Selasa, 23 Juli 2024
BerandadeBisnisGeo Dipa Pastikan Lahan Pengganti Proyek Patuha 2 Terealisasi

Geo Dipa Pastikan Lahan Pengganti Proyek Patuha 2 Terealisasi

Dejurnal.com, Bandung – Seluas 2,82 hektar lahan di Gunung Patuha Kabupaten Bandung akan dibuka untuk pengembangan proyek panas bumi. Geo Dipa Energi Persero yang mengembangkan proyek panas bumi ini, mengklaim proses pembukaan lahan itu dilakukan dengan memperhatikan lingkungan.

General Manager Proyek Pengembangan Panas Bumi Patuha 2 Geo Dipa Energi Persero, Supriadinata Marza mengaku pihaknya mengajukan Ijin Pinjam Pakai lahan yang akan digunakan di kawasan Hutan (IPPKH) milik Perhutani ini.

“Pengeboran yang akan kami lakukan akan berdampak kepada pembukaan lahan. Kami yakin, skenario untuk pembukaan lahan itu memperhatikan keberlangsungan mulai dari ekosistem, flora dan fauna. Jadi, akan tetap menjaga keutuhan lahan,” kata Marza susai acara paparan publik pengelolaan lingkungan dalam pembukaan lahan IPPKH Patuha unit 2 PT. Geodipa di Patuha Resort KM.8 Ciwidey, Kamis (4/11/2021).

Marza menerangkan, pembukaan lahan akan menebang kayu, cut and fill yang pihaknya gunakan untuk lahan pengeboran Patuha unit 2. “Karena menggunakan lahan hutan, Geo Dipa Energi Persero wajib memberikan lahan kompensasi dua kali lipat dari luas lahan yang dipakai,” katanya.

Pembebasan lahan sebagai lahan kompensasinya, ungkap Marza sekitar 5,64 hektar, di kawasan Desa Sugihmukti.

Dikatakan Marza, pengerjaan proyek panas bumi Patuha 2 ini, dari mulai pengeboran hingga pembangunan fasilitas PLTP, akan dilakukan mulai tahun ini. Sementara untuk kegiatan komersilnya, lanjut Marza, akan mulai beroperasi pada tahun 2024.

“Proyek panas bumi yang dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi, bertujuan untuk menambah kapasitas listrik dan ketahanan energi nasional. Listrik yang akan di salurkan 55 megawatt net, produksinya 400 Giga Watt hours per tahun, itu yang akan disalurkan ke PLN,” ungkap Marza.

Sementara menurut Pegiat lingkungan, Eyang Memet mengaku melakukan pengecekan terhadap lahan pengganti yang menjadi kewajiban oleh PT Geo Dipa Energi. Jika tidak ada lahan pengganti, maka pihaknya akan melakukan penolakan terhadap proyek panas bumi tersebut

“Tetapi terjawab sudah pada tanggal 27 itu ada rekomendasi bupati bahwa akan ada lahan pengganti,” kata Eyang di Patuha resort.

Pihaknya telah mencatat dan mencermati mengenai keaneragaman hayati yang ada di lahan proyek panas bumi tersebut. Hal tersebut dilakukan agar dapat diketahui tanaman apa saja yang bisa diselamatkan.

“Dari mulai tanaman vegetasi berkayu sampai lantai bawah hutan tersebut. Kalau berbicara tentang keanekaragaman hayati tentang potensi vegetasi tidak akan sampai hilang,” pungkasnya.***di

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI