• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Februari 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Menyoal Desain Pembangunan Pagar Kantor Disparbud, Refleksi Budaya Garut?

bydejurnalcom
Minggu, 24 September 2023
Reading Time: 3 mins read
Menyoal Desain Pembangunan Pagar Kantor Disparbud, Refleksi Budaya Garut?
ShareTweetSend

Oleh : Galih F Qurbany *)

Masyarakat harus tahu bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut sedang melakukan renovasi pagar kantor dengan arsitektur yang diaplikasikan gerbang mirip dengan bangunan candi dan pagar (sigotaka dan wayang).

Namun disini, penulis selaku salah satu bagian dari praktisi budaya tidak ingin mengomentari tentang proyeknya, namun lebih cenderung untuk mencoba memberikan penilaian dari beberapa sudut pandang dan pertimbangan terkait desain pagar yang sedang dibangun oleh Disparbud Garut tersebut.

BacaJuga :

Doa dan Kebersamaan Jadi Kekuatan PSGC, Bupati Ciamis Tegaskan ASN Tak Perlu Menonton Laga Penentuan

Aksi Nyata Bank Galuh Ciamis, Dari Apel hingga Bersih-Bersih Lingkungan Kota

HUT Partai Gerindra, Teddy Setiadi : Amanah Rakyat Harus Dijawab Dengan Kerja Sungguh-Sungguh

Ada beberapa analisis penilaian yang ingin penulis sampaikan terutama dalam segi estetika dan karya budaya desain bangunan pagar kantor Disparbud Kabupaten Garut yang menggunakan motif gerbang mirip candi dan pagar dengan motif simbol Sigotaka.

Sepintas memang terlihat menarik dan cantik dalam perspektif estetika, namun beberapa pihak mungkin memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini, karena terkait dengan konsep keindahan yang bisa berbeda di setiap individu.

Pertanyaannya mengapa pembangunan pagar tersebut diambil desain candi dan lawang sigotaka, apakah itu sudah mewakili kegarutan ataukan dianggap sebagai karya budaya baru? Pertanyaan itu muncul karena penulis menilai, jika dipertimbangkan secara matang Garut sebenarnya memiliki kekayaan budaya yang etnikal, khas dan mengandung nilai filosofis luhur.

Penampakan desain pagar Kantor Disparbud Garut.

Dalam konteks ini, dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang sejarah, kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Garut karena salah sedikit saja dapat merusak harmoni dan kebersamaan dalam masyarakat bahkan menimbulkan pro- kontra.

Dari sudut pandang sejarah dan arkeologi, pada dasarnya penciptaan karya seni atau arsitektur merupakan refleksi dari keadaan masyarakat, budaya, dan lingkungannya pada suatu era tertentu. Oleh karena itu, dalam konteks sejarah dan arkeologi di Garut, desain bangunan pagar kantor Disparbud yang memakai candi dan wayang tersebut mungkin tidak sesuai dengan kondisi sejarah dan arkeologi yang terjadi di Garut.

Secara de facto, Garut secara khusus dan Jawa Barat secara umun tidak punya kekhasan candi yang bisa dijadikan acuan, kendati Garut memiliki satu satunya Candi Cangkuang, belum bisa repsesentatif dijadikan sebagai simbol, beda dengan domba Garut yang telah mendunia dan bisa dijadikan simbol identitas Garut sehingga layak jadi bentuk gapura dengan kepala domba.

Demikian juga dengan pagar motif pintu Sigotaka, meski simbol ini biasa kita temukan di tanah Sunda, namun sigotaka bukankah produk original Garut, karena menurut sejarah sigotaka diciptakan oleh Sunan Gunung Jati saat membuat gugunungan dan membuat gerbangnya, dan sigotaka secara singkat diambil dari bahasa China dan Sansakerta yaitu Si : 4 yang melambangkan empat usur air, udara, tanah dan api, Go : 5 melambangkan unsur panca indra, Ta (sapta) : 7 melambang islam dan tauhid dan Ka (eka ) satu, melambangkan sang pencipta, artinya bahwa motif sigotaka adalah produk Cirebon, sangat mungkin jika sigotaka dipadukan dengan motif batik Garutan.

Namun demikian , ada kemungkinan bahwa desain tersebut dapat dianggap sebagai upaya pengembangan dan pelestarian akulturasi budaya masyarakat Garut.

Dari Perspektif Akademis dan Teoritis

Pendekatan akademis dan teoretis dapat mencakup analisis tentang konsep keindahan dan peran simbolisme dalam seni dan arsitektur. Gerbang candi dan pagar sigotaka yang dipilih dalam desain mungkin dapat melambangkan nilai-nilai atau makna-makna yang ada dalam masyarakat Garut.

