• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, April 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Regional

Ampibi Garut Desak Pemerintah Serius Lakukan Tindakan Pencegahan Bencana Akibat Ulah Manusia

bydejurnalcom
Selasa, 27 September 2022
Reading Time: 3 mins read
Ampibi Garut saat beraudiensi tentang pencegahan bencana sehari sebelum terjadinya banjir pameungpeuk, Kamks (22/9/2022).

Ampibi Garut saat beraudiensi tentang pencegahan bencana sehari sebelum terjadinya banjir pameungpeuk, Kamis (22/9/2022).

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Lima kecamatan di Garut bagian selatan diterjang bencana banjir dan longsor pada Jumat, 23 September 2022 lalu, mengakibatkan kerugian harta benda, lahan pertanian rusak, ribuan jiwa terdampak, juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang di rawat serta menghancurkan infrastruktur jalan, jembatan, sarana pendidikan dan keagamaan.

Bencana yang terjadi kali kedua ini menjadi perhatian beberapa lembaga dan elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan termasuk Aliansi Masyarakat Peduli Penanggulangan Bencana Indonesia (AMPIBI) Garut.

Melalui Andri Hidayatulloh selalu Ketua Ampibi menjelaskan bahwa bencana hidro meteorologi dan geologi di Kabupaten Garut semakin mengkhawatirkan karena  mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat seiring masifnya kerusakan alam Kabupaten Garut.

BacaJuga :

Aksi Cepat Muspika! Warung Penjual Obat Terlarang di Pagaden Ditutup Mendadak

Polres Subang Ungkap Kasus Pestisida Palsu,Ribuan Produk Disita,Tiga Orang Tersangka Diamankan

Razia dan Tes Urine Lapas Ciamis, Semua Negatif Narkoba

“Hutan lindung jadi kebun sayuran, bukit sebagai tanggul alami dikeruk untuk pariwisata yang tapa konsep, hal ini sangat meningkatkan risiko dan ancaman  bencana alam,” ujarnya melalui rilis yang diterima dejurnal.com, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan faktor peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Kerusakan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem. Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan seperti daerah Kabupaten Garut.

“Bencana-bencana tersebut akan menjadi rutinitas jika rusaknya lingkungan tidak segera di perbaiki. Meskipun jika ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga,” terangnya.

Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini, tambah Andri, justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.

“Bencana yang terus terjadi sejak 2016, 2019, 2020, 2021 hingga 2022 sangat merugikan ribuan jiwa terdampak, kehilangan jiwa dan harta benda,” tandasnya.

Karena itu AMPIBI akan terus mengawal proses penanggulangannya dan sangat menanti keseriusan pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk menanggulangi kejadian bencana alam di Garut.

“Kita akan meminta KLHK mengevaluasi kebijakan kebijakan yang bisa menurunkan daya dukung lingkungan, BNPB harus serius mendorong anggaran penanggulangan bencana untuk kabupaten Garut, Kementrian PUPR melalui BBWS Cimanuk-Cisanggarung dan BPDAS Cimanuk-Citanduy harus turun tangan atas terjadinya perubahan sempadan sungai, sedimentasi, abrasi dan mengevaluasi kondisi bendung copong terutama saluran tersiernya. Perum Perhutani, PT Agro Jabar, PTPN VIII, harus turun tangan untuk turut serta menyelesaikan masalah kerusakan lingkungan/hutan yang terjadi,” tuturnya.

Kementerian ESDM harus mengevaluasi atas izin pertambangan yang di keluarkan, pemerintah provinsi dan daerah kabupaten Garut harus serius dalam menangani persoalan lingkungan yang menyebabkan terjadinya bencana, apalagi kabupaten Garut satu-satunya kabupaten yang memiliki perda tataruang berbasis mitigasi bencana, harus diimplementasikan bukan hanya sekedar dokumen normatif. Sedangkan pihak DPRD harus mendorong dari sisi kebijakan politik yang pro keberlanjutan ekologi, keselamatan lingkungan dan masyarakat.

“Kami AMPIBI sangat menantikan keseriusan pemangku kebijakan untuk menjamin keselamatan masyarakat Garut dari ancaman bencana,” pungkasnya.***Red

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Himbau Kamtibmas, Bhabin Adi Dharma Polsek Gunung Jati Polres Ciko Sambangi Warga

Next Post

Ajak Kondusifitas, Bhabin Astana Polsek Gunung Jati Polres Ciko sambangi warga

Related Posts

Alihkan Sampah ke Energi Listrik,TPA Cikolotok Purwakarta ke PLTsa Sarimukti
Nasional

Alihkan Sampah ke Energi Listrik,TPA Cikolotok Purwakarta ke PLTsa Sarimukti

Rabu, 8 April 2026
BP2D Ciamis Arahkan Jembatan Cirahong Jadi Alternatif Wisata Sejarah dan Kuliner
deNews

BP2D Ciamis Arahkan Jembatan Cirahong Jadi Alternatif Wisata Sejarah dan Kuliner

Rabu, 8 April 2026
Foto : Kepala DPRKPLH Ciamis, Giyatno
deNews

Aturan Sampah Diperketat, Warga Ciamis Wajib Sediakan Tempat Sampah di Depan Rumah

Rabu, 8 April 2026
Aksi Cepat Muspika! Warung Penjual Obat Terlarang di Pagaden Ditutup Mendadak
Hukum dan Kriminal

Aksi Cepat Muspika! Warung Penjual Obat Terlarang di Pagaden Ditutup Mendadak

Selasa, 7 April 2026
Polres Subang Ungkap Kasus Pestisida Palsu,Ribuan Produk Disita,Tiga Orang Tersangka Diamankan
deNews

Polres Subang Ungkap Kasus Pestisida Palsu,Ribuan Produk Disita,Tiga Orang Tersangka Diamankan

Selasa, 7 April 2026
Razia dan Tes Urine Lapas Ciamis, Semua Negatif Narkoba
deNews

Razia dan Tes Urine Lapas Ciamis, Semua Negatif Narkoba

Selasa, 7 April 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Diduga Akibat Gorong Gorong Dari PT MPI Tersumbat, Rumah dan Sawah Warga Desa Bunder Tergenang Air

Jumat, 13 November 2020

Tindaklanjuti Edaran Mendagri, Bupati Purwakarta Tegaskan Tak Ada Open House Lebaran

Sabtu, 8 Mei 2021

Babinsa Desa Manggungharja Lakukan Komsos Bersama Warga Silaturahmi dan Jaga Keamanan Lingkungan

Kamis, 30 Oktober 2025

Kuota Habis, Publik Garut Pertanyakan Mini Market di Cilawu Bisa Berdiri

Jumat, 24 Desember 2021
Tangkapan video tiktok akun @ayi.emen4

Video Warga Ungkap Pembangunan Dana Desa 2025 Tidak Sesuai RAB, Kades Sukamulya : Tidak Benar, Silahkan Cek Lapangan

Minggu, 27 April 2025

BJB Syariah Bandung Berikan Hibah Satu Unit Mobil Kepada Kemenag Garut

Kamis, 7 Oktober 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste