• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Cep Azis : Kutawaringin Zona Hijau, Tetap Ketat Jalankan PPKM 2

bydejurnalcom
Selasa, 23 Februari 2021
Reading Time: 2 mins read
Camat Kutawaringin, Kab. Bandung Drs. Cep Azis Sukandar, M.Si.(Foto : Sopandi/dejurnal.com).

Camat Kutawaringin, Kab. Bandung Drs. Cep Azis Sukandar, M.Si.(Foto : Sopandi/dejurnal.com).

ShareTweetSend

dejurnal.com, Bandung – Camat Kutawaringin, Kabupaten Bandung Drs. Cep Azis Sukandar M.Si mengatakan, salah satu yang menjadi kendala tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Kutawaringin yaitu adanya kegiatan yang menimbulkan  kerumunan.

Azis mencontohkan pasar tumpah di stadion Si Jalak Harupat. “Ini menjadi salah satu kendala. Meski pun sudah diingatkan tapi yang namanya  orang masih saja melanggar. Tapi sekarang sudah dicoba ditutup,” kata Cep Azis di kantornya, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, kultur dari masyarakat Kutawaringin,  ada beberapa pesantren yang sering melangsungkan kegiatan keagamaan yang menimbulkan kerumunan.

BacaJuga :

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Polres Subang Ungkap Ibu bunuh anak kandung

Menurut Cep Azis, meski kultur masyarakat begitu, namun tetap pihaknya berkewajiban menyarankan  pada mereka yang biasa melakukan kegiatan keagamaan: muludan, rajaban, dan lainnya agar  dibatasi atau menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Meski sudah jelas diingatkan, tidak boleh lebih dari 50 persen kumpulan orang dari biasanya, tapi tetap saja yang namanya orang. Untuk itu ditekankan selalu patuh 5M. Menci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mobilisasi masa,” kata Cep Azis.

Bersyukur Kecamatan yang membawahi 11 desa ini berstatus zon hijau. Menurut Cep.Azis sejak ada tiga  3 orang terkonfirmasi positif seminggu yang lalu, belum ada lagi kasus positif.

Cep Azis mengaku pihaknya sangat ketat  melakukan monitoring terhadap Posko PPKM di tingkat desa.

Camat menuturkan, atas dasar adanya edaran intruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dari satuan gugus tugas kecamatan melakukan monitoring dan evaluasi.

“Skala mikro dalam airtian sekarang difokuskan bagaimana pemberdayaan dari posko terpadu di tingkat desa. Pada dasarnya kami dengan unsur tim: dari kepolisaian, TNI, dan Satpol PP, kita mengadakan monitoring, sekaligus menyoaialisasikan dari implementasi  Menteri Dalam Negri nomor 3 tadi sampai tanggal 8 Maret 2021,” terang Cep Azis.

Cep Azis menambahkan, setelah  intruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM skala mikro,  tanggal 9 Pebruari sudah datang lagi surat berupa pelaksanaan PPKM melalui konteks intruksi Mendagri nomor 4 tahun 2021, yang berlaku mulai hari ini, 23 Februari 2021 sampai dengan 8 Maret 2021,”.beber Cep Azis.

Dengan hal tersebut, kata camat, pihaknya langsung  membuat jadwal di tingkat desa sampai melakukan persiapan posko di tingkat RW atau dusun.

“Tim di kecamatan ini terpadu, dari mulai unsur Koramil, unsur Pol PP Kecamatan, unsur Polsek, dan unsur kesehatan. Ada piket setiap hari, dan ada yg ke lapangan, termasuk menyampaikan surat edaran dan sosialisasi,” kata Cep  Azis.

Sosialisasi kepada masyarakat itu penting, kata Cep Azis   agar menimbulkan penyadaran terhadap masyarakat. “Yang tadinya tidak  menggunakan masker jadi menggunakan masker, dan pentingnya tentang penanganan covid -19, karena masyarakat masih ada yang beranggapan tidak apa-apa. Ini pentingnya masker, untuk menjaga dirinya dan orang lain, karena ada yang terpapar covid-19 tapi tidak bergejala (OTG), ini berbahaya, menularkan ke orang lain, tanpa disadari,” pungkasnya. ***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Cellica-Aep Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Jumat Mendatang

Next Post

Rencana Pembangunan Ponpes di Cibiuk Butuh Bantuan Semua Pihak

Related Posts

Komplotan Curanmor dan Penadah Berhasil Diamankan Polsek Karangpawitan
deNews

Komplotan Curanmor dan Penadah Berhasil Diamankan Polsek Karangpawitan

Sabtu, 21 Februari 2026
Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Yang Berasal dari Muarasanding Telah Ditemukan Tim SAR Gabungan
deNews

Korban Hanyut di Sungai Cimanuk Yang Berasal dari Muarasanding Telah Ditemukan Tim SAR Gabungan

Sabtu, 21 Februari 2026
Bersama Polri, Aliansi Rumah Bersama Dukung Kedudukan Polri di Bawah Presiden ‎
deNews

Bersama Polri, Aliansi Rumah Bersama Dukung Kedudukan Polri di Bawah Presiden ‎

Jumat, 20 Februari 2026
deNews

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

Jumat, 20 Februari 2026
Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa
deNews

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Jumat, 20 Februari 2026
Polres Subang Ungkap  Ibu bunuh anak kandung
Hukum dan Kriminal

Polres Subang Ungkap Ibu bunuh anak kandung

Jumat, 20 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

KabarDaerah

PWID Versus Apdesi Karangpawitan, Sudah Islah?

Kamis, 27 Oktober 2022
Foto : Kabupaten Ciamis meraih predikat "Sangat Baik" dalam Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2024

Meningkat, Kabupaten Ciamis Raih Predikat “Sangat Baik” Dalam Evaluasi SPBE Tahun 2024.

Sabtu, 4 Januari 2025
Tangkapan Layar Youtube : Video tiga pria di Garut, ajak negara-negara di dunia bergabung dengan Negara Islam Indonesia (NII) dan sempat viral pada bulan Oktober 2021. (Foto : Tangkapan Layar Youtube)

Paham NII Di Garut Berkembang Pesat, Diduga Dipelihara Elit Politik

Jumat, 14 Januari 2022

Mendukung Mobilisasi, Kapolres Purwakarta Berikan Bantuan BBM

Jumat, 15 Mei 2020

Kapolres Subang Menghimbau Kepada Warga Masyarakat Agar Selalu Hidup Bersih

Minggu, 6 September 2020

Gempa Bumi Mag 5,1 Guncang Bayah, Getaran Terasa di Sukabumi

Minggu, 6 April 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste