Dejurnal.com, Jakarta – Ritual Sedekah Hutan yang dilakukan pelaku budaya, kolaborasi MAC UI dengan Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia sarat dengan makna dan edukasi.
Penulis dan penyair Garut, Wa Ratno yang membacakan kidung pada ritual sedekah hutan menjelaskan bahwa makna puisi yang dilanggamkan berkaitan dengan alam dan lingkungan. “Hal ini mengajak masyarakat untuk merenung dan mengapresiasi keindahan serta kekayaan alam yang perlu dijaga,” ujarnya.
Menurut Wa Ratno, ketika kita menghargai alam, menjadikannya bagian dari kehidupan dan memaknainya sebagai rumah besar para pencari kedamaian dan keseimbangan maka alam pun akan memberikan hal yang sama.
“Niat, tindakan dan perbuatan kita jika selaras dengan keseimbangan alam, maka niscaya seluruh makhluk yang berdiam di muka bumi ini akan merasakan manfaat yang luar biasa,” tukasnya.
Ritual Sedekah Hutan sendiri dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala MAC UI, Dr. Ngatawi Al Zastrouw yang didampingi tokoh budaya Eyang Asep Santana, Ketua DKKG, Irwan Hendarsyah S.E dan peserta lainnya.
Setelah itu, peserta ritual mengarak hasil bumi seperti padi, sayuran, buah-buahan, dan hasil tani lainnya menuju tempat upacara. Hasil bumi tersebut kemudian diletakkan di sebuah taman sebagai simbol rasa syukur.
Acara dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung sebagai simbol pengusiran hama pengganggu tanaman yang sering mendatangi sawah atau ladang pertanian.
Upacara ini juga diiringi dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Budayawan Asep Santana yang terlibat dalam acara ini menyampaikan pesan penting mengenai lingkungan. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga kelestarian alam.
“Kita menekankan tradisi dan budaya lokal yang mengajarkan kita untuk menghormati alam harus terus dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbaunya.
Menurut Asep Santana, keterlibatan para budayawan dalam ritual Sedekah Hutan pada Hari Lingkungan Dunia memberikan nuansa yang lebih bermakna dan edukatif.
“Melalui seni dan budaya, pesan penting tentang pelestarian lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima dan diresapi oleh masyarakat,” kata Eyang Asep.
Eyang Santana berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, kesadaran akan pentingnya menjaga bumi semakin meningkat, semua dapat berkontribusi untuk mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari bagi generasi mendatang.***Red