Dejurnal.com, Bandung – Salah satu warga yang mengikutsertakan anaknya yang berusia 12 tahun vaksinasi di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung terlihat sedikit kesal.
Kekesalan itu dipicu ketika anaknya sudah beres divaksin, tinggal menunggu antrian hasil print kartu bukti vaksinasi, tak kunjung dipanggil untuk menerima hasil printing. Padahal beberapa orang yang justru baru datang sodah mendapatkan kartu vaksin.
Si ibu mencoba menanyakan ke panitia. Ia mendapat jawaban, mungkin salah petugas menyimpan berkas ke petugas printing. Sialnya lagi panitia yang ditanyai tidak berusaha mencari tahu penyebabnya ke petugas printing.
Karena agak didesak si ibu anak tersebut, akhirnya petugas meminta nomer induk anak yang divaksin. Untung si ibu tersebut membawa foto copy KK. Keluarlah kartu vaksin dosis pertama. Panitia merencanakan dosis kedua tanggal 31 Oktober 2021.
Ini terjadi diduga karena keteledoran petugas akibat membludaknya masyarakat untuk divaksin yang berlangsung, Minggu (3/10/2021) ini.
Pengamatan dejurnal.com, di beberapa lokasi penyelenggaraan vaksinasi dewasa ini sangat tinggi. Penyebabnya bisa jadi karena sosialisasi yang gencar pentingnya vaksinasi atau karena takut “ancaman” kesulitan mendapat pelayanan administrasi atau tak bisa belanja di mall.
Beberapa kalangan hal ini dianggap berhasil guna mencegah penularan Covid-19. Tapi di sisi lain ada juga yang menilai, mengancam warga dengan tidak akan memberi pelayanan administrasi dan hal lainnya kalau tidak divaksin, ini melanggar hak asasi.*** Sopandi