Dejurnal.com, Bandung – Puluhan orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya pada PPDB tahun 2023 ke SMAN 1 Margaasih, Kabupaten Bandung melalui jalur zonasi mengaku kecewa karena anak mereka tidak diterma.
Padahal, kata seorang dari mereka, warga RT 06 RW 17, jarak SMAN 1 Margaasih dengan tempat tinggal mereka kurang dari 1 km, bahka ada yang hanya 200 meter tidak diterima.
Baca juga :
Jika Ditemukan Praktek Pungli di PPDB, Gubernur Jabar Ridwan Kamil : Viralkan
Karena kecewa, mereka mendatangi kantor Kepala Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (10/7/2023) sore.
Kedatanga mereka untuk mengadu kepada Kepala Desa Mekarahayu H Iip Syaripullah, agar hak mereka sebagai warga mendapat perhatian dari SMAN 1 Margaasih.
Selain mengadu kepada kepala desa, mereka juga ada yang mengadu ke Ketua RW. Jajang, Ketua RW 23 mengaku, dirinya diminta menyampaika hal tersebut kepada pihak sekolah.
Dari data yang diperoleh dari pihak desa ada 68 siswa dari Kp Bururjul desa setempat yang mendaftar ke SMAN1 Margaasih yang diterima hanya 16 orang. Para orang tua tersebut menuntut hak mereka karena mereka merasa memenuhi syarat zonasi.
Baca juga :
SMK Tak Berijin Namun Bandel Terima Siswa, Satpol PP Jabar Didorong Turun dan Tutup
Mereka juga mempertanyakan, jika yang sangat dekat tidak diterma, jenapa ada yang jauh, beda kecamatan diterima.
Mendapat pengaduan warganya, H. Iip menyarankan agar yang bersangkutan langaung mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan.
Namun, H. Iip menyebutkan dari hasil rapat pihaknya dengan sekolah sebelumnya, yang ia ketahui bahwa PPDB di SMAN 1 Margaasih, komposisi PPDB jalur zonasi 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur perpindahan 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen.
H. Iip berharap warganya yang mendaftarkan anaknya ke SMAN1 Margaasih bisa diterima semua, karena menurut persentase jumlah 68 masih tertampung. Sesuai tujuan SMAN 1 Margaasih dibangun di Desa Mekarrahayu, untuk memenuhi kebutuhan warga dengan sekolah lanjutan menengah atas, sehingga pihak desa dulu turut membidani adanya SMAN 1 Margaasih.
Rencananya, besok Selasa (11/203) puluhan warga mayoritas ema-ema itu akan mendatangi sekolah. ***Sopandi