Dejurnal.com, Garut – Santernya tudingan ada salah satu oknum Dewan Pendidikan Kabupaten (DPKG) yang terlibat dalam proyek Media Pendidikan dan Pengadaan Bantuan Pemerintah Pusat, Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tahun anggaran 2022 Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mendapat tanggapan dari beberapa anggota DPKG.
“Kita tidak paham kongkalikong seperti apa yang dimaksud dalam sebuah pemberitaan tersebut karena secara pribadi tidak pernah tahu tentang proyek-proyek,” tandas salah satu anggota DPKG saat diminta tanggapan oleh dejurnal.com, Minggu (19/6/2022).
Lebih lanjut Ia mengatakan, dirinya sebagai salah satu bagian Dewan Pendidikan Kabupaten Garut merasa heran jika ada salah satu anggota DP yang mampu sampai sejauh itu. “Luar biasa jika sampai ada anggota DP bisa jadi “orang kuat”,” ujar anggota DPKG yang enggan disebut namanya ini sambil tertawa.
Dirinya mengaku tak ada gambaran siapa yang dimaksud dengan “orang kuat” karena menurutnya semua anggota DP landai-landai saja. “Secara pribadi, saya sepakat jika Dewan Pendidikan menjawab perihal isu ini secara resmi,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu anggota DPKG Susi Sabion mengaku ada banyak yang bertanya tentang isu tersebut. “Tapi belum bisa ngasih tanggapan, lagian kan belum tahu siapa oknum anggota DP yang dimaksud,” ujarnya kepada dejurnal.com melalui sambungan aplikasi perpesanan.
Menurut Susi, kalo tudingan itu misalnya ke dirinya langsung pasti langsung menanggapi. “Tapi kan kalau orang lain bingung juga, takut salah tanggapannya,” katanya.
Ia mengungkapkan, setahu dirinya tak pernah ada komunikasi dengan Dinas Pendidikan soal proyek yang dimaksud dan kemudian menjadi isu. “Ini ko tiba-tiba di sebut ada oknum DP kan ini araneh,” ujarnya seraya tertawa.
Susi pun sepakat jika isu ini tetap harus dijawab secara resmi oleh Dewan Pendidikan. “Harus dijawab dan insya allah kita dorong karena sudah menyudutkan DPKG,” pungkasnya.***Raesha
Discussion about this post