Dejurnal.com, Bandung – Pertengahan bulan November 2022 lalu, Kampung Ciseah dan area pekuburan Kubang di Desa Pameuntasan, sebagian Kampung Muara dan area persawahan blok Bojong Nangka di Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin serta sebagian Kampung Lebak Muncang dan Kampung Murci di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang diterjang banjir akibat meluapnya sungai Ciwidey.
Terjadinya peristiwa banjir yang melanda tiga kawasan tersebut diduga akibat tersendatnya aliran sungai Ciwidey dan menyempitnya kondisi sungai, dampak dibangunnya pabrik dikawasan Lebak Muncang Desa Cilampeni Kecamatan Katapang dan kawasan Libai Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Baca juga : Kuburan Diterjang Banjir Bandang, Mayat Terpaksa “Diungsikan”
Direktur Lembaga Pengawasan Pembangunan Daerah (LPPD) Jeje Hermawan mengatakan bahwa terjadinya musibah banjir yang menerjang 3 desa di 2 kecamatan itu terjadi pada pertengahan November 2022 lalu, diduga akibat pendangkalan dan menyempitnya kondisi Sungai Ciwidey.
“Baru pertama kali ini Lebak Muncang dan kawasan Kampung Muara kena banjir. Diduga sejak adanya pembangunan pabrik dikawasan Lebak Muncang dan Libai sehingga aliran sungai tersendat dan terjadi penyempitan,” ungkapnya.
Menurut Jeje, pihaknya telah melakukan penelusuran ke lokasi dan menemukan fakta bahwa telah terjadi penyempitan badan Sungai Ciwidey akibat dibangunnya pabrik.
“Ketika volume air Ciwidey besar akibat curah hujan yang tinggi dipastikan akan terjadi banjir, karena laju air tidak lancar terhalang oleh tembok-tembok bangunan di kiri kanan sungai,” ujarnya kepada dejurnal.com, Minggu (2/7/2023).
Baca juga : Menguak Asal Usul Sejarah Desa Pameuntasan dan Dinamikanya
Menurutnya, air akan kembali ke hulu dan meluap ke areal pemukiman penduduk di Kampung Lebak Muncang dan kampung lainnya yang ada disepanjang aliran Sungai Ciwiidey.
“Sebaiknya pihak terkait yang berwenang mengeluarkan perijinan baik IMB maupun AMDAL untuk segera melakukan kajian ulang dan turun ke lapangan meninjau keadaan, musim penghujan ini dikhawatirkan banjir melanda kembali seperti tahun lalu,” Pungkasnya.***liliguntur