Dejurnal.com, Cianjur – Kebakaran yang di akibatkan adanya dugaan tabung gas elpiji 3 kg yang bocor di Rumah Makan Padang Cibodas Raya Kp. Paragajen Desa. Cimacan Kec. Cipanas Kab. Cianjur mengakibatkan adanya 5 korban. Salah seorang korban yang mengalami luka serius hinggga luka bakar capai 75 persen alami trauma mendalam.
Peristiwa kebakaran terjadi dua pekan lalu pada hari Kamis (5/5/2022) sekitar pukul 18.30 WIB ini.
Akibat Peristiwa tersebut Cecep (39) Warga Kp. Babakan Cikalong Desa. Cimacan mesti di larikan ke RSUD Cimacan lebih dari 10 hari, luka bakar yang dialami sangat serius di sekitaran muka, tangan, pinggang serta kaki, korban sampai saat ini belum bisa diambil keterangannya terkait peristiwa tersebut, Jum’at, (27/05/2022)
Famili korban, Opan (45) menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Saduaranya mengalami trauma mendalam karena luka yang cukup besar belum lagi anaknya masih kecil.
“Kesehariannya sebagai pemangkas rambut namun sejak kejadian tersebut usahanya terhenti padahal anaknya masih kecil. Cukup banyak biaya pengobatan yang dikeluarkan men capai puluhan juta rupiah, ” ujarnya ditemui di kediamanmya sembari berharap adanya uluran tangan untuk memulihkan saudaranya tersebut.
Sementara Priyo (45 tahun) pemilik rumah makan tersebut mengalami luka bakar sedang di bagian Muka dan Kaki sedangkan 3 Orang lainya mengalami luka ringan
Menurut saksi Nurul (36 tahun) isteri dari korban Priyo mengaku saat peristiwa terjadi gas bocor menyebar begitu cepat dalam hitungan detik
“Saat kejadian sekitar pukul 18.30 WIB kebetulan rumah makan Kami sedang banyak pengunjung, tiba-tiba tercium bau gas dari dapur menyebar dengan cepat sampai ke depan, entah datangnya dari mana tiba-tiba munculah jilatan api yang sangat besar,” tuturnya.
Prio sendiri menceritakan peristiwa yang memilukan tersebut. “Dugaan Saya kebocoran gas di picu dari pentil teng gas yang tak berpungsi soalnya saat regulatornya di cabut gas tetap keluar, kemudian dalam hitungan menit gas menyebar memenuhi ruangan dapur serta ruangan depan, entah dari mana sumber api kemudian muncul dan melukai beberapa pengunjung rumah makan ” pungkasnya.
Terpisah, Kabid LPG Hiswana Migas Cianjur, H. Saman menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut karena menyangkut keselamatan manusia. Terkait dengan produk gas melon yang tidak layak tentunya akan jadi bahan evaluasi.
“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan Ketua Hiswana Migas Hedi B terkait informasi kejadian ini, tentu perkembangan berikutnya akan disampaikan lebih lanjut,” paparnya.*** (Rik/Ark)