Dejurnal.com, Sukabumi — Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya secara resmi menyampaikan permintaan klarifikasi kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat terkait hasil tim investigasi yang telah turun ke lapangan menindaklanjuti dugaan indikasi manipulasi data di lingkungan pendidikan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua JWI Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, dan pihak KCD Wilayah V yang diwakili oleh bapak Agus, selaku Pengawas SMK (PSMK) KCD Wilayah V. Dalam pertemuan itu, JWI menyampaikan kekecewaan karena hingga saat ini belum ada hasil investigasi yang disampaikan secara pasti dan terbuka, dengan alasan Kepala KCD Wilayah V sedang tidak berada di tempat.
Menurut Lutfi Yahya, ketidakjelasan hasil investigasi dengan alasan belum di laporkannya ke kepala KCD karena sedang ada kegiatan di luar kota ,seharusnya tidak menghambat penyampaian informasi kepada publik, terlebih tim investigasi telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Kami menghormati mekanisme internal KCD, namun kami juga menilai bahwa proses investigasi yang sudah berjalan seharusnya dibarengi dengan keterbukaan. Publik berhak mengetahui hasilnya,” ujar Lutfi Yahya, Selasa (13/01/2025).
JWI Sukabumi Raya menekankan bahwa transparansi hasil investigasi merupakan keharusan, mengingat data pendidikan menjadi dasar perencanaan dan penyaluran anggaran negara. Oleh karena itu, apabila ditemukan ketidaksesuaian antara data administrasi dan fakta di lapangan, kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan negara dan harus ditangani secara serius serta bertanggung jawab karena delik pidana nya ada.dan yang lebih di sayangkan ketika tim investigasi dari KCD Wil. V turun ke lapangan itu waktu libur sekolah di sinilah titik kelemahan dan kesalahan.
“Mereka hanya mengecek data murid yang tertulis tanpa di cek berapa jumlah murid yang sebenarnya. Selanjutnya yang lebih lucu lagi terkait dengan munculnya kasus tersebut kepala KCD menyampaikan karena keterbatasan personil pengawas di lapangan,sehingga menimbulkan asumsi dan dugaan kami sejak kapan kelalaian dari pengawas ini terjadi dan berapa keuangan negara yang telah di rugikan oleh kelalaian tersebut. Simple nya ketika sekolah menerima dana bantuan BOS dari pemerintah itu karena ada tandatangan dari pengawas dan kepala KCD Wil.V Disdik Sukabumi,” jelas Lutfi.
JWI berharap KCD Wilayah V dapat menjaga integritas dan akuntabilitas kelembagaannya, serta segera menyelesaikan dan menyampaikan hasil investigasi secara jelas dan terbuka kepada publik. JWI juga menegaskan bahwa seluruh persoalan terkait indikasi manipulasi data di lingkungan pendidikan di bawah naungan KCD Wilayah V harus diselesaikan secara transparan dan tuntas.:
Sebagai lembaga pers yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas, JWI Sukabumi Raya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap proses klarifikasi dan penanganan kasus ini secara objektif, profesional, dan bertanggung jawab, demi kepentingan publik serta terjaganya marwah dunia pendidikan.
Selanjutnya Lutfi menambahkan JWI akan menggiring persoalan ini ke ranah hukum dengan membuat laporan ke APH, karena diduga delik aduan pidananya sudah ada.***Red














