
Selasa, 7 Juli 2020
Reading Time: 3 mins read
ShareTweetSend

dejurnal.com,Purwakarta – Memiliki profesi sebagai anggota kepolisian tidaklah mudah, selain membuat daerah menjadi kondusif, anggota kepolisan selain memiliki peran untuk menegakkan hukum, akan tetapi juha memberikan perlindungan, pelayan dan mengayomi masyarakat.

Sosok polisi yang satu ini mungkin berbeda dengan polisi lainnya di Indonesia. Dialah Aipda Wahyu Suseno (37), yang bertugas sebagai anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sukasari, Polres Purwakarta.

Aipda Wahyu Suseno yang Akrab di sapa Bang Jack oleh rekan-rekan Kerjanya, memilih menjadi petani adalah salah satu cara untuk mendekatkan dirinya dengan masyarakat di wilayah tempat ia bertugas khususnya para petani.

BacaJuga :

Anggun Pasini Optimis Kandang Kedua Bawa Pertumbuhan Baru

Puslitbang Polri Gelar Penelitian, Kaji Efektivitas Penegakan Hukum

Itwasum Polri Verifikasi Sertijab Kapolda Jabar di Polres Purwakarta, Kapolres Paparkan Program JAWARA

Selain itu, sebelum bergabung menjadi anggota Korps Bhayangkara, Wahyu Suseno sudah tahu banyak tentang cara bertani yang baik dan benar, sebab pada waktu duduk di bangku SMA, di tanah kelahirannya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dirinya sudah tergabung dalam kelompok tani bersama warga setempat.

Kendati Wahyu sebagai anggota Polisi, Dirinya tak pernah merasa malu saat langsung turun ke sawah milik petani di daerah Ia bertugas demi mempraktekkan langsung bagaimana cara bertani yang baik sehingga petani bisa mendapatkan hasil yang baik dan itu yang lakukan secara sukarela tanpa mengharapkan bayaran.

“Ini saya lakukan semata-mata demi bisa membantu petani agar mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus, serta mendukung program pemerintah dalam rangka peningkatan produksi pangan kepada para petani ” kata Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, kurang lebih sudah 5 tahun Ia melakukan hal tersebut, selain untuk membantu para petani ini juga merupakan salah tugas sebagai anggota polisi yang harus bisa dekat dengan masyarakat dan Ia memiliki sedikit ilmu pertanian sehingga melalui informasi pertanian inilah dirinya melakukan pendekatan kepada masyarakat di wilayah dirinya bertugas dimana masyarakat disana sebagian besar berprofesi sebagai petani, sembari melaksanakan tugas utama sebagai anggota polisi juga bisa membantu para petani.

“Kendati demikian, Saya tidak melupakan tugas pokok sebagai anggota Polisi selaku pengayom, pelayan dan pelindung dalam keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, saat ini jika petani didaerah tempat Ia bertugas mendapatkan kendala terkait masalah pertanian seperti cara membasmi hama, masyarakat langsung datang ke kantor Polsek Sukasari untuk menemui dirinya untuk menanyakan solusi dari permasalahan tersebut.

“Saya lahir dari keluarga petani yang sederhana, saya besar dan menjadi Polisi berkat orang tua sehingga saya berkeinginan untuk membantu petani dan inilah cara saya membantu dengan memberikan informasi terkait pertanian. Alhamdulillah masyarakat di tempat saya bertugas sudah mendapatkan hasil yang baik,” tambahnya.

Wahyu juga menceritakan, bahwa dirinya pernah mendapatkan tawaran dari beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanian yang meminta dirinya untuk memberikan penyuluhan kepada petani namun harus mempromosikan produk dari perusahaan itu namun dengan tegas dia menolak tawaran tersebut.

“Setiap hama di lahan yang berbeda tidak akan sama cara membasmi hama tersebut, terkadang produk A tidak cocok di lahan yang berbeda, makanya tawaran dari beberapa perusahaan tersebut saya tolak saya tidak mau uang petani terbuang percuma,” ujar Wahyu.

Terkadang, untuk memberikan penjelasan secara langsung di sawah milik petani, Wahyu secara sukarela mengeluarkan uang pribadinya untuk membeli bibit, serta obat-obatan hama yang diperlukan dalam melakukan riset/penelitian agar petani bisa memahami secara langsung.

“Jika dilapangan saya menemukan hama baru, saya akan melakukan penelitian dirumah sembari mencari informasi bagaimana membasmi hama tersebut untuk membantu para petani,” ungkap Wahyu*”*budi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Komisi IV DPRD Karawang Minta Gubernur Gratiskan SPP SMA/SMK Di Karawang

Next Post

H Eep Jamaludin Sukmana SE : Reses Dewan Dimasa AKB Dipersingkat

Related Posts

Kadisnakan Ciamis Apresiasi Pasini Farm Kantongi NKV Level 1, Sebut Sudah Bisa Ekspor
deNews

Kadisnakan Ciamis Apresiasi Pasini Farm Kantongi NKV Level 1, Sebut Sudah Bisa Ekspor

Rabu, 7 Oktober 2026
Wabup Bandung, Ali Syakieb: PMI Gerakan Kemanusiaan yang Dibutuhkan Masyarakat
deNews

Wabup Bandung, Ali Syakieb: PMI Gerakan Kemanusiaan yang Dibutuhkan Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026
Hary Adam: Kandang Kedua Pasini Farm Dukung Pendidikan Vokasi Perunggasan Ciamis
deNews

Hary Adam: Kandang Kedua Pasini Farm Dukung Pendidikan Vokasi Perunggasan Ciamis

Rabu, 7 Oktober 2026
Anggun Pasini Optimis Kandang Kedua Bawa Pertumbuhan Baru
deNews

Anggun Pasini Optimis Kandang Kedua Bawa Pertumbuhan Baru

Rabu, 7 Oktober 2026
Puslitbang Polri Gelar Penelitian, Kaji Efektivitas Penegakan Hukum
Hukum dan Kriminal

Puslitbang Polri Gelar Penelitian, Kaji Efektivitas Penegakan Hukum

Rabu, 7 Oktober 2026
Itwasum Polri Verifikasi Sertijab Kapolda Jabar di Polres Purwakarta, Kapolres Paparkan Program JAWARA
dePraja

Itwasum Polri Verifikasi Sertijab Kapolda Jabar di Polres Purwakarta, Kapolres Paparkan Program JAWARA

Rabu, 7 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Menunggu Jawaban Konsisten Bupati Cianjur Untuk Pengusaha UMKM

Sabtu, 2 April 2022
Ribuan massa Almagari saat berunjuk rasa pada 5 Januari 2022 lalu. (Dok. dejurnal.com)

Polemik Terbitnya Perda Garut No. 14/2022 Berbuah Seruan Aksi 20 Juli 2023, Turunkan Sepuluh Ribu Massa?

Jumat, 14 Juli 2023

Lima Fraksi Soroti Kinerja Pemkab Garut, Bupati Sampaikan Kekecewaan

Kamis, 20 Juni 2019

Pagelaran Budaya Rakyat : Merajut Harmoni Melestarikan Tradisi Menuju Sukabumi Mubarakah

Kamis, 17 April 2025

Terkait Adanya Dumas Program Sembako/BPNT Ke Kejati Jabar, Komisi IV DPRD Garut : Kita Sudah Wanti-Wanti

Selasa, 29 September 2020

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Bahas Rancangan KUA PPAS Perubahan APBD dan Lima Raperda

Selasa, 22 Juli 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste