Dejurnal.com, Sukabumi – Sejumlah warga di Kampung Cikidang, Desa Cokidang Kecamatan Cikidang mempertanyakan program proyek pengeboran air bersih yang sedang dikelola oleh KKM Tirta Mandiri, dimana anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Sukabumi senilai Rp 200 juta sebagaimana yang tertera dalam papan informasi yang terpasang.
Warga masyarakat mengkhawatirkan setelah beres pekerjaan, kegiatan hanya berjalan tiga bulan seperti yang sudah, karena di tahun sebelumnya pernah ada pekerjaan seperti ini tidak bertahan lama bahkan tidak berjalan.
KKM Tirta Mandiri sebelumnya sudah berganti kepengurusan kepada yang baru. “Pipa atau paralon yang akan mengaliri airnya pun banyak yang dicuri,” ujar salah satu warga.
Sekretaris KKM Tirta Mandiri yang dikonfirmasi dejurnal.com, menjelaskan bahwa perjalanan pekerjaan secara garis besar pelaksanaan dari tahun 2017 dan pada akhir 2019.
“Pada saat ada gempa sumur bor rusak mesin tertutup lumpur, karena mesin celup kami mengajukan 2020 dan dapat DAK di wilayah Panyindangan secara kontraktual namun tidak tuntas karena waktu sudah habis dan pihak CV tidak bisa menuntaskan sehingga dana dikembalikan ke pusat,” terangnya.
Kebetulan pada tahun 2020, lanjut Sekretaris KKM, pihaknya mengajukan perbaikan juga yang semula realisasi 2021 tapi tidak tahu kenapa tidak terealisasi. “Sampai akhirnya kami diperiksa oleh tim BPK dan sudah dijelaskan kronologinya bersama Kadis Perkim dan DPMD. Akhirnya direalisasikan untuk tahun ini dengan hibah,” ujarnya.
Lanjut Sekretaris KKM, kebetulan di tahun 2022 masa kerja tuntas dan kami sudah menyelesaikan tanggung jawab untuk kepengurusan baru sesuai dengan masa berlaku kepengurusan kelompok guna penyegaran. “Mung eta panginten perjalanan mah, untuk data mah kayana langkung jelas ka Perkimsih. Hapunten pisan margi abdi nuju tugas,” ujarnya.
Rupanya kekhawatiran para warga ini bukan tidak ada sebab atau alasan karena ada rekam jejak dan mengkhawatirkan peristiwa dulu terulang kembali.
“Kan sayang itu duit, masyarakat di sini tentunya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah berusaha merealisasikan program tersebut tapi dengan catatan di kelola dengan baik managementnya harus jelas dan ajak juga masyarakat melakukan sosialisasi agar tidak ada kesan di klaim sepihak saja,” ujar salah satu warga lain berinisial Sy.***Aldy