• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Regional

Ampibi Garut Desak Pemerintah Serius Lakukan Tindakan Pencegahan Bencana Akibat Ulah Manusia

bydejurnalcom
Selasa, 27 September 2022
Reading Time: 3 mins read
Ampibi Garut saat beraudiensi tentang pencegahan bencana sehari sebelum terjadinya banjir pameungpeuk, Kamks (22/9/2022).

Ampibi Garut saat beraudiensi tentang pencegahan bencana sehari sebelum terjadinya banjir pameungpeuk, Kamis (22/9/2022).

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Lima kecamatan di Garut bagian selatan diterjang bencana banjir dan longsor pada Jumat, 23 September 2022 lalu, mengakibatkan kerugian harta benda, lahan pertanian rusak, ribuan jiwa terdampak, juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang di rawat serta menghancurkan infrastruktur jalan, jembatan, sarana pendidikan dan keagamaan.

Bencana yang terjadi kali kedua ini menjadi perhatian beberapa lembaga dan elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan termasuk Aliansi Masyarakat Peduli Penanggulangan Bencana Indonesia (AMPIBI) Garut.

Melalui Andri Hidayatulloh selalu Ketua Ampibi menjelaskan bahwa bencana hidro meteorologi dan geologi di Kabupaten Garut semakin mengkhawatirkan karena  mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat seiring masifnya kerusakan alam Kabupaten Garut.

BacaJuga :

64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam

DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

“Hutan lindung jadi kebun sayuran, bukit sebagai tanggul alami dikeruk untuk pariwisata yang tapa konsep, hal ini sangat meningkatkan risiko dan ancaman  bencana alam,” ujarnya melalui rilis yang diterima dejurnal.com, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan faktor peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Kerusakan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem. Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan seperti daerah Kabupaten Garut.

“Bencana-bencana tersebut akan menjadi rutinitas jika rusaknya lingkungan tidak segera di perbaiki. Meskipun jika ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga,” terangnya.

Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini, tambah Andri, justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.

“Bencana yang terus terjadi sejak 2016, 2019, 2020, 2021 hingga 2022 sangat merugikan ribuan jiwa terdampak, kehilangan jiwa dan harta benda,” tandasnya.

Karena itu AMPIBI akan terus mengawal proses penanggulangannya dan sangat menanti keseriusan pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk menanggulangi kejadian bencana alam di Garut.

“Kita akan meminta KLHK mengevaluasi kebijakan kebijakan yang bisa menurunkan daya dukung lingkungan, BNPB harus serius mendorong anggaran penanggulangan bencana untuk kabupaten Garut, Kementrian PUPR melalui BBWS Cimanuk-Cisanggarung dan BPDAS Cimanuk-Citanduy harus turun tangan atas terjadinya perubahan sempadan sungai, sedimentasi, abrasi dan mengevaluasi kondisi bendung copong terutama saluran tersiernya. Perum Perhutani, PT Agro Jabar, PTPN VIII, harus turun tangan untuk turut serta menyelesaikan masalah kerusakan lingkungan/hutan yang terjadi,” tuturnya.

Kementerian ESDM harus mengevaluasi atas izin pertambangan yang di keluarkan, pemerintah provinsi dan daerah kabupaten Garut harus serius dalam menangani persoalan lingkungan yang menyebabkan terjadinya bencana, apalagi kabupaten Garut satu-satunya kabupaten yang memiliki perda tataruang berbasis mitigasi bencana, harus diimplementasikan bukan hanya sekedar dokumen normatif. Sedangkan pihak DPRD harus mendorong dari sisi kebijakan politik yang pro keberlanjutan ekologi, keselamatan lingkungan dan masyarakat.

“Kami AMPIBI sangat menantikan keseriusan pemangku kebijakan untuk menjamin keselamatan masyarakat Garut dari ancaman bencana,” pungkasnya.***Red

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Himbau Kamtibmas, Bhabin Adi Dharma Polsek Gunung Jati Polres Ciko Sambangi Warga

Next Post

Ajak Kondusifitas, Bhabin Astana Polsek Gunung Jati Polres Ciko sambangi warga

Related Posts

Polisi  Edukasi Pelajar SMKN 1 Bojong  Jauhi Narkoba
Hukum dan Kriminal

Polisi Edukasi Pelajar SMKN 1 Bojong Jauhi Narkoba

Selasa, 6 Oktober 2026
7 Destinasi Wisata Subang dengan Pemandangan Menakjubkan
deWisata

7 Destinasi Wisata Subang dengan Pemandangan Menakjubkan

Selasa, 6 Oktober 2026
Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa
deEdukasi

Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa

Selasa, 6 Oktober 2026
64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam
deNews

64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam

Selasa, 6 Oktober 2026
DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026
Parlementaria

DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026

Selasa, 6 Oktober 2026
Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara
deNews

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

Selasa, 6 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Ilustrasi.

RKPDes Hal Vital, Setiap Desa Wajib Menyusun dan Menetapkan

Sabtu, 7 November 2020

LSM Penjara Nilai Rotasi Mutasi Eselon 2 Diduga Langgar Aturan

Sabtu, 7 September 2019

Dena Wahyu, Pemain Uhen Dalam Preman Pensiun Ternyata Kasi Kesra Desa Sukamenak

Jumat, 29 Mei 2020
Peta Timbanganten, lokasi kerajaan yang menjadi asal leluhur para Bupati Bandung sebelum pindah ke Dayeuhkolot, lalu Bandung. (Sumber: buku Selayang Pandang Kabupaten Daerah Tingkat II Sumedang: Peringatan Hari Jadi Sumedang Ke-405, 22 April 1578 - 22 April 1983)

Sunan Burung Baok, Kisah Raja Timbanganten yang Melegenda di Garut

Sabtu, 27 Desember 2025

13 Miliar Program SPAM DAK Tahun 2024, Berapa Alokasi Untuk PDAM Tirta Intan Garut?

Minggu, 11 Agustus 2024

Dinas Pertanian Gelar GPM Untuk Stabilkan Haraga Pangan Menjelang Idul Fitri

Rabu, 6 Maret 2024

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste