Dejurnal.com, Garut – Beredarnya sebuah sayembara di media sosial yang dibuat oleh pemilik sebuah rumah makan di Karangpawitan, sontak memicu kehebohan publik. Pasalnya, dalam unggahan tersebut, pemilik rumah makan menayangkan rekaman CCTV yang menampilkan sosok terduga pelaku pencurian yang terjadi pada Jum’at, 15 Agustus 2025 sekitar pukul 01:57 dini hari.
Kasus ini semakin menyedot perhatian setelah dua warga Kampung Kertasari, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, yaitu Paris dan Chandra, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Keduanya bahkan sudah menerima surat panggilan dari Polsek Karangpawitan untuk dimintai keterangan sebagai terlapor, Jumat (29/8/2025).
Penuturan keluarga, tuduhan pencurian tersebut tidak berdasar. Paris, salah seorang terlapor, disebut tengah berada di Cibatu saat kejadian berlangsung. Sementara itu, Chandra justru sedang beristirahat usai bekerja di sebuah konveksi milik pamannya, H. Iwan.
Budi, paman Chandra, menyampaikan kekecewaan dan kemarahannya atas laporan tersebut.
“Atas dasar apa pemilik Rumah Makan Syifa melaporkan keluarga saya sebagai pencuri? Sosok di CCTV itu jelas berbeda dengan ponakan saya. Kalau mau menuduh, seharusnya libatkan ahli forensik atau multimedia terlebih dahulu, jangan asal tuduh,” tegasnya.
Budi menambahkan, laporan polisi dengan nomor LP/B/28/VIII/2025/Jbr/Res Grt/Sek Karangpawitan jelas mencoreng nama baik keluarganya.
“Kami sangat marah. Itu fitnah keji. Kami tidak akan tinggal diam,” imbuhnya.
Kasus ini juga menuai perhatian organisasi masyarakat. Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang GRIB JAYA Karangpawitan, Edi Sudrajat, menyatakan keprihatinannya.
“Chandra adalah ponakan H. Iwan yang juga Penasehat di organisasi kami. Semua warga di sini meyakini, sosok dalam rekaman CCTV itu bukan Chandra. “Namun, kami tetap menghormati prosedur kepolisian yang memang berhak memanggil siapapun untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
H. Iwan, paman sekaligus atasan Chandra di tempat kerjanya, juga angkat bicara. Ia mengaku sangat keberatan dengan tuduhan yang sudah telanjur membuat nama keluarganya tercemar.
“Permintaan maaf dari pihak pelapor tidak akan menghapus kerugian moril dan materiil yang kami alami. Nama keluarga kami jadi bahan cemoohan masyarakat,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Chandra sendiri akhirnya memberikan pernyataan singkat kepada media. Dengan tegas, ia menegaskan tidak bersalah dan siap melawan balik.
“Saya akan melaporkan balik penghinaan ini ke pihak berwajib. Saya percaya kepolisian akan membantu saya,” pungkas Chandra.**Willy