Dejurnal.com, Bandung – Sebanyak 3500 dari 4700 rumah di Desa Margahayu Tengah (Marteng), Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung mendapat pelayanan sambungan air bersih dari sumur bor yang dikelola Bumdes setempat. Sisanya mengupayakan sendiri mendapatkan air bersihnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, waktu melakukan Rembuk Bedas di Desa Marteng tanggal 1 April 2023 meminta pihak desa mendata rumah yang belum tersaluri air dari yang dikelola Bumdes, untuk membuka kemungkinan kerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Raharja.
Menyikapi wacana ada saluran pipa air dari Perumda, Kepala Desa Marteng Asep Zaenal Mahmud menuturkan, warga Kecamatan Margahayu, khususnya Desa Marteng sangat merindukan air dari PDAM (Perumda Air Minum Tirta Raharja).
Asep menyebutkan, sementara belum ada PDAM, pemerintah Marsel sejak 2014 mencari solusi dengan mengusahakan mengebor sumur dan disalurkan ke rumah masyarakat.
“Ke depan kita berikan sepenuhnya keleluasaan kepada masyarakat, apakah mau menggunakan air dari sumur bor yang dikelola Bumdes, atau mau PDAM, atau mau keduanya atu tidak keduanya. Kita normatif saja sesuai pilihan masyarakat, ” kata Asep Zaenal Mahmud di kantornya, Rabu (5/4/2023).
Pengelolaan air bersih selama ini, kata Asep hanya memenuhi kewajiban memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ada pun wacana kalau memungkin ada jalur perpipaan, lanjut Asep, kalau di Marteng sudah 3000 lebih tersaluri air yang dikelola Bundes. “Sayang kalau sekarang harus dibangunkan lagi jaringan PDAM. Biaya sambungan rumahnya juga pasti cukup mahal,” katanya.
Asep inginnya ada kebijakan saluran pipa itu dimasukan ke toren- toren yang sudah ada. “Sehingga jaringan perpipaan yang sementara ini swadaya masyarakat , pendaftaran ke Bumdes 1 juta, kalau 3000 rumah saja sudah 3 miliar. Swadaya masyarakat yang dikorbankan,” terang Asep.
Asep berharap, kalau memungkinkan PDAM menggelontorkan airnya ke torn-torn yang sudah ada masyarakat tidak dibebankan lagi dengan pendaftaran baru. “Adapun masalah tarif itu bisa dibicarakan nanti, ” imbuhnya.
Karena, kata Asep pasti antara PDAM dan Bumdes saling membutuhkan. “Yang pasti masyarakat terpenuhi kebutuhan air bersihnya secara kontinyu dan layak, ” tutup Asep.
Untuk diketahui, Perumda Air Minum Tirta Raharja Menargetkan tahun 2024 panambahan 12.000 sambungan air di Kecamatan Margahayu dan Margaasih, sekarang baru tercapai 2.500 sambungan. *** Sopandi