• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deBisnis

Ciamis Menata Masa Depan Pertanian, Kacang Tanah Jadi Komoditas Harapan Baru

bydejurnalcom
Jumat, 20 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,-  Pemerintah Kabupaten Ciamis kian memantapkan langkah transformasi sektor pertanian dengan menjadikan kacang tanah sebagai komoditas unggulan baru yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui Program Pengembangan Kacang Tanah Terintegrasi, Ciamis tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem agribisnis modern berbasis kemitraan dan kepastian pasar.

Komitmen ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring  dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Ape Ruswandana, dari Ruang ULP Sekretariat Daerah. Jumat (20/02/2026).

BacaJuga :

Itwasum Polri Verifikasi Sertijab Kapolda Jabar di Polres Purwakarta, Kapolres Paparkan Program JAWARA

Polwan Ajak Anak TK Belajar Keselamatan Lalu Lintas

Dampingi Perjalanan Umrah 41 Jemaah KORPRI Ciamis, Ang Icep Pesankan Doa dan Kepasrahan

 

Rapat tersebut turut melibatkan perwakilan Kementerian Pertanian, perusahaan offtaker industri nasional, penyuluh pertanian, serta kelompok tani. Sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam memastikan program berjalan terukur, terarah, dan berkelanjutan.

Sekda Andang Firman Triyadi menegaskan, pengembangan kacang tanah di Ciamis dirancang sebagai model kemitraan agribisnis yang saling menguntungkan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa petani tidak lagi berjalan sendiri tanpa kepastian pasar.

“Yang kita bangun adalah sistem. Mulai dari penyediaan benih unggul, pendampingan budidaya, akses pembiayaan, hingga kepastian pembelian oleh offtaker industri nasional. Dengan pola ini, petani memiliki jaminan harga dan pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Ciamis memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan masyarakat tani yang adaptif terhadap inovasi.

Dengan dukungan teknologi budidaya serta penguatan kelembagaan petani, produktivitas diharapkan meningkat signifikan.

Sebagai tahap awal, Desa Panjalu ditetapkan sebagai lokasi pengembangan dengan luas lahan tanam sekitar 50 hingga 200 hektare yang dikelola kelompok tani setempat.

Penetapan  tersebut mempertimbangkan kesiapan lahan, komitmen petani, serta dukungan kelembagaan desa.
Kawasan tersebut akan menjadi pilot project pengembangan kacang tanah terintegrasi sebelum direplikasi di kecamatan lain.

Jika berhasil, model ini akan diperluas secara bertahap untuk memperkuat posisi Ciamis sebagai sentra produksi kacang tanah di tingkat Jawa Barat.

Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswandana, menjelaskan  peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen menjadi prioritas utama. Pendampingan teknis akan dilakukan secara intensif, termasuk pengaturan pola tanam, penggunaan pupuk berimbang, hingga penanganan pascapanen.

“Kami ingin memastikan hasil panen sesuai standar industri, baik dari sisi kadar air, ukuran biji, maupun kualitas keseluruhan. Dengan begitu, daya saing produk kacang tanah Ciamis semakin kuat,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan koperasi desa agar mampu berperan sebagai agregator hasil panen sekaligus mitra distribusi. Skema ini diharapkan meningkatkan nilai tambah di tingkat lokal.

Secara makro, program ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pertanian. Dengan meningkatnya produksi dalam negeri, kebutuhan industri dapat dipenuhi dari petani lokal.

Lebih jauh, pengembangan kacang tanah terintegrasi diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja di pedesaan, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan seperti pengolahan dan distribusi.

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan petani, Ciamis optimistis mampu menata masa depan pertanian yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

Kacang tanah bukan sekadar komoditas, tetapi menjadi simbol transformasi ekonomi desa dari lahan pertanian menuju pasar nasional yang membuka harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat Ciamis. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ramadan Tak Menghalangi Layanan, Tim Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Rekam Warga Sakit dan Disabilitas di Tiga Desa

Next Post

Perjuangkan Reforma Agraria, JWI Sukabumi Berencana Sampaikan Aspirasi Ke ATR/BPN

Related Posts

Hary Adam: Kandang Kedua Pasini Farm Dukung Pendidikan Vokasi Perunggasan Ciamis
deNews

Hary Adam: Kandang Kedua Pasini Farm Dukung Pendidikan Vokasi Perunggasan Ciamis

Rabu, 7 Oktober 2026
Anggun Pasini Optimis Kandang Kedua Bawa Pertumbuhan Baru
deNews

Anggun Pasini Optimis Kandang Kedua Bawa Pertumbuhan Baru

Rabu, 7 Oktober 2026
Puslitbang Polri Gelar Penelitian, Kaji Efektivitas Penegakan Hukum
Hukum dan Kriminal

Puslitbang Polri Gelar Penelitian, Kaji Efektivitas Penegakan Hukum

Rabu, 7 Oktober 2026
Itwasum Polri Verifikasi Sertijab Kapolda Jabar di Polres Purwakarta, Kapolres Paparkan Program JAWARA
dePraja

Itwasum Polri Verifikasi Sertijab Kapolda Jabar di Polres Purwakarta, Kapolres Paparkan Program JAWARA

Rabu, 7 Oktober 2026
Polwan Ajak Anak TK  Belajar Keselamatan Lalu Lintas
deEdukasi

Polwan Ajak Anak TK Belajar Keselamatan Lalu Lintas

Rabu, 7 Oktober 2026
Dampingi Perjalanan Umrah 41 Jemaah KORPRI Ciamis, Ang Icep Pesankan Doa dan Kepasrahan
deNews

Dampingi Perjalanan Umrah 41 Jemaah KORPRI Ciamis, Ang Icep Pesankan Doa dan Kepasrahan

Rabu, 7 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Kabupaten Purwakarta Terjadi Peningkatan Status Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jumat, 1 Mei 2020

Pengunjung Toserba Membludak, Algerac Tanggapi PSBB Ciamis

Sabtu, 16 Mei 2020

Digelar Tiap Bulan Ramadhan Berlian Fest, Kata Bupati Bandung Wahana Meningkatkan Minat Baca

Kamis, 13 Maret 2025

RAT PKPRI Ciamis 2025, Evaluasi Kritis Ditengah Menurunnya Kinerja Koperasi Primer

Minggu, 11 Mei 2025
Foto : ist/ Komunitas DBL salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Acara Ulang Tahun ke 11

Sekda Ciamis Hadiri Perayaan Ulang Tahun ke-11 DBL

Sabtu, 22 Maret 2025

Guna Meningkatkan Kinerja ASN, Kesekretariatan DPRD Purwakarta Dievaluasi

Selasa, 8 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste