Dejurnal.com, Bandung – Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung, Cecep Mulyana mengaku, selama pandemi Covid-19 Disperkimtan mengalami pengurangan anggaran hingga 65 persen, mengalami rekofusing anggaran sebamyak 13 kali.
Selain itu, dengan adanya bidang Air Bersih dan IPAL ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), menurut Cecep juga berdampak pada pengurangan anggaran..
Menurut Cecep, pihaknya menyerahkan anggaran ke PUTR sekaligus dengan personilnya. “Kita kasih anggaran kemarin itu nominal anggaran untuk air bersih dan IPAL Rp 51 miliar, semua diserahkan ke PUTR termasuk personil, karena mereka punya karakteristik, keahlian khusus untuk mengelola air kotor. Kita serahkan ke sana,” katanya di kantornya, Senin(14/3/22).
Hal tersebut disampaikan menyikapi pernyataan Ketua Asosiasi SPAM Kabupaten Bandung, H. Aep Saepulloh saat menerima kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Bandung , yang meninjau pengelolaan Air Bersih BUMDes Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu beberapa waktu lalu.
Saat itu H. Aep, yang juga Ketua BUMDes pengelola air bersih Marteng meminta kejelasan tentang sarana air bersih di Disperkimtan yang konon beralih ke PUTR.
Aep mengaku, Disperkimtan berperan besar dalam pembinaan terhadap anggota asosiasi SPAM. “Terus terang, dengan pembinaan Disperkimtan tentang sarana air bersih menjadi bekal anggota Asosiasi SPAM. Karena Asosiasi SPAM tidak punya anggaran untuk mengadakan pelatihan atau pembinaan, ” ujar Aep di Desa Margahayu Tengah.
Selain ada pembinaan, Disperkimtan juga memberikan hibah mesin pengelola air untuk layak minum. “Kalau harus beli lumayan mahal. Makanya saya sangat berterima kasih dan minta kejelasan, apakah setelah beralih ke PUTR pembinaan dan personil ahlinya juga serta anggaranya di PUTR? ” ujar Aep.
Apa yang menjadi pertanyaan Aep Saepulloh terjawab oleh statemen Sekretaris Disperkimtan di atas. ***Sopand