Dejurnal.com, Garut – Sebelum masuk kepada pelaksanaan pembangunan penataan wisata Situ Bagendit, Selasa 3 Nopember 2020 telah diadakan sosialisasi penataan pariwisata Situ Bagendit yang bertempat di Banyuresmi dengan diawali pemantauan lapangan dilanjutkan sambutan.
Hadir dalam sosialisasi tersebut, utusan Kementrian PUPR, desainer/konsultan, unsur pusat, propinsi, Forkopimda, DPRD, SKPD kabupaten Garut dan elemen masyarakat serta PT Adikarya (BUMN) selaku pengelola kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menjelaskan bahwa kawasan wisata Bagendit yang akan dikembangkan adalah 3 gate, 6 zona dan dalam 10 hari ke depan akan segera mulai di Gate 1, kontrak sudah berjalan, pekerjaan multiyears, akhir Desember 2021 disulap menjadi kawasan wisata yang dibanggakan masyarakat Garut.
“Masyarakat hendaknya turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Mohon didukung juga anggaran kabupaten untuk pemagaran, serta pemeliharaan. Konsep utama adalah konservasi air lainnya sebagai ikutan , ini akan jadi kota wisata, ekowisata. Seluruh elemen masyarakat perlu tahu dan kerjasama,” paparnya.
Bupati Garut pun mengapresiasi KemenPUPR dan jajarannya semangat berinovasi kembangkan Situ Bagendit disamping mengutarakan tahapan yang ditempuh sejak 2014.
“Bagendit dan Cangkuang adalah milik Pemda Garut,” tandasnya.
Bupati minta pengusaha bekerja secara amanah, profesional dan ajak pengusaha lokal, semua pihat turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan sosialisasi pun dilanjutkan dengan penandatanganan kesepahaman seluruh pemangku kepentingan atas dimulainya kegiatan ini. Serah terima naskah hibah dari Kemen PUPR dan potong tumpeng.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Garut Hj. Rini Sri Rahayu , S,Ag , M,Si ikut mendukung terhadap penataan wisata Bagendit.
“Ya intina mendukung , apalagi kalau PAD naik dan mensejahterakan warga Garut,” pungkas Rini.***Yohannes