Dejurnal.com, Bandung – Sejumlah 677 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memangku jabatan fungsional dilantik Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna di Gedung Moch Toha Pemkab Bandung, Soreang, Selasa (27/6/2023).
Menurut Dadang Supriatna, ke 677 orang PNS baru dan masuk pada jabatan fungsional ini mulai efektif setelah dilantik. “Mreka didistribusikan ke 31 formasi yang sesuai dengan formasi yang sudah ditentukan sebelumnya,” kata Bupati Bandung usai pelantikan.
Dadang Supriatna berharap PNS yang baru dilantik tersebut dapat terus berbakti kepada bangsa dan negara serta lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Dadang Supriatna mengajak PNS yang baru dilantik agar fokus dan memahami visi misi serta RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan tusi (tugas dan fungsi) yang pada akhirnya bisa melakukan langkah-langkah inovasi demi mewujudkan Kabupaten Bandung Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab. Bandung Drs. H. Akhmad Djohara mengatakan, ratusan PSN yang dilantik tersebut adalah guru, tenaga kesehatan dan semua pejabat fungsional.
Di Kabupaten Bandung, kata Ahmad Johara saat ini kekurangan tenaga guru cukup banyak. “Setiap tahun antara 1.200 sampai 1.500 pegawai yang pensiun. Sekarang ini 1.046 pegawai yang pensiun tahun ini dari tenaga kesehatan, tenaga guru dan tenaga teknis. Kita seharusnya mendapatkan formasi 1.046 orang. Tetapi kemarin berdasarkan permintaan Pak Bupati Bandung yang sudah berangkat ke Kementerian-PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), akhirnya alhamdulillah kita mendapatkan kuota kurang lebih 1.500 orang untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan,” kata Akhmad.
Dengan 1.046 orang pegawai yang pensiun dan mendapatkan kuota 1.500 orang itu, menurut Ahmad, merupakan tambahan pegawai di lingkungan Pemkab Bandung, termasuk di dalamnya tenaga guru.
Ia mengatakan atas hasil pengangkatan PNS ini, dipersilahkan kepada Dinas Pendidikan untuk dipetakan ke sekolah-sekolah.
Dengan banyaknya para pegawai yang pensiun, menurut Ahmad solusinya adalah Pemerintah Kabupaten Bandung menambah pegawai dengan tidak sampai menjadikan beban atau memberatkan APBD.
“Kita akan ada pengangkatan tahun ini. Sekarang ada testing untuk 1.500 orang, ini akan terus berjalan. Hanya di tengah-tengah formasi yang pensiun kita upayakan ada tambahan pegawai. Apalagi ada tambahan lima RSUD dan tambahan sekolah baru SMP di Kabupaten Bandung, sehingga harus ada tambahan pegawai untuk tenaga kesehatan dan tenaga guru. Kita terus berupaya untuk menambah jumlah pegawai,” katanya.*** Sopandi