Namun, perlu juga dipertimbangkan apakah menyandingkan karya sejarah/ilmu pengetahuan sebagai unsur dekoratif sebuah pagar bangunan Disparbud memberikan kontribusi pada kebudayaan atau tidak.

Dalam perspektif budaya dan identitas masyarakat Garut, desain bangunan kantor Disparbud yang menggunakan motif gerbang mirip candi dan motif sigotaka wayang belum bisa dianggap sebagai upaya pelestarian budaya masyarakat Garut, walaupun dapat dimaklumi itu merupakan upaya untuk menciptakan bangunan dengan desain yang indah dan menarik.

Namun, di sisi lain, pemilihan desain tersebut tentunya memerlukan kajian lebih lanjut tentang dampak sosial budayanya pada masyarakat dan kontribusi terhadap kebudayaan sebagai sebuah bangunan kantor. Oleh karena itu, perlu adanya kajian yang komprehensif dengan dukungan dari pemangku kebudayaan di masyarakat Garut agar bangunan ini lebih tepat dan dapat dimaknai oleh masyarakat secara lebih utuh.

Penulis khawatir, pembangunan pagar kantor Disparbud Garut hanya sekedar menonjolkan kemegahan dan keinginan individu yang tidak merefleksikan budaya khas Garut. Apatah lagi jika pembangunan pagar kantor Disparbud dengan desain candi dan sigotaka tidak melibatkan para pelaku budaya yang ada di Kabupaten Garut. Padahal para pelaku budaya di Garut itu nyata dan ada.

*) Penulis Wakil Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Legislator Fraksi Demokrat Agus Jaenudin : Niatkan Jadi Kades untuk Mengabdi pada Masyarakat

Next Post

Ribuan Guru Ikuti Porseni PGRI 2023, Kadisdik : Ajang Silaturahmi Mewujudkan Kabupaten Bandung Bedas

Related Posts

Sukacita Kelahiran Keluarga, Disdukcapil Ciamis Imbau Orang Tua Segera Urus Akta Lahir, KIA dan Perubahan KK
deNews

Sukacita Kelahiran Keluarga, Disdukcapil Ciamis Imbau Orang Tua Segera Urus Akta Lahir, KIA dan Perubahan KK

Sabtu, 7 Februari 2026
Akses Terbatas Hambat Investor, Bupati Herdiat Perkuat Branding Ciamis Bersih
deNews

Akses Terbatas Hambat Investor, Bupati Herdiat Perkuat Branding Ciamis Bersih

Sabtu, 7 Februari 2026
Bertempat di Stadion GBLA, Polda Jabar Laksanakan Apel Pagi Gabungan dan Bersih Bersih / Korve Massal
deNews

Bertempat di Stadion GBLA, Polda Jabar Laksanakan Apel Pagi Gabungan dan Bersih Bersih / Korve Massal

Sabtu, 7 Februari 2026
Doa dan Kebersamaan Jadi Kekuatan PSGC, Bupati Ciamis Tegaskan ASN Tak Perlu Menonton Laga Penentuan
deNews

Doa dan Kebersamaan Jadi Kekuatan PSGC, Bupati Ciamis Tegaskan ASN Tak Perlu Menonton Laga Penentuan

Jumat, 6 Februari 2026
Aksi Nyata Bank Galuh Ciamis, Dari Apel hingga Bersih-Bersih Lingkungan Kota
deNews

Aksi Nyata Bank Galuh Ciamis, Dari Apel hingga Bersih-Bersih Lingkungan Kota

Jumat, 6 Februari 2026
HUT Partai Gerindra, Teddy Setiadi : Amanah Rakyat Harus Dijawab Dengan Kerja Sungguh-Sungguh
dePolitik

HUT Partai Gerindra, Teddy Setiadi : Amanah Rakyat Harus Dijawab Dengan Kerja Sungguh-Sungguh

Jumat, 6 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Pihak Kepolisan Gelar Olah TKP Kecelakaan Bus di Kawasan Puncak Bogor

Selasa, 29 Agustus 2023

Tasyakur Binni’mah SDN Magung 01 Ciparay. Lepas Siswa Kelas VI dan Kenaikan Kelas Digelar Sederhana Namun Penuh Makna

Kamis, 26 Juni 2025

Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Sebuah Ruko di Katapang Bandung

Kamis, 30 Januari 2025
Foto : Bawaslu Ciamis Gelar Sosialisasi Netralitas Aparatur Desa di Hotel Tyara Plaza,Selasa (19/11/2024)

Bawaslu Ciamis Gelar Sosialisasi Netralitas Untuk Aparatur Desa

Selasa, 19 November 2024
Ilustrasi.

RKPDes Hal Vital, Setiap Desa Wajib Menyusun dan Menetapkan

Sabtu, 7 November 2020

Aplikasi Daluwang, Solusi Tanda Tangan Untuk Dokumen Dimasa Pandemi

Rabu, 7 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste