Dejurnal.com, Bandung – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marsela Mahardika Desa Margahayu Selatan (Marsel) Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung di kepemimpinan Firman Firdaus belum genap berjalan 4 bulan, sejak terpilih menggantikan Asep Sofayana, dan dilantik Oktober 2025 lalu.
Firman menargetkan dalam dua bulan memiliki ritel di mini market untuk memasarkan hasil bumi; beras, sayuran, maupun buah-buahan hasil dari ketahanan pangan dari kelompok usaha yang ada di Desa Marsel.
“Hasil dari ketahanan pangan itu dikombinasikan dengan yang kita beli dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Marsel,” kata Firman Firdaus di Kantor BUMDes Marsela Mahardika, Selasa (13/1/2026).
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan pendamping desa. ” Karena menurut aturan, kita boleh distribusi. Yang namanya ritelkan distribusinya jelas jadi dana aman,” katanya.
Firman menjelaskan, Rp400 juta lebih Dana Desa Marsel tahun 2025 digunakan untuk ketahana pangan melalui BUMDes. Dari jumlah tersebut tahap pertama di bulan Oktober sekitar Rp254 juta dan di tahap kedua Rp180 juta di bulan Desember 2025 disertakan modal ke BUMDes untuk ketahanan pangan. Anggaran itu, kata Firman disalurkan kepada kelompok usaha yang mengajukan.
“Ada 8 kelompok yang mengajukan, namun yang 4 kita tolak atas dasar pertimbangan salah satu kelompok yang mengajukan itu di lokasi yang sama dengan ketahanan pangan sebelumnya yang gagal ,yaitu kelompok tani lele. Yang kedua kelompok peternak lele juga yang mengajukan Rp100 juta lebih, dari Rp90 juta itu untuk produksinya tidak sampai Rp10 juta,” kata Firman yang didampingi Sekretarisnya Suryana Roekmana.
Menurut Firman, ketahanan pangan dari BUMDes itu sekarang betul-betul selektif. “Yang namanya usaha kan setidaknya harus ada hasil, kalaupun minim yang penting ada hasil,” ujar Firman.
Menurut Firman, dari total Rp400 juta lebih, sudah eksekusi ke 4 kelompok. Di RW 14 sekitar Rp80 juta untuk hidroponik saladah air dan kangkung. Yang kedua, kata Firman peternakan domba di RW 13 sebagai tambahan modal. “Sudah ada progres, sudah menjual , walaupun tidak besar ada kontribusi ke BUMDes,” katanya.
Kemudian kelompok usaha yang ke tiga hidroponik untuk Budi daya melon di atas gedung kantor desa, dan yang keempat peternakan ayam kampung di RW 02. Selain itu, pengadaan beras murah dan bagus untuk warga juga sedang berjalan.* Sopandi